Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pemerintah

Gubernur NTT Buka Latsar CPNS 2026, Tekankan ASN Harus Adaptif dan Berorientasi Pelayanan Publik

10
×

Gubernur NTT Buka Latsar CPNS 2026, Tekankan ASN Harus Adaptif dan Berorientasi Pelayanan Publik

Sebarkan artikel ini

KUPANG-BreakingNewspost.id — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, secara resmi membuka Pelatihan Dasar (Latsar) Calon Pegawai Negeri Sipil (CPNS) Tahun Anggaran 2026 di Aula Kantor Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia Daerah (BPSDMD) Provinsi NTT, Senin (18/5/2026).

Kegiatan tersebut meliputi Gelombang V (Klasikal) dan Gelombang X (Distance Learning) yang diikuti peserta dari lingkup Pemerintah Provinsi NTT serta sejumlah pemerintah kabupaten, di antaranya Kabupaten Ende, Sumba Tengah, Sumba Barat Daya, Belu, Kupang, Rote Ndao, Alor, Sabu Raijua, Timor Tengah Selatan, Malaka, Manggarai, dan Manggarai Barat.

Melalui pelaksanaan Latsar ini, Pemerintah Provinsi NTT berharap lahir aparatur sipil negara yang tidak hanya cakap secara administratif, tetapi juga memiliki empati sosial, kemampuan adaptasi tinggi, dan komitmen kuat dalam menghadirkan pelayanan publik yang berdampak nyata bagi masyarakat.

Dalam sambutannya, Gubernur menegaskan bahwa pelatihan dasar CPNS merupakan gerbang awal pembentukan karakter ASN yang profesional, berintegritas, adaptif, dan mampu menjawab tantangan zaman.

“Latsar menjadi tonggak awal transformasi saudara-saudari sekalian dari seorang calon menjadi aparatur sipil negara yang sejati. ASN masa kini harus mampu menghadirkan pelayanan publik yang berkualitas, responsif, dan berorientasi pada kepuasan masyarakat,” tegasnya.

Menurut Gubernur, ASN harus memahami dan menjalankan tiga fungsi utama, yakni sebagai pelaksana kebijakan publik yang patuh terhadap regulasi, pelayan masyarakat yang mengedepankan kepuasan publik, serta perekat dan pemersatu bangsa.

Ia juga menekankan bahwa paradigma kerja ASN harus berubah dari pola kerja konvensional menuju sistem kerja berbasis kinerja, disiplin, profesionalisme, inovasi, dan kemampuan beradaptasi terhadap perkembangan digital.

“Sudah tidak ada lagi pola kerja sekadar datang, absen, pulang. ASN ke depan harus bekerja seperti sektor profesional: berbasis hasil, disiplin, dan inovatif. Mereka yang mampu menghadirkan gagasan baru akan menjadi motor perubahan,” ujarnya.

Gubernur turut mengajak seluruh peserta untuk menjadi agen perubahan di unit kerja masing-masing dengan terus meningkatkan kapasitas diri dan memiliki semangat willingness to change dalam menghadapi dinamika pembangunan daerah.

Secara khusus, ASN muda juga didorong untuk aktif mendukung program pemberdayaan ekonomi lokal melalui promosi dan pembelian produk UMKM yang dipasarkan melalui NTT Mart sebagai bagian dari penguatan ekonomi kerakyatan di Nusa Tenggara Timur.

“ASN NTT harus menjadi cahaya perubahan, hadir membawa solusi, melayani dengan hati, dan menjadi penggerak terwujudnya NTT yang maju, sehat, cerdas, sejahtera, dan berkelanjutan,” tutup Gubernur.

Sementara itu, Plt Kepala BPSDMD Provinsi NTT, Flavianus Dua, menjelaskan bahwa pelatihan dasar CPNS tahun 2026 bertujuan membentuk ASN profesional yang memenuhi standar kompetensi jabatan sebagai pelayan masyarakat.

Ia menyebutkan pelatihan berlangsung selama 65 hari kerja atau setara 599 jam pembelajaran yang mencakup pembelajaran mandiri, distance learning, aktualisasi di tempat kerja, hingga pembelajaran klasikal.

Berdasarkan data BPSDMD Provinsi NTT, sebanyak 1.720 CPNS telah mengikuti Latsar sepanjang tahun 2026, sementara 4.066 CPNS lainnya masih akan mengikuti pelatihan pada gelombang berikutnya.

Khusus lingkup Pemerintah Provinsi NTT, sebanyak 80 peserta telah mengikuti Latsar, sedangkan 1.229 peserta lainnya akan disertakan pada gelombang selanjutnya.

Flavianus juga mengungkapkan bahwa pada pembukaan kegiatan tersebut, sebanyak 160 peserta hadir secara klasikal dan 970 peserta lainnya mengikuti secara virtual.

Selain pembelajaran inti, salah satu agenda unggulan dalam pelatihan ini adalah kunjungan edukatif ke NTT Mart sebagai bentuk dukungan terhadap gerakan “Ayo Beli NTT”, yang hingga kini telah diikuti oleh 1.760 peserta.

Liputan:Bergitha abi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *