Kupang | BreakingNewsPost.id – Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT) menjadikan peringatan Hari Anak Nasional (HAN) Tahun 2026 sebagai momentum untuk memperkuat komitmen bersama dalam memenuhi hak-hak anak serta membangun generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter.
Komitmen tersebut disampaikan Gubernur NTT Emanuel Melkiades Laka Lena saat membuka secara resmi Peringatan Hari Anak Nasional Tingkat Provinsi NTT di Alun-Alun Rumah Jabatan Gubernur NTT, Kupang, Sabtu (25/7/2026).
Mengusung tema “Sayang Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan”, kegiatan ini diikuti ratusan anak dari jenjang Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD) hingga Sekolah Menengah Atas (SMA), bersama orang tua, guru, serta berbagai pemangku kepentingan yang bergerak di bidang perlindungan anak.
Menurut Gubernur Melki, pembangunan sumber daya manusia harus dimulai sejak usia dini karena kualitas anak-anak saat ini akan menentukan arah pembangunan NTT dan Indonesia pada masa mendatang.
“Seluruh anak-anak adalah masa depan daerah kita, NTT, sekaligus masa depan Indonesia. Nasib daerah dan bangsa kita sangat ditentukan oleh kualitas anak-anak yang kita bina hari ini,” ujar Gubernur Melki dalam sambutannya.
Anak Dinilai Sebagai Investasi Pembangunan Jangka Panjang
Dalam pidatonya, Gubernur Melki menegaskan bahwa investasi terbaik yang dapat dilakukan pemerintah maupun masyarakat bukan hanya pembangunan infrastruktur, melainkan juga memastikan setiap anak memperoleh pendidikan yang layak, perlindungan dari berbagai bentuk kekerasan, pelayanan kesehatan, serta ruang untuk mengembangkan potensi diri.
Ia mengajak seluruh pihak, mulai dari keluarga, sekolah, pemerintah, hingga masyarakat, untuk mengambil peran aktif dalam menciptakan lingkungan yang aman dan mendukung tumbuh kembang anak.
Menurutnya, keberhasilan pembangunan daerah tidak dapat dilepaskan dari kualitas generasi muda yang dipersiapkan sejak sekarang.
Bangun Karakter Sejak Dini
Selain menekankan pentingnya pendidikan formal, Gubernur Melki mengingatkan bahwa pembentukan karakter memiliki peran yang sama pentingnya dalam membangun generasi unggul.
Ia mendorong anak-anak untuk membiasakan diri belajar dengan tekun, menghormati orang tua dan guru, serta membangun kedekatan spiritual sebagai bekal menghadapi masa depan.
Kepada seluruh anak-anak, ada beberapa hal yang harus dilakukan untuk mencapai kesuksesan, yaitu rajin belajar, mematuhi nasihat orang tua, menghormati dan mendengarkan arahan para guru, serta rajin berdoa. Jika hal-hal ini dilakukan dengan sungguh-sungguh, saya yakin kalian akan menjadi generasi yang hebat dan membanggakan Nusa Tenggara Timur,” pesannya.
Jam Belajar Masyarakat Kembali Ditekankan
Pada kesempatan tersebut, Gubernur Melki juga mengingatkan pentingnya pelaksanaan Peraturan Gubernur tentang Jam Belajar Masyarakat, yang mengatur waktu belajar di rumah setiap pukul 18.00 hingga 19.30 WITA.
Menurutnya, kebijakan tersebut merupakan salah satu langkah Pemerintah Provinsi NTT dalam membangun budaya belajar di lingkungan keluarga sekaligus meningkatkan kualitas sumber daya manusia.
Ia mengajak seluruh orang tua untuk menjadikan waktu tersebut sebagai kesempatan mendampingi anak belajar, sekaligus mengurangi aktivitas yang dapat mengganggu konsentrasi belajar.
Saya mengajak seluruh anak-anak, para orang tua, guru, dan seluruh masyarakat Nusa Tenggara Timur untuk bersama-sama menyukseskan pelaksanaan Jam Belajar Masyarakat. Mari kita jadikan waktu tersebut sebagai momentum bagi anak-anak untuk belajar dengan sungguh-sungguh sehingga kita dapat menyiapkan generasi muda NTT yang unggul, berkarakter, dan siap menyongsong Indonesia Emas 2045,” katanya.
Edukasi dan Pelayanan bagi Anak
Peringatan Hari Anak Nasional tahun ini juga diisi berbagai kegiatan edukatif dan rekreatif, antara lain senam bersama, permainan edukasi, serta penyerahan bantuan secara simbolis oleh Gubernur NTT.
Bantuan tersebut meliputi Kartu Identitas Anak (KIA), pita LILA sebagai alat skrining sederhana untuk mendeteksi risiko malnutrisi pada anak, buku bacaan, serta permainan edukatif yang diharapkan dapat mendukung proses belajar dan tumbuh kembang anak.
Rangkaian kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah daerah dalam meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya pemenuhan hak anak, mulai dari identitas hukum, kesehatan, pendidikan, hingga perlindungan.
Perlu Sinergi Seluruh Pihak
Peringatan Hari Anak Nasional di Provinsi NTT tidak hanya dimaknai sebagai kegiatan seremonial, tetapi juga menjadi pengingat bahwa pembangunan sumber daya manusia memerlukan kolaborasi lintas sektor.
Keberhasilan mewujudkan generasi yang sehat, cerdas, dan berkarakter, menurut Pemerintah Provinsi NTT, bergantung pada sinergi antara pemerintah, keluarga, sekolah, dunia pendidikan, organisasi masyarakat, serta seluruh pemangku kepentingan.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua TP PKK Provinsi NTT Asti Laka Lena, Staf Ahli TP PKK Provinsi NTT Vera Asadoma, unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Provinsi NTT, pimpinan perangkat daerah lingkup Pemerintah Provinsi NTT, serta berbagai organisasi dan lembaga yang bergerak di bidang pemenuhan hak dan perlindungan anak.
Melalui peringatan Hari Anak Nasional 2026, Pemerintah Provinsi NTT berharap komitmen untuk melindungi, mendidik, dan memberdayakan anak terus diperkuat sehingga lahir generasi yang mampu menjadi penggerak kemajuan daerah sekaligus berkontribusi bagi terwujudnya Indonesia Emas 2045.
Penulis: Bergita Abi















