PASAMAN — Badan jalan provinsi Panti–Dua Koto di Nagari Cubadak Tengah, Jorong Batang Tuhur, Kabupaten Pasaman, kembali tergenang saat hujan turun, Minggu (20/9/2026). Warga menduga gorong-gorong yang tersumbat menjadi salah satu penyebab air meluber ke badan jalan.
Genangan berulang tersebut mengganggu pengguna jalan yang melintas. Jika tidak ditangani, air yang terus menggenangi badan jalan berpotensi mengganggu keselamatan pengguna sekaligus mempercepat kerusakan permukaan jalan.
Salah seorang warga berinisial Alx mengatakan persoalan tersebut perlu mendapat perhatian pemerintah karena ruas Panti–Dua Koto menjadi akses yang digunakan masyarakat dalam aktivitas sehari-hari.
Menurut Alx, aliran air di sekitar lokasi tidak berjalan lancar. Ia menduga kondisi itu berkaitan dengan gorong-gorong yang tersumbat sehingga air tidak dapat mengalir dengan baik ketika hujan.
“Ini harus menjadi perhatian pemerintah. Masyarakat menggunakan jalan ini setiap hari. Kalau gorong-gorong tersumbat dan air terus menggenangi badan jalan, tentu sangat mengganggu pengguna jalan,” ujar Alx.
Ia meminta pemerintah setempat bersama instansi teknis, khususnya Dinas Pekerjaan Umum Provinsi Sumatera Barat, segera memeriksa kondisi gorong-gorong dan saluran drainase di lokasi.
Menurut dia, penanganan tidak seharusnya menunggu genangan semakin parah. Pemeriksaan lapangan diperlukan untuk memastikan apakah gorong-gorong yang tersumbat memang menjadi penyebab genangan atau terdapat persoalan lain pada sistem drainase.
Persoalan tersebut juga menyoroti pemeliharaan drainase pada ruas jalan provinsi. Gorong-gorong yang tidak berfungsi optimal dapat menghambat aliran air dan menyebabkan limpasan ke badan jalan. Namun, penyebab teknis genangan di lokasi masih perlu dipastikan melalui pemeriksaan instansi berwenang.
Warga berharap pemerintah segera turun ke lokasi untuk mengecek gorong-gorong, saluran pembuangan, dan kondisi badan jalan. Mereka meminta penanganan dilakukan secara menyeluruh agar genangan tidak terus berulang setiap kali hujan.
Hingga berita ini disusun, belum diperoleh keterangan resmi dari Dinas PU Provinsi Sumatera Barat maupun pihak terkait mengenai kondisi gorong-gorong tersebut, termasuk hasil pemeriksaan dan rencana penanganannya.
(M.Ali asman)















