Sulawesi Utara-BreakingNewspost.id — Duka mendalam menyelimuti keluarga besar gerakan buruh di Sulawesi Utara. Jetmon Nalang, Ketua DPD Sulawesi Utara Konfederasi Aliansi Serikat Buruh Indonesia, berpulang pada Sabtu (18/4/2026).
Kepergiannya bukan sekadar kehilangan seorang pemimpin organisasi, melainkan juga sosok yang selama ini menjadi penopang harapan bagi banyak pekerja. Bagi mereka yang mengenalnya, ia adalah pribadi sederhana, tegas, namun penuh kepedulian.
Di tengah dinamika perjuangan buruh yang kerap penuh tekanan, Jetmon dikenal sebagai figur yang tidak banyak bicara, tetapi konsisten bekerja. Ia hadir di garis depan, menyuarakan hak-hak pekerja yang sering kali terpinggirkan.
Bagi kalangan buruh, namanya bukan hanya tercatat sebagai ketua. Ia adalah simbol keberanian—seseorang yang memilih berdiri bersama mereka yang lemah, bahkan ketika jalan yang ditempuh tidak mudah.
Kepergian itu terasa begitu tiba-tiba. Sosok yang dikenal aktif dan tak kenal lelah dalam berbagai kegiatan organisasi maupun sosial, kini telah tiada. Namun, jejak langkahnya tetap hidup dalam ingatan banyak orang.
Rekan-rekan seperjuangan mengenang Jetmon sebagai pemimpin yang turun langsung ke lapangan. Ia tidak menjaga jarak. Ia hadir, mendengar, dan berusaha menjadi bagian dari solusi.
“Beliau bukan hanya memimpin, tetapi juga melayani,” ungkap salah seorang anggota KASBI yang pernah mendampinginya dalam berbagai aksi.
Ketegasan dalam memperjuangkan hak buruh berjalan seiring dengan kelembutan sikapnya dalam berinteraksi. Ia mampu merangkul banyak kalangan—baik pekerja, pemerintah, maupun masyarakat umum.
Tak sedikit yang menganggapnya sebagai guru kehidupan. Dari dirinya, banyak orang belajar tentang arti kesetiaan, disiplin, dan keberanian dalam memperjuangkan kebenaran.
Ucapan duka dan penghormatan pun mengalir dari berbagai pihak. Jajaran pengurus dan anggota KASBI Sulawesi Utara menyampaikan kehilangan mendalam atas sosok yang telah mendedikasikan hidupnya bagi kaum pekerja.
Duka serupa datang dari lingkungan pemerintah daerah. Keluarga besar Dinas Tenaga Kerja dan Transmigrasi Provinsi Sulawesi Utara turut menyampaikan belasungkawa, mengenang almarhum sebagai pribadi yang memiliki perhatian besar terhadap isu ketenagakerjaan.
Sejumlah papan ucapan duka cita juga berdiri sebagai bentuk penghormatan terakhir, termasuk dari Plt. Kepala Dinas Nakertransda Sulut, Noldy Z. Salindeho, serta Panitia May Day 2026. Hal ini menjadi penanda bahwa almarhum adalah sosok yang dihormati lintas kalangan.
Kepergian Jetmon memang meninggalkan ruang kosong. Namun, nilai-nilai yang ia tanamkan tak ikut pergi. Semangat membela keadilan, keberanian bersuara, dan ketulusan dalam melayani tetap menjadi warisan yang hidup.
Dalam setiap langkah perjuangan buruh ke depan, namanya akan terus disebut—bukan sebagai kenangan semata, melainkan sebagai pengingat akan arah perjuangan.
Bahwa hidup, seperti yang ia tunjukkan, bukan hanya tentang keberadaan, tetapi tentang makna yang ditinggalkan.
Di tengah duka yang menyelimuti, doa-doa terus dipanjatkan. Kiranya keluarga yang ditinggalkan diberi kekuatan dan ketabahan.
Sebagaimana tertulis dalam Injil Yohanes 11:25, “Akulah kebangkitan dan hidup; barangsiapa percaya kepada-Ku, ia akan hidup walaupun ia sudah mati.”
Selamat jalan, Jetmon Nalang.
Langkahmu mungkin terhenti, tetapi semangatmu akan terus berjalan—dalam suara-suara yang kau bangkitkan, dan dalam perjuangan yang tak akan pernah selesai.
Liputan:Topan angkobos















