Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pendidikan

Komsos Atambua Perkuat Pewartaan Digital, Pastor Inosensius: Jangan Cepat Puas, Terus Belajar

37
×

Komsos Atambua Perkuat Pewartaan Digital, Pastor Inosensius: Jangan Cepat Puas, Terus Belajar

Sebarkan artikel ini

ATAMBUA, BELU-BreakingNewspost.id Arus digitalisasi yang semakin cepat mendorong lembaga keagamaan untuk beradaptasi dengan pola komunikasi baru. Menyambut Hari Komunikasi Sosial Sedunia ke-60, Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Atambua di Kabupaten Belu, Nusa Tenggara Timur, menggelar pembekalan produksi TV streaming dan pelatihan host bagi para volunter Komsos dari berbagai paroki di wilayah keuskupan.

Kegiatan yang berlangsung selama dua hari, 15–16 Mei 2026, di Emaus Pastoral Center itu menjadi bagian dari upaya memperkuat pewartaan gereja melalui media digital di tengah perubahan pola konsumsi informasi masyarakat.

Dalam rilis yang diterima media pada Rabu (20/5/2026), Simpro Leki dari Komsos Atambua menjelaskan bahwa pembekalan menghadirkan pemateri dari Komunikasi Sosial Konferensi Waligereja Indonesia (KWI), Samuel Krismanto.

Selama pelatihan, peserta mendapat materi yang tidak hanya bersifat teoritis, tetapi juga praktik langsung terkait pengelolaan media digital gereja. Materi yang diberikan mencakup pemahaman dunia TV streaming, alasan pentingnya TV streaming bagi Keuskupan Atambua, strategi pewartaan melalui media digital, hingga pemilihan platform yang tepat untuk distribusi konten.

Selain itu, peserta juga dibekali pengetahuan mengenai struktur tim produksi TV streaming, teknik penyiaran, tata cara mengirim berita online dan offline, teknik reportase, hingga tips menulis berita digital yang efektif.

Tidak hanya fokus pada aspek jurnalistik, pembekalan turut menyentuh pengembangan program pastoral digital seperti renungan harian, tayangan “Oase Rohani”, dialog iman dan komunitas, pembelajaran iman Katolik, hingga strategi membangun gereja yang lebih dekat dengan umat melalui media digital.

Samuel Krismanto, yang akrab disapa Mas Kris, menegaskan bahwa komunikasi sosial gereja bukan sekadar aktivitas media, tetapi juga sarana membangun relasi antarmanusia.

“Komsos itu bagaimana kita berkomunikasi dengan sesama dan dengan orang lain. Lewat Komsos kita menemukan jejaring dan membangun relasi,” ujarnya saat penutupan kegiatan.

Ia juga menekankan bahwa perkembangan media digital menuntut para pegiat komunikasi gereja untuk terus belajar dan tidak berhenti mengembangkan kemampuan.

“Komsos adalah pewartaan gereja melalui media. Karena itu para peserta harus terus belajar,” kata Mas Kris.

Usai sesi materi, peserta dibagi ke dalam beberapa kelompok praktik. Mereka dilatih menjadi presenter, belajar teknik pengambilan gambar video dan foto, hingga simulasi produksi konten sederhana untuk kebutuhan media gereja.

Ketua Komisi Komunikasi Sosial Keuskupan Atambua, Pastor Inosensius Nahak Berek, yang akrab disapa Romo Ino, dalam arahannya menegaskan bahwa media memiliki peran penting sebagai jembatan antara iman dan dunia digital.

Ia mengingatkan peserta agar tidak cepat merasa puas dengan kemampuan yang dimiliki saat ini.

“Jangan merasa puas, tetapi terus belajar. Media bukan hanya alat penyampaian informasi, melainkan wahana yang menghidupkan pesan kasih Allah agar menjangkau umat di mana saja,” ungkapnya.

Menurut Romo Ino, komunikasi yang dibangun gereja tidak hanya berbicara tentang kecepatan penyampaian pesan, tetapi juga bagaimana menghadirkan nilai kebenaran, kasih, dan penghormatan terhadap martabat manusia di ruang digital.

Ia juga mendorong peserta agar semakin tekun mengembangkan kreativitas dalam bermedia demi mendukung karya pewartaan gereja di tengah masyarakat.

“Banyak hal positif yang bisa dilakukan melalui media untuk membantu orang menemukan jati dirinya dan menjadi berarti bagi sesama,” katanya.

Antusiasme peserta terlihat selama pelatihan berlangsung. Salah satu peserta asal Paroki Wini Perbatasan, Riki, mengaku senang karena pembekalan tersebut memberinya pengalaman baru di bidang media digital.

“Dengan adanya pembekalan dan praktik langsung, saya sekarang sudah bisa menggunakan kamera untuk mengambil video dan foto,” ujarnya.

Kegiatan pembekalan ini diikuti 10 peserta utusan dari sejumlah paroki di empat dekenat wilayah Keuskupan Atambua, yakni Dekenat Belu Utara, Dekenat Malaka, Dekenat Kefamenanu, dan Dekenat Mena. Sejumlah kru Komsos Atambua juga turut hadir mendampingi jalannya kegiatan.

Di tengah berkembangnya platform digital dan perubahan pola komunikasi masyarakat, pelatihan semacam ini dinilai menjadi langkah strategis gereja untuk memperluas jangkauan pewartaan sekaligus membangun ruang komunikasi yang lebih dekat dengan umat, khususnya generasi muda yang kini semakin akrab dengan media digital.

Yuvenfernandez

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *