SOPPENG-BreakingNewspost.id — Keluhan terhadap pelayanan air bersih kembali mencuat di Kabupaten Soppeng. Kali ini, warga Dusun Amessangang Saleng, Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, mengeluhkan distribusi air dari PDAM yang dinilai tidak normal karena pada siang hari air kerap tidak mengalir, sementara pada malam hingga dini hari justru mengalir deras.
Persoalan tersebut mendapat sorotan dari Ketua DPD APKAN RI Jamaluddin. Ia mempertanyakan kualitas pelayanan distribusi air kepada masyarakat yang dinilai belum maksimal, padahal air bersih merupakan kebutuhan dasar yang sangat vital bagi kehidupan sehari-hari warga.
Warga mengeluh karena siang hari air sering tidak mengalir sama sekali atau hanya menetes kecil. Justru tengah malam baru deras mengalir ketika masyarakat sedang beristirahat,” ujar Jamaluddin, Senin (18/5/2026).
Menurutnya, kondisi tersebut bukan hanya mengganggu kenyamanan masyarakat, tetapi juga berdampak langsung terhadap aktivitas rumah tangga warga. Sejumlah warga disebut terpaksa menunggu hingga larut malam demi menampung air untuk kebutuhan memasak, mandi, mencuci, hingga kebutuhan keluarga lainnya pada keesokan hari.
Situasi itu dinilai cukup memberatkan, terutama bagi ibu rumah tangga, warga lanjut usia, maupun masyarakat yang harus bekerja sejak pagi. Tidak sedikit warga yang akhirnya harus mengatur ulang waktu istirahat hanya untuk memastikan persediaan air di rumah tetap tersedia.
Ini pelayanan publik yang menyangkut kebutuhan dasar masyarakat. Tidak mungkin warga setiap malam harus begadang hanya untuk menunggu air mengalir,” tegasnya.
Keluhan warga Dusun Amessangang Saleng disebut bukan persoalan baru. Menurut pengakuan masyarakat, kondisi distribusi air yang tidak menentu sudah berlangsung cukup lama. Pada jam-jam aktivitas warga di siang dan sore hari, aliran air sering kali mati total atau debitnya sangat kecil. Namun saat memasuki tengah malam hingga dini hari, aliran air justru mulai normal dan deras.
Akibat kondisi tersebut, sebagian warga memilih menyediakan bak penampungan atau wadah besar untuk menampung air ketika aliran mulai muncul pada malam hari. Meski demikian, tidak semua masyarakat mampu menunggu hingga larut malam setiap hari.
Kadang kami harus bangun tengah malam hanya untuk isi bak air. Kalau tidak ditampung malam, besok pagi susah dipakai,” ungkap warga setempat meminta namanya tidak di publik.
Jamaluddin meminta pihak PDAM segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem distribusi air di wilayah Desa Abbanuange, khususnya di Dusun Amessangang Saleng. Menurutnya, apabila terdapat kendala teknis, kerusakan jaringan, atau keterbatasan pasokan air, maka masyarakat berhak mendapatkan penjelasan secara terbuka.
Ia menilai komunikasi yang baik antara penyedia layanan dan pelanggan sangat penting agar tidak memunculkan keresahan maupun kekecewaan di tengah masyarakat.
Kalau memang ada gangguan teknis atau perbaikan jaringan, sampaikan secara terbuka kepada warga supaya masyarakat juga memahami kondisi yang terjadi.
Persoalan distribusi air bersih sendiri menjadi isu yang sensitif di tengah masyarakat karena berkaitan langsung dengan pelayanan dasar publik. Ketika akses air terganggu, dampaknya dirasakan langsung oleh masyarakat dalam berbagai aspek kehidupan sehari-hari, termasuk kesehatan dan kebersihan lingkungan.
Di sisi lain, PDAM sebagai perusahaan layanan publik tentu memiliki tantangan tersendiri dalam menjaga stabilitas distribusi air kepada pelanggan. Namun warga berharap keluhan yang terjadi di Desa Abbanuange dapat segera ditindaklanjuti agar pelayanan kembali berjalan normal dan kebutuhan masyarakat terhadap air bersih dapat terpenuhi dengan baik.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak PDAM terkait keluhan warga mengenai distribusi air yang lebih sering mengalir deras pada tengah malam di wilayah Dusun Amessangang Saleng, Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng.
Liputan:Rd
















