Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Iwan Hammer: Pembangunan Sulsel Tak Cukup Infrastruktur, UMKM dan PKL Harus Jadi Prioritas

25
×

Iwan Hammer: Pembangunan Sulsel Tak Cukup Infrastruktur, UMKM dan PKL Harus Jadi Prioritas

Sebarkan artikel ini

BONE,BreakingNewsPost.id – Ketua Dewan Pimpinan Wilayah Asosiasi Pedagang Kaki Lima Indonesia Perjuangan (DPW APKLI-P) Sulawesi Selatan, Iwan Hammer, menilai Sulawesi Selatan membutuhkan figur pemimpin daerah yang memiliki komitmen kuat dalam memperkuat sektor usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) serta pedagang kaki lima (PKL) sebagai fondasi ekonomi kerakyatan.

Pernyataan tersebut disampaikan Iwan di tengah upaya DPW APKLI-P Sulawesi Selatan memperluas konsolidasi organisasi di berbagai daerah. Setelah memperkuat kepengurusan di Kabupaten Kepulauan Selayar dan Kabupaten Soppeng, organisasi itu kini memperluas pembentukan kepengurusan serta pendampingan pelaku UMKM dan PKL di Kabupaten Luwu, Luwu Utara, Enrekang, Pinrang, dan Tana Toraja.

Menurut Iwan, penguatan organisasi di berbagai daerah merupakan bagian dari upaya membangun jaringan ekonomi kerakyatan yang mampu memperjuangkan kepentingan pelaku usaha kecil agar memiliki daya saing yang lebih baik.

Menurutnya, keberhasilan seorang kepala daerah tidak cukup diukur dari capaian pembangunan infrastruktur. Kepemimpinan juga harus tercermin dari kemampuan menghadirkan kebijakan yang membuka ruang tumbuh bagi UMKM dan PKL melalui kemudahan perizinan, akses permodalan, perluasan pasar, pendampingan usaha, serta kepastian hukum dalam berusaha.

Pemimpin yang baik bukan hanya membangun jalan, jembatan, atau gedung. Yang lebih penting adalah bagaimana membangun ekonomi rakyat melalui kebijakan yang benar-benar berpihak kepada UMKM dan pedagang kaki lima,” ujar Iwan Hammer.»

Ia menilai UMKM dan PKL merupakan sektor strategis yang selama ini menjadi tulang punggung ekonomi masyarakat karena mampu menyerap tenaga kerja, menggerakkan aktivitas perdagangan, serta menjadi sumber penghasilan bagi jutaan keluarga.

Karena itu, menurutnya, pemerintah daerah perlu memberikan perhatian lebih besar terhadap penguatan ekonomi kerakyatan melalui program pemberdayaan yang berkelanjutan agar pelaku usaha kecil mampu bertahan dan berkembang di tengah persaingan ekonomi yang semakin ketat.

Sulawesi Selatan membutuhkan pemimpin yang memiliki keberpihakan nyata kepada UMKM dan PKL. Ketika usaha kecil tumbuh dan berkembang, lapangan kerja akan terbuka, daya beli masyarakat meningkat, dan ekonomi daerah akan bergerak lebih kuat,” tegasnya.»

Iwan berharap pemerintah daerah terus memperkuat kolaborasi dengan organisasi pelaku usaha, dunia usaha, lembaga keuangan, serta berbagai pemangku kepentingan agar kebijakan yang dihasilkan benar-benar menjawab kebutuhan UMKM dan pedagang kaki lima.

Menurutnya, pembangunan ekonomi yang berkelanjutan tidak hanya bertumpu pada investasi berskala besar, tetapi juga pada kemampuan pemerintah memperkuat ekonomi kerakyatan. Dengan demikian, manfaat pertumbuhan ekonomi diharapkan dapat dirasakan secara lebih merata oleh masyarakat hingga ke tingkat desa dan kelurahan.

Reporter: Tim Liputan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *