Pelaihari-Breakingnewspost.id — Pertikaian berdarah terjadi di atas tongkang batu bara yang sedang sandar di perairan Tabanio, Senin (4/5/2026) malam sekitar pukul 20.00 WITA. Insiden tersebut berujung maut setelah seorang pria dilaporkan tewas akibat luka senjata tajam.
Korban diketahui merupakan warga Desa Karya Baru, Kabupaten Barito Kuala. Sementara terduga pelaku berhasil diamankan aparat kepolisian tidak lama setelah kejadian.
Kapolres Tanah Laut Ricky Boy Siallagan melalui Kasat Polairud Alamsyah Sugiarto mengatakan, seluruh pihak yang terlibat dalam insiden tersebut merupakan warga Kecamatan Tabunganen, Kabupaten Barito Kuala. Namun, lokasi kejadian berada di wilayah perairan Kabupaten Tanah Laut.
“Dugaan sementara dipicu rebutan sisa batu bara di tongkang,” ujar Alamsyah.
Berdasarkan hasil penyelidikan awal, perkelahian itu diduga bermula dari persaingan mencari limbah atau sisa batu bara di dalam palka tongkang. Aktivitas pengambilan sisa batu bara tersebut disebut kerap dilakukan warga pada malam hari untuk kemudian dijual kembali.
Dalam pertikaian itu, korban mengalami luka akibat senjata tajam hingga akhirnya meninggal dunia di lokasi kejadian. Aparat kepolisian yang menerima laporan langsung melakukan penyelidikan dan berkoordinasi dengan jajaran kepolisian di wilayah Barito Kuala.
Tidak lama setelah peristiwa tersebut, terduga pelaku disebut menyerahkan diri secara kooperatif di Polsek Tabunganen.
“Pelaku sudah kami jemput dari polsek dan dibawa ke Polres Tala untuk menjalani proses hukum lebih lanjut,” kata Alamsyah.
Kasus ini kini ditangani Satpolairud Polres Tanah Laut untuk mengungkap kronologi lengkap kejadian, termasuk memastikan motif utama pertikaian dan peran masing-masing pihak yang terlibat.
Peristiwa tersebut juga kembali menyoroti aktivitas pengambilan limbah batu bara di kawasan tongkang yang selama ini kerap dilakukan warga pesisir. Selain rawan menimbulkan konflik sosial, aktivitas itu juga dinilai memiliki risiko keselamatan tinggi karena dilakukan di area operasional pengangkutan batu bara.
Hingga kini, polisi masih melakukan pendalaman dan belum menyampaikan identitas lengkap korban maupun pelaku kepada publik.
Herman Soetiady















