Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pertanian

BPP Lilirilau Tancap Gas Kembangkan Sentra Bawang Merah Abbanuange; Sinergi Jadi Kunci Dongkrak Kesejahteraan Petani.

10
×

BPP Lilirilau Tancap Gas Kembangkan Sentra Bawang Merah Abbanuange; Sinergi Jadi Kunci Dongkrak Kesejahteraan Petani.

Sebarkan artikel ini

SOPPENG,BreakingNewspost.id – Upaya pengembangan komoditas bawang merah di Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng, terus didorong menjadi kawasan sentra produksi. Koordinator Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lilirilau, Haji Hamsiar, menegaskan komoditas ini memiliki prospek ekonomi yang menjanjikan dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani apabila dikelola dengan baik.

Menurut Haji Hamsiar, pengembangan bawang merah merupakan strategi penting dalam meningkatkan produktivitas sektor pertanian. Selain berpotensi memperkuat ketahanan pangan daerah, komoditas ini juga dinilai mampu memberikan nilai tambah yang signifikan bagi pendapatan masyarakat pedesaan.

Kami mendukung penuh upaya menjadikan Abbanuange sebagai salah satu sentra bawang merah. Namun, keberhasilan ini tidak hanya ditentukan oleh ketersediaan bibit unggul semata, tetapi juga bergantung pada penerapan teknologi budidaya yang tepat,” ujar Haji Hamsiar dalam keterangannya kepada awak media.

Ia menjelaskan, aspek teknis seperti pengolahan lahan, pemupukan berimbang, pengendalian hama dan penyakit, hingga manajemen pascapanen menjadi kunci utama agar produksi maksimal dan kualitas hasil panen terjaga.

Pengembangan ini membutuhkan sinergi semua pihak. Penyuluh, kelompok tani, pemerintah desa, dan petani harus bergerak seirama. Penyuluh hadir sebagai pendamping, mulai dari perencanaan, pelaksanaan di lapangan, hingga evaluasi hasil,” tegasnya.

Haji Hamsiar juga berharap, berbagai program bantuan sarana produksi yang digulirkan pemerintah dapat dimanfaatkan secara optimal dan tepat guna. Dengan demikian, dampaknya akan langsung dirasakan oleh petani dalam bentuk peningkatan hasil dan pendapatan.

Tata Kelola Transparan Jadi Syarat Utama

Sementara itu, Kepala Bidang Humas dan Informasi DPW APKLI-P Sulawesi Selatan, Rudiandi, menilai potensi besar Desa Abbanuange harus dibarengi dengan manajemen program yang profesional dan terbuka. Menurutnya, pengembangan sektor pertanian tidak bisa lepas dari prinsip tata kelola yang baik (good governance).

Pengembangan bawang merah ini sangat strategis karena menyentuh ekonomi masyarakat. Namun, agar manfaatnya benar-benar merata dan tepat sasaran, prosesnya harus transparan dan akuntabel,” kata Rudiandi.

Ia menekankan bahwa keterbukaan informasi terkait penyaluran bantuan, data penerima, hingga mekanisme pendampingan merupakan bagian tak terpisahkan dari keberhasilan program.

Sinergi antara pemerintah, penyuluh, dan kelompok tani sangat penting. Ketika informasi terbuka dan pendampingan dilakukan secara berkelanjutan, maka petani akan lebih percaya dan termotivasi untuk mengembangkan usahanya,” ujarnya.

Rudiandi berpendapat, jika seluruh elemen bekerja sama dengan baik, bukan tidak mungkin Abbanuange akan tumbuh menjadi kawasan penghasil bawang merah yang andal di Soppeng. Hal ini tentu akan membuka peluang ekonomi yang lebih luas, menciptakan lapangan kerja, serta memperkuat basis perekonomian desa.

Kami mendorong agar potensi ini tidak hanya berhenti di program, tetapi benar-benar menjadi komoditas unggulan yang menyejahterakan masyarakat dalam jangka panjang,” tambahnya.

Hingga saat ini, berbagai upaya pendampingan teknis maupun dukungan kebijakan terus dilakukan. Dengan komitmen bersama, Desa Abbanuange diproyeksikan mampu berkontribusi lebih besar dalam pemenuhan kebutuhan bawang merah di tingkat lokal maupun regional.

@Tim

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *