SOPPENG | BreakingNewspost.id — Kelangkaan elpiji bersubsidi 3 kilogram di Kabupaten Soppeng, Sulawesi Selatan sabtu (29/8/2026) mendesak pemerintah daerah, aparat penegak hukum (APH), dan instansi terkait menelusuri rantai distribusinya. Salah satu informasi yang berkembang menyebut LPG 3 kg diduga dibawa ke luar daerah, termasuk menuju Morowali, Sulawesi Tengah.
Aktivis hukum Rudiandi C.BJ., C.EJ., C.In. meminta pemeriksaan dilakukan dari tingkat pasokan hingga penjualan kepada masyarakat. Menurut dia, dugaan aliran LPG bersubsidi ke luar wilayah perlu diuji dengan data distribusi dan pemeriksaan lapangan.
“Kalau memang informasi benar LPG bersubsidi dari Soppeng dibawa keluar daerah, jalur distribusinya perlu diperiksa. Jangan sampai masyarakat di Soppeng mengalami kelangkaan, sementara barang subsidi justru mengalir ke wilayah lain,” ujar Rudiandi.
Informasi lain yang berkembang menyebut adanya bus lintas daerah tujuan Morowali yang diduga membawa tabung LPG 3 kg saat melintas. Informasi tersebut belum terverifikasi sehingga belum dapat disimpulkan sebagai pelanggaran.
Rudiandi mendorong APH bersama instansi terkait memastikan kebenaran informasi tersebut melalui pemeriksaan sesuai kewenangan. Pemeriksaan, jika dilakukan, dapat mencakup asal barang, jumlah tabung, tujuan pengiriman, serta dokumen atau keterangan yang menyertai pengangkutan.
Rantai Distribusi Perlu Ditelusuri
Kelangkaan LPG 3 kg tidak cukup dijawab hanya dengan menambah pasokan. Pemerintah perlu memastikan bagaimana barang bersubsidi bergerak dari agen atau pangkalan hingga sampai kepada konsumen.
Data alokasi, jumlah pasokan yang masuk, penjualan, dan stok di pangkalan dapat dicocokkan untuk melihat apakah terdapat ketidaksesuaian.
Jika ditemukan selisih yang tidak dapat dijelaskan, jalur distribusinya perlu ditelusuri lebih lanjut. Langkah itu penting untuk membedakan persoalan pasokan dengan dugaan distribusi yang menyimpang.
Informasi mengenai LPG yang diduga mengalir ke Morowali juga perlu dibuktikan. Tanpa data dan pemeriksaan, informasi tersebut tetap berada pada tingkat dugaan.
Bus Lintas Daerah Didorong Diperiksa Secara Terukur
Informasi mengenai bus tujuan Morowali yang diduga membawa LPG 3 kg menjadi salah satu hal yang diminta untuk ditelusuri.
Namun, pemeriksaan kendaraan harus dilakukan berdasarkan kewenangan dan prosedur yang berlaku. Identitas kendaraan, waktu perjalanan, asal barang, tujuan, jumlah tabung, serta dokumen pengangkutan menjadi bagian yang dapat diverifikasi apabila terdapat dasar pemeriksaan.
Pendekatan tersebut penting agar dugaan tidak berkembang menjadi tuduhan terhadap pengusaha angkutan atau pihak tertentu sebelum fakta diperoleh.
Pemda dan APH Diminta Tidak Menunggu Kelangkaan Memburuk
Pemerintah daerah bersama APH dan instansi teknis diminta aktif mengawasi distribusi LPG 3 kg. Pengawasan dinilai perlu mencakup seluruh mata rantai, bukan hanya titik penjualan terakhir.
Pemerintah Desa, pemerintah kecamatan, agen, pangkalan, dan unsur kewilayahan juga dapat dilibatkan dalam pemantauan ketersediaan dan distribusi sesuai kewenangannya.
Jika ditemukan distribusi LPG bersubsidi ke luar wilayah yang tidak sesuai ketentuan, pihak berwenang dapat mengambil langkah berdasarkan hasil pemeriksaan.
Sebaliknya, apabila dugaan tersebut tidak terbukti, hasil pemeriksaan perlu disampaikan agar masyarakat mendapatkan kepastian dan tidak terus dibayangi informasi yang belum terkonfirmasi.
Kelangkaan Harus Dijawab dengan Fakta
Persoalan LPG 3 kg di Soppeng pada akhirnya bukan hanya soal jumlah tabung yang tersedia di pangkalan. Pertanyaan yang perlu dijawab adalah berapa pasokan yang masuk, ke mana barang disalurkan, siapa yang menerima, dan berapa jumlah yang akhirnya sampai kepada masyarakat.
Jika dugaan aliran LPG menuju Morowali terbukti, pemerintah dan APH perlu menelusuri bagaimana barang bersubsidi tersebut dapat keluar dari wilayah Soppeng. Jika tidak terbukti, masyarakat juga berhak mengetahui penyebab kelangkaan yang terjadi.
Rudiandi meminta Pemda Soppeng, APH, dan instansi terkait melakukan pemeriksaan menyeluruh terhadap rantai distribusi LPG 3 kg, termasuk menindaklanjuti informasi mengenai bus lintas daerah tujuan Morowali.Red















