MAKASSAR,BreakingNewsPost.id – Menjelang pelaksanaan Musyawarah Daerah (Musda) Partai Golkar Sulawesi Selatan, Dewan Pimpinan Pusat (DPP) LSM GARDA R.I menyampaikan pandangannya agar seluruh proses demokrasi internal partai berlangsung secara dewasa, tertib, dan tetap mengedepankan persatuan organisasi.
Melalui pendirinya, Awaluddin Anwar Dg. Lalang, DPP LSM GARDA R.I menilai Musda bukan sekadar ajang memilih ketua baru, melainkan forum strategis yang akan menentukan arah kepemimpinan dan konsolidasi Partai Golkar Sulawesi Selatan dalam menghadapi dinamika politik ke depan.
Menurutnya, setiap kader memiliki hak yang sama untuk mencalonkan diri dan berkompetisi sesuai mekanisme organisasi. Namun, setelah seluruh tahapan Musda selesai, seluruh kader diharapkan dapat menerima hasil keputusan secara lapang dada dan kembali bersatu membangun partai.
Siapa pun yang terpilih dalam Musda Partai Golkar Sulawesi Selatan, itulah hasil proses demokrasi organisasi yang harus dihormati. Tidak ada kemenangan yang patut disikapi dengan kesombongan, dan tidak ada kekalahan yang seharusnya berujung pada perpecahan. Yang paling penting adalah menjaga persatuan dan soliditas partai,” ujar Awaluddin Anwar.
Ia menilai, pengalaman politik menunjukkan bahwa banyak organisasi besar justru menghadapi tantangan bukan karena tekanan dari luar, melainkan akibat konflik internal yang berkepanjangan, polarisasi antarkelompok, serta menguatnya kepentingan pribadi di atas kepentingan organisasi.
Karena itu, GARDA R.I mengingatkan bahwa demokrasi yang sehat tidak hanya diukur dari terbukanya ruang kompetisi, tetapi juga dari kedewasaan seluruh peserta dalam menerima hasil akhir yang ditetapkan melalui mekanisme organisasi.
Menurut Awaluddin, perbedaan pilihan merupakan bagian yang wajar dalam proses demokrasi. Namun, setelah keputusan diambil, seluruh kader memiliki tanggung jawab moral untuk kembali merapatkan barisan demi menjaga soliditas partai.
GARDA R.I juga mengimbau seluruh kandidat beserta tim pendukung agar mengedepankan etika politik selama proses Musda berlangsung. Organisasi tersebut berharap kontestasi lebih menonjolkan adu gagasan, rekam jejak, dan kapasitas kepemimpinan, bukan saling menyerang melalui kampanye negatif, fitnah, atau narasi yang berpotensi memecah belah internal partai.
Di sisi lain, GARDA R.I menilai masyarakat Sulawesi Selatan tentu berharap Musda mampu melahirkan pemimpin yang memiliki integritas, kapasitas manajerial, visi yang jelas, serta kemampuan merangkul seluruh elemen partai untuk memperkuat konsolidasi organisasi.
Menurut organisasi tersebut, kepemimpinan yang efektif tidak hanya ditentukan oleh hasil pemilihan, tetapi juga oleh kemampuan membangun kebersamaan setelah proses demokrasi selesai.
Jabatan adalah amanah yang bersifat sementara, sedangkan persatuan adalah kekuatan yang harus dijaga sepanjang waktu. Siapa pun yang dipercaya memimpin merupakan keputusan organisasi yang patut dihormati. Setelah Musda selesai, tidak boleh lagi ada kubu-kubuan. Yang ada hanyalah semangat bersama untuk membesarkan Partai Golkar dan memberikan manfaat sebesar-besarnya kepada masyarakat Sulawesi Selatan,” kata Awaluddin.
DPP LSM GARDA R.I berharap Musda Partai Golkar Sulawesi Selatan dapat berlangsung aman, tertib, dan demokratis sesuai mekanisme organisasi. Organisasi tersebut juga mengajak seluruh kader menjadikan forum tersebut sebagai momentum memperkuat persaudaraan, memperkokoh konsolidasi, serta meningkatkan kontribusi partai dalam pembangunan daerah.
Hingga berita ini diturunkan, belum terdapat tanggapan resmi dari panitia Musda maupun pengurus Partai Golkar Sulawesi Selatan terkait pernyataan DPP LSM GARDA R.I. BreakingNewsPost.id masih berupaya memperoleh konfirmasi sebagai bagian dari prinsip keberimbangan pemberitaan.
Reporter: Tim















