Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pertanian

Penyuluh Pertanian Alor Tegaskan Komitmen Kawal Swasembada Pangan Berkelanjutan

13
×

Penyuluh Pertanian Alor Tegaskan Komitmen Kawal Swasembada Pangan Berkelanjutan

Sebarkan artikel ini

ALOR | Breakingnewspost.com — Kehadiran Menteri Pertanian Republik Indonesia, H. Andi Amran Sulaiman, di Kabupaten Alor menjadi momentum bagi para penyuluh pertanian untuk kembali menegaskan peran mereka sebagai ujung tombak pemerintah dalam mendampingi petani.

Dalam kesempatan tersebut, para penyuluh pertanian yang tergabung dalam Barisan Rompi Hijau menyampaikan apresiasi atas waktu yang diberikan Menteri Pertanian untuk berdialog dan berbagi rasa bersama mereka.

Terima kasih Pak Menteri Pertanian, Bapak H. Andi Amran Sulaiman, telah meluangkan waktu sejenak untuk berbagi rasa bersama anak-anak Pak Menteri, Barisan Rompi Hijau,” demikian ungkapan apresiasi yang disampaikan para penyuluh.

Mereka mengakui masih memiliki berbagai keterbatasan. Namun, keterbatasan tersebut dinilai bukan alasan untuk berhenti menjalankan tugas dalam mendukung program pemerintah, khususnya mewujudkan swasembada pangan yang berkelanjutan.

Kami sadar kami mempunyai banyak sekali keterbatasan. Dengan keterbatasan yang ada, kami siap melanjutkan swasembada pangan berkelanjutan,” tegas mereka.

Sebagai langkah awal, para penyuluh menyatakan kesiapan mengawal kebutuhan petani, salah satunya melalui fasilitasi pupuk bersubsidi.

Pupuk bersubsidi disebut menjadi salah satu kebutuhan penting masyarakat petani. Dalam pernyataan tersebut disebutkan harga pupuk bersubsidi sebesar Rp90.000 per kemasan 50 kilogram.

Namun, tugas penyuluh tidak berhenti pada persoalan pupuk. Para penyuluh juga menyatakan akan membantu mengusulkan berbagai kebutuhan masyarakat petani melalui e-Banper.

Menurut mereka, penyuluh pertanian memiliki posisi penting dalam proses pengusulan berbagai bantuan pemerintah yang bersumber dari APBN, sehingga kebutuhan petani dapat disampaikan melalui mekanisme yang tersedia.

“Tanpa mereka, semua yang menjadi mimpi petani untuk mendapat sentuhan pemerintah pusat hanya sebatas mimpi,” demikian pernyataan tersebut.

Pernyataan itu sekaligus menggambarkan besarnya posisi penyuluh pertanian di tengah masyarakat. Mereka bukan hanya dituntut mendampingi petani dalam kegiatan budidaya, tetapi juga menjadi penghubung antara kebutuhan masyarakat di lapangan dengan program pemerintah.

Para penyuluh pertanian Kabupaten Alor juga mengapresiasi berbagai kritik dan saran yang disampaikan masyarakat, termasuk melalui media sosial.

Menurut mereka, kritik tersebut harus dilihat sebagai bagian dari evaluasi untuk memperbaiki kinerja penyuluh agar pendampingan kepada petani semakin efektif.

“Kami apresiasi semuanya itu untuk perbaikan kinerja kami,” ujar mereka.

Menariknya, kehadiran Menteri Pertanian di Alor dan munculnya berbagai kritik serta saran dari masyarakat justru dipandang sebagai momentum untuk memperkuat keberadaan penyuluh pertanian.

Para penyuluh mengaku semakin menyadari bahwa keberadaan mereka memang dibutuhkan masyarakat petani.

“Momen kehadiran Pak Menteri Pertanian dan munculnya kritikan dan saran dari netizen membuat kami, penyuluh pertanian, merasa bahwa kami dibutuhkan,” demikian pernyataan mereka.

Pada akhirnya, para penyuluh mengajak seluruh elemen masyarakat untuk bersama-sama mendukung peningkatan kesejahteraan petani.

“Bapak, Mama, Kakak dan Adik, urusan kenyang adalah urusan kita bersama. Mari mendukung kami untuk tercapainya kesejahteraan petani.”

Pesan tersebut menjadi penegasan bahwa swasembada pangan bukan semata-mata tanggung jawab pemerintah pusat atau daerah. Di tingkat lapangan, keberhasilan program juga sangat bergantung pada keterlibatan penyuluh, petani, masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan

Bagi Kabupaten Alor, penguatan peran penyuluh pertanian menjadi bagian penting dalam memastikan berbagai program pemerintah benar-benar sampai kepada petani dan memberikan manfaat nyata bagi peningkatan produksi serta kesejahteraan mereka.Tim/Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *