LUWU — Hari pernikahan yang semestinya menjadi puncak kebahagiaan keluarga Ibu Marni berubah menjadi duka. Sejumlah uang milik keluarga dilaporkan hilang saat acara pernikahan anaknya berlangsung di Dusun Tambak, Desa Lamasi Pantai, Kecamatan Walenrang Timur, Kabupaten Luwu, Sabtu (19/9/2026).
Uang yang dilaporkan hilang terdiri atas sisa uang panai sekitar Rp15 juta, uang milik tante Ibu Marni sebesar Rp3 juta, serta uang milik Masding sebesar Rp3 juta. Selain itu, sekitar 100 amplop pemberian keluarga juga disebut tidak ditemukan.
Jumlah kerugian belum dapat dipastikan karena keluarga masih melakukan pengecekan terhadap uang dan amplop yang hilang. Mereka juga masih berusaha menelusuri keberadaan uang tersebut dengan meminta keterangan dari orang-orang yang berada di sekitar lokasi saat acara berlangsung.
Ibu Marni bersama keluarganya belum mengetahui siapa yang mengambil atau membawa uang tersebut. Keluarga memang memiliki pihak yang dicurigai, tetapi mereka memilih tidak menyebut ataupun menuduh siapa pun sebelum menemukan bukti yang dapat dipertanggungjawabkan.
Sikap tersebut diambil untuk menghindari tuduhan tanpa dasar sekaligus memberi ruang bagi keluarga untuk memastikan kronologi kehilangan secara lebih jelas.
Menurut pihak keluarga, kehilangan uang dalam jumlah besar dalam acara pernikahan tersebut merupakan kejadian yang baru pertama kali terjadi di lingkungan Desa Lamasi Pantai.
Bagi keluarga, persoalan itu bukan semata mengenai nominal uang yang hilang. Kejadian tersebut meninggalkan kekecewaan karena berlangsung ketika keluarga tengah merayakan pernikahan anak mereka.
Di tengah suasana bahagia, keluarga harus membagi perhatian antara prosesi pernikahan dan upaya mencari keberadaan uang yang dilaporkan hilang.
Keluarga berharap informasi dari orang-orang yang berada di lokasi dapat membantu mengungkap rangkaian kejadian tersebut. Mereka juga berharap persoalan itu dapat menemukan titik terang berdasarkan bukti dan keterangan yang jelas.
Hingga berita ini disusun, belum diketahui secara pasti total kerugian maupun pihak yang bertanggung jawab atas hilangnya uang tersebut. Keluarga masih melakukan penelusuran dan belum menyampaikan laporan atau hasil pemeriksaan resmi yang dapat memastikan pelaku.
Bagi keluarga Ibu Marni, foto pernikahan mungkin akan tetap menyimpan senyum dan kebahagiaan. Namun, di balik momen tersebut, tersimpan kisah kehilangan yang hingga kini masih menyisakan pertanyaan.
(Asrul)















