Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pendidikan

AVEMEDIA Print, Alternatif Layanan Cetak Terjangkau bagi Mahasiswa di Maumere

51
×

AVEMEDIA Print, Alternatif Layanan Cetak Terjangkau bagi Mahasiswa di Maumere

Sebarkan artikel ini

Maumere,-Breakingnewspost.id — Kebutuhan layanan cetak (print) yang terjangkau bagi mahasiswa menjadi latar belakang berdirinya AVEMEDIA Print. Usaha yang dirintis sejak 2010 ini hadir sebagai respons atas keluhan mahasiswa terkait tingginya biaya cetak di Kota Maumere.

Pemilik AVEMEDIA Print, Urbanus Xaverius Landa (45), menuturkan bahwa ide membuka usaha tersebut muncul setelah ia kembali ke Maumere usai menyelesaikan pendidikan.

“Setelah saya pulang ke Maumere, saya mendengar banyak keluhan mahasiswa soal mahalnya biaya print. Dari situ saya terdorong untuk membuka layanan yang lebih terjangkau,” ujarnya saat ditemui, Sabtu (18/4/2026).

Awalnya, Urbanus—yang akrab disapa Banus—berencana mengembangkan pelatihan pengembangan diri bagi pelajar dan mahasiswa. Namun, keterbatasan dana membuat rencana tersebut tidak berjalan.

Gagasan membuka usaha percetakan muncul ketika ia mengamati langsung kebutuhan mahasiswa di Universitas Nusa Nipa Maumere. Saat itu, biaya cetak mencapai sekitar Rp1.000 per lembar, yang dinilai cukup membebani mahasiswa.

Dari situ, Banus mulai membuka layanan cetak dengan harga jauh lebih rendah, yakni sekitar Rp300 per lembar, dengan tujuan utama membantu mahasiswa dalam menyelesaikan tugas akademik.

Usaha tersebut dimulai dengan modal sederhana, termasuk menggunakan printer milik pasangannya yang kini menjadi istrinya. Selain itu, ia juga memperoleh tambahan modal melalui pinjaman dari Bank BRI sebesar Rp30 juta.

Seiring berkembangnya usaha, pada 2011 AVEMEDIA Print memperluas layanan dengan membuka cabang di Universitas Flores. Kehadiran layanan ini dinilai sejalan dengan kebutuhan mahasiswa yang kerap mendapatkan tugas berbasis dokumen cetak.

Menurut Banus, strategi harga murah memang tidak memberikan keuntungan besar dari layanan cetak itu sendiri. Namun, pendapatan dari jasa lain seperti penjilidan buku, skripsi, dan diktat mampu menopang keberlangsungan usaha.

Ia juga menyebut kehadiran AVEMEDIA Print secara tidak langsung mendorong penyesuaian harga di kalangan pelaku usaha sejenis di sekitar kampus, sehingga mahasiswa memiliki lebih banyak pilihan layanan dengan harga yang kompetitif.

Saat ini, AVEMEDIA Print menawarkan layanan cetak dengan harga sekitar Rp250 per lembar jika pelanggan membawa kertas sendiri, dan Rp500 per lembar jika menggunakan kertas dari penyedia jasa.

“Tujuan kami tetap sama, yakni membantu mahasiswa agar bisa mengakses layanan cetak dengan biaya yang lebih ringan,” ujar Banus.

Keberadaan usaha ini tidak hanya menjadi peluang ekonomi, tetapi juga bagian dari upaya menjawab kebutuhan riil masyarakat, khususnya mahasiswa. Di tengah meningkatnya tuntutan akademik, akses terhadap layanan penunjang seperti percetakan menjadi faktor penting dalam mendukung proses belajar.

Penulis: Yuven Fernandez

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *