Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaNasional

Defisit APBN Februari 2026 Capai Rp135,7 Triliun, Pemerintah Siapkan Opsi Efisiensi Anggaran

11
×

Defisit APBN Februari 2026 Capai Rp135,7 Triliun, Pemerintah Siapkan Opsi Efisiensi Anggaran

Sebarkan artikel ini

Jakarta-Breakingnewspost.id — Menteri Keuangan Purbaya mengungkapkan defisit Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) hingga akhir Februari 2026 mencapai Rp135,7 triliun atau 0,53% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB). Angka ini lebih besar dibandingkan periode yang sama tahun 2025 yang mencatat defisit Rp30,7 triliun atau 0,13% PDB.

Total belanja negara per 28 Februari 2026 tercatat Rp493,8 triliun, meningkat 41,9% secara tahunan (year-on-year/yoy). Sementara itu, penerimaan negara mencapai Rp358 triliun, tumbuh 12,8% (yoy). Dari sisi pembiayaan, realisasi mencapai Rp164,2 triliun, meningkat 33,2% (yoy).

Dengan perkembangan tersebut, keseimbangan primer mengalami defisit sebesar Rp35,9 triliun.

Belanja negara sebesar Rp493,8 triliun didominasi oleh belanja pemerintah pusat yang mencapai Rp345,1 triliun, meningkat 63,7% (yoy).

Rinciannya meliputi:

1. Belanja kementerian/lembaga (K/L): Rp155 triliun (tumbuh 85,5%)

2. Belanja non-K/L: Rp191 triliun (naik 49,4%)

3. Transfer ke Daerah (TKD): Rp147,7 triliun (tumbuh 8,1%)

Di sisi penerimaan negara sebesar Rp358 triliun, kontribusi terbesar berasal dari:

1. Penerimaan pajak: Rp245,1 triliun (tumbuh 30,4%)

2. Kepabeanan dan cukai: Rp44,9 triliun (turun 14,7%)

3. Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP): Rp68 triliun (turun 11,4%)

Risiko Harga Minyak terhadap Defisit APBN

Menkeu Purbaya juga menyampaikan pemerintah membuka opsi efisiensi anggaran Program Makan Bergizi Gratis (MBG) jika harga minyak dunia melonjak hingga USD92 per barel, yang berpotensi membuat defisit APBN melampaui batas 3% PDB.

 

Menurut simulasi pemerintah, jika harga minyak rata-rata mencapai USD92 per barel sepanjang tahun, defisit APBN dapat melebar hingga 3,6% dari PDB.

Meski demikian, pemerintah menegaskan efisiensi tidak akan mengurangi anggaran pemberian makanan bagi pelajar, ibu hamil, dan lansia. Penghematan akan difokuskan pada belanja pendukung program, seperti pengadaan barang.

Selain efisiensi pada MBG, pemerintah juga mempertimbangkan penundaan belanja infrastruktur yang bersifat multiyears. Opsi lain yang disiapkan adalah penyesuaian harga bahan bakar minyak (BBM) jika tekanan harga minyak semakin meningkat.

Purbaya menyatakan pemerintah memiliki pengalaman menghadapi lonjakan harga minyak hingga di atas USD100 per barel, sehingga berbagai skenario mitigasi telah disiapkan.

Diketahui, dalam APBN 2026, anggaran Program Makan Bergizi Gratis ditetapkan sebesar Rp335 triliun dengan target 82,9 juta penerima. Anggaran ini meningkat signifikan dibandingkan tahun 2025 yang sebesar Rp71 triliun dengan target 17,9 juta penerima.

Program tersebut menjadi sorotan publik karena mengambil sekitar sepertiga dari total anggaran pendidikan, yang mencapai Rp233,5 triliun.Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *