Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDAERAH

Perdamaian Adang Buom dan Teluk Sembilan Jadi Momentum Baru Alor, Wagub NTT: Mari Menata Masa Depan Bersama

1
×

Perdamaian Adang Buom dan Teluk Sembilan Jadi Momentum Baru Alor, Wagub NTT: Mari Menata Masa Depan Bersama

Sebarkan artikel ini

KALABAHI-BreakingNewspost.id – Sebuah babak baru bagi kehidupan sosial masyarakat Kabupaten Alor ditandai dengan penandatanganan perjanjian damai antara masyarakat Adang Buom dan Teluk Sembilan yang berlangsung di Kalabahi, Senin (22/6/2026). Momentum tersebut tidak hanya menjadi simbol berakhirnya ketegangan yang sempat terjadi, tetapi juga menjadi harapan baru bagi terciptanya kehidupan masyarakat yang lebih harmonis, aman, dan produktif.

Perdamaian tersebut disaksikan langsung oleh Wakil Gubernur Nusa Tenggara Timur, ****, bersama unsur pemerintah provinsi dan pemerintah daerah, jajaran Forkopimda, tokoh masyarakat, tokoh agama, serta para pemimpin wilayah dari kedua komunitas yang bersepakat mengakhiri perselisihan.

Turut hadir dalam kegiatan tersebut Wakil Bupati Alor, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Provinsi NTT, Staf Ahli Gubernur Bidang Kesejahteraan Rakyat, Kepala Badan Kesatuan Bangsa dan Politik Provinsi NTT, jajaran Forkopimda Kabupaten Alor, para kepala OPD, Camat Teluk Mutiara, Lurah Binongko, serta Kepala Desa Adang Buom.

Dalam sambutannya, Wakil Gubernur mengaku bersyukur karena kunjungan kerjanya ke Alor yang semula bertujuan berdialog dengan masyarakat justru menjadi saksi lahirnya sebuah kesepakatan damai yang dinilainya bersejarah.

Hari ini kita membuat sejarah perdamaian di Kalabahi. Ini adalah perbuatan yang sangat baik dan terpuji yang akan membawa kedamaian dan kebaikan bagi masyarakat Alor,” ujarnya.

Pernyataan tersebut bukan tanpa alasan. Dalam beberapa tahun terakhir, berbagai daerah di Indonesia menghadapi tantangan menjaga harmoni sosial di tengah perubahan sosial yang cepat. Karena itu, keberhasilan menghadirkan perdamaian melalui dialog dan kesepakatan bersama menjadi contoh penting bahwa konflik dapat diselesaikan tanpa meninggalkan luka berkepanjangan.

Wakil Gubernur menegaskan bahwa perdamaian yang telah dicapai tidak boleh berhenti sebagai seremoni penandatanganan dokumen. Perdamaian harus dijaga, dirawat, dan diwariskan kepada generasi berikutnya melalui pendidikan karakter, keteladanan, dan penguatan nilai-nilai sosial di lingkungan keluarga maupun masyarakat.

Menurutnya, keluarga merupakan benteng pertama dalam membentuk kepribadian anak. Orang tua memiliki tanggung jawab besar dalam menanamkan nilai disiplin, toleransi, dan penghormatan terhadap sesama sejak usia dini.

Selain keluarga, sekolah juga memegang peranan penting dalam membangun karakter generasi muda. Pendidikan tidak hanya berfungsi mencetak individu yang cerdas secara akademik, tetapi juga membentuk pribadi yang memiliki tanggung jawab sosial dan kepedulian terhadap lingkungan sekitar.

Sementara itu, lembaga keagamaan memiliki tugas memperkuat fondasi moral masyarakat. Seluruh agama, kata Wakil Gubernur, mengajarkan nilai-nilai perdamaian, kasih sayang, dan penghormatan terhadap kehidupan manusia.

Karena itu, ia mengingatkan bahwa pembangunan karakter tidak bisa dibebankan kepada satu pihak semata. Dibutuhkan kerja sama antara keluarga, sekolah, tokoh agama, pemerintah, dan masyarakat untuk menciptakan generasi yang mampu menjadi agen perdamaian.

Perhatian khusus juga diberikan kepada kalangan muda. Wakil Gubernur mengajak para pemuda Alor untuk menjauhi aktivitas yang tidak produktif dan lebih fokus mengembangkan potensi diri melalui pendidikan, olahraga, seni, maupun kegiatan sosial yang bermanfaat.

