Kefamenanu–BreakingNewspost.id — Di tengah arus modernisasi yang kian cepat, sebuah inisiatif sederhana di wilayah pedalaman Kabupaten Timor Tengah Utara (TTU), Nusa Tenggara Timur, justru menghadirkan ruang hening yang memperkuat iman dan kebersamaan umat.
Di Stasi St. Petrus Oemeu, Paroki Hati Yesus Yang Maha Kudus Noemuti, sebuah gua mini Maria kini berdiri sebagai simbol devosi dan persatuan umat. Gagasan pembangunan gua tersebut diprakarsai oleh Pastor Yunus Sirilus Bouk, yang sejak awal pelayanannya menunjukkan perhatian besar terhadap pertumbuhan rohani umat setempat.
Menurut Aloysius Bai Petrus Oni Silab (42), ide pembangunan gua Maria muncul dari keinginan pastor untuk menghadirkan ruang doa yang dapat mempererat relasi umat dengan Tuhan sekaligus memperkuat ikatan persaudaraan di lingkungan gereja.
“Bapa pastor menghendaki adanya gua Maria karena dampaknya sangat besar bagi kehidupan iman umat. Selain untuk doa bersama, juga menjadi tempat membangun kebersamaan,” ujar Aloysius.
Keinginan tersebut kemudian disampaikan kepada dirinya dan Ketua Stasi Oemeu, Yohanes Rusae. Meski awalnya dihadapkan pada keraguan, Aloysius akhirnya menyanggupi untuk mendesain sekaligus membangun gua mini tersebut, meski tanpa pengalaman sebelumnya.
“Ini pertama kali saya mendesain dan membangun gua seperti ini. Awalnya ragu, tetapi karena niat untuk kepentingan banyak orang, saya beranikan diri,” katanya.
Proses pembangunan tidak berjalan tanpa hambatan. Keterbatasan dana membuat pengerjaan dilakukan secara sederhana dan bertahap. Namun, semangat gotong royong antara pastor, pengurus stasi, dan umat menjadi kekuatan utama hingga pembangunan gua Maria Lourdes Oemeu dapat diselesaikan.
Peran Pastor Yunus sebagai penggagas, didukung oleh Ketua Stasi dan kerja keras Aloysius sebagai perancang dan pelaksana, menjadi fondasi utama terwujudnya tempat devosi tersebut.
Kini, keberadaan gua mini itu membawa dampak nyata bagi kehidupan rohani umat. Setiap pekan, umat yang tergabung dalam kelompok doa Maria Lourdes berkumpul untuk berdoa rosario bersama. Selain itu, lokasi tersebut juga menjadi tempat ziarah kecil bagi umat yang mencari ketenangan dan kekhusukan.
Suasana yang hening dan sederhana justru menjadi daya tarik tersendiri. Banyak umat datang untuk berdoa secara pribadi, memperdalam relasi spiritual, dan menemukan ketenangan di tengah dinamika kehidupan sehari-hari.
“Tempat ini membantu umat untuk semakin dekat dengan Tuhan dan memperkuat iman,” kata Aloysius.
Apresiasi juga datang dari Kepala Perwakilan Wilayah (Kaperwil) NTT, Brigita Abi, yang menilai pembangunan gua Maria tersebut sebagai hasil dari kerja sama yang solid antara imam dan umat.
Ia berharap kehadiran gua mini ini tidak hanya menjadi simbol fisik, tetapi juga mampu membangkitkan semangat persatuan dalam keluarga-keluarga umat serta memperdalam kehidupan iman di tingkat komunitas.
“Semoga ini menjadi tempat yang terus menghidupkan iman umat dan mempererat persaudaraan,” ujarnya.
Di tengah segala keterbatasan, gua Maria Oemeu menjadi bukti bahwa inisiatif sederhana yang dilandasi iman dan kebersamaan mampu menghadirkan perubahan yang berarti. Dari ruang kecil yang sunyi, tumbuh harapan besar bagi kehidupan rohani umat di pelosok negeri.
Bergitha maria abi