Salurkan bakat yang dimiliki dan raihlah prestasi. Jangan membuang waktu dengan kegiatan yang merugikan diri sendiri maupun orang lain,” pesannya.

Menurutnya, masa depan daerah sangat ditentukan oleh kualitas generasi mudanya. Pemuda yang produktif akan menjadi modal sosial sekaligus kekuatan pembangunan yang mampu membawa Alor menjadi daerah yang lebih maju dan berdaya saing.

Dalam kesempatan tersebut, Wakil Gubernur juga menyoroti pentingnya keamanan dan ketertiban sebagai fondasi utama pembangunan daerah. Ia menilai tidak mungkin investasi, pariwisata, maupun pertumbuhan ekonomi berkembang secara optimal apabila stabilitas sosial terganggu.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat untuk menjaga Alor sebagai daerah yang aman dan damai.

Kita harus menjaga Alor menjadi salah satu daerah paling damai di Indonesia. Orang harus datang ke Alor tanpa rasa takut. Ketika keamanan terjaga, maka pembangunan akan berjalan lebih baik,” tegasnya.

Pernyataan tersebut memiliki relevansi kuat mengingat Kabupaten Alor selama ini dikenal sebagai salah satu destinasi wisata unggulan di Nusa Tenggara Timur. Keindahan alam bawah laut, kekayaan budaya, dan keramahan masyarakat menjadi modal besar yang perlu dijaga melalui situasi sosial yang kondusif.

Wakil Gubernur mengingatkan bahwa citra positif suatu daerah tidak hanya ditentukan oleh keindahan alamnya, tetapi juga oleh perilaku masyarakat yang hidup di dalamnya.

Ketika orang bertanya dari mana kita berasal, kita harus bangga menjawab bahwa kita dari Alor, dari NTT, daerah yang indah dan masyarakatnya ramah,” katanya.

Di hadapan masyarakat yang hadir, ia juga menekankan pentingnya pendidikan sebagai jalan keluar dari berbagai persoalan sosial dan ekonomi. Pendidikan, menurutnya, adalah investasi jangka panjang yang mampu mengubah masa depan seseorang sekaligus meningkatkan kualitas hidup masyarakat secara keseluruhan.

Jika kita belajar dengan baik, maka kesempatan untuk meraih kehidupan yang lebih baik akan terbuka. Pendidikan adalah jalan untuk mengubah nasib,” ujarnya.

Lebih jauh, Wakil Gubernur mengingatkan bahwa tidak ada kebanggaan dalam tindakan kekerasan. Setiap tindakan yang merugikan orang lain hanya akan melahirkan penyesalan dan konsekuensi hukum yang tidak ringan.

Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat memilih jalan dialog, musyawarah, dan penghormatan terhadap sesama sebagai solusi menghadapi setiap perbedaan yang muncul di tengah kehidupan sosial.

Menurutnya, perdamaian yang terjaga akan menghadirkan dampak yang jauh lebih luas dibanding sekadar hubungan sosial yang harmonis. Stabilitas keamanan akan meningkatkan kepercayaan investor, mendorong pertumbuhan ekonomi, memperkuat sektor pariwisata, serta berdampak langsung pada peningkatan kesejahteraan masyarakat dan Pendapatan Asli Daerah (PAD).

Menutup sambutannya, Wakil Gubernur memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah berkontribusi dalam proses rekonsiliasi antara masyarakat Adang Buom dan Teluk Sembilan. Ia berharap kesepakatan damai tersebut menjadi titik awal bagi lahirnya hubungan sosial yang lebih kuat dan pembangunan yang berkelanjutan di Kabupaten Alor.

Sore hari ini kita telah sepakat untuk berdamai dan tidak mengulangi peristiwa yang terjadi sebelumnya. Mari bergandengan tangan membangun masa depan yang lebih baik bagi Alor dan bagi generasi yang akan datang,” tuturnya.

Perdamaian yang lahir di Kalabahi pada Senin sore itu pada akhirnya bukan hanya tentang berakhirnya sebuah perselisihan. Lebih dari itu, ia menjadi pengingat bahwa dialog, kebersamaan, dan kesediaan untuk saling memaafkan tetap menjadi fondasi terkuat dalam menjaga persatuan di tengah keberagaman masyarakat Indonesia.

Penulis: Bergita Abi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *