Sikka-Breakingnewspost.id — Di tengah dorongan pemerintah memperkuat daya saing produk UMKM lokal, Koperasi Serba Usaha Plea Puli dipercaya mengelola Rumah Kemasan Kabupaten Sikka. Kehadiran fasilitas tersebut diproyeksikan menjadi salah satu simpul penguatan ekonomi kerakyatan, khususnya bagi pelaku usaha kecil di Flores yang selama ini masih menghadapi keterbatasan dalam aspek desain, pengemasan, dan pemasaran produk.
General Manager Rumah Kemasan Kabupaten Sikka, Polikarpus M. Batawarat, kepada Breakingnewspost.id, Jumat (8/5/2026), menjelaskan bahwa proses lahirnya rumah kemasan tersebut dimulai sejak awal 2024. Saat itu, mantan Kepala Dinas Perindagkop Kabupaten Sikka, Yosef Benyamin, mendatangi Koperasi Plea Puli di Desa Bloro, Kecamatan Nita.
Menurut Polikarpus, koperasi tersebut kemudian diusulkan dan dipilih oleh Kementerian Koperasi dan UMKM untuk mengelola rumah kemasan karena dinilai memenuhi sejumlah indikator kelembagaan dan tata kelola koperasi.
“Pemerintah menyiapkan gedung dan mesin-mesin pengolahan, sementara koperasi menyiapkan modal usaha. Dengan semangat anggota dan pengurus, kami menyetujui kerja sama ini,” ujar Poli.
Ia menjelaskan, dari seluruh koperasi di wilayah daratan Flores, hanya Koperasi Plea Puli yang dinilai memenuhi syarat administrasi maupun kelembagaan untuk mengelola program tersebut. Penilaian itu mencakup struktur organisasi, legalitas usaha, hingga konsistensi pelaksanaan Rapat Anggota Tahunan (RAT).
“Kami dipilih karena struktur koperasi jelas, legalitas lengkap, dan RAT dilaksanakan rutin setiap tahun secara disiplin,” katanya.
Kepercayaan yang diberikan kepada koperasi berbasis desa itu dinilai menjadi sinyal bahwa pemerintah mulai mendorong penguatan koperasi kecil agar tidak sekadar menjadi pelengkap administrasi, tetapi benar-benar menjadi motor penggerak ekonomi masyarakat.
Namun demikian, tantangan yang dihadapi tidak ringan. Persaingan produk UMKM di era digital menuntut kualitas kemasan yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga memenuhi standar keamanan, daya tahan, dan identitas produk lokal agar mampu bersaing di pasar yang lebih luas.
Karena itu, Rumah Kemasan Kabupaten Sikka diposisikan bukan sekadar tempat produksi kemasan, melainkan pusat layanan terpadu yang membantu pelaku UMKM membangun identitas merek dan meningkatkan nilai jual produknya.
Pembahasan nota kesepahaman (MoU) dan Perjanjian Kerja Sama (PKS) antara koperasi dan Pemerintah Kabupaten Sikka mulai dilakukan pada akhir 2024. Dalam proses tersebut, koperasi diwakili ketua, bendahara, sejumlah pengurus, serta Polikarpus M. Batawarat yang ditunjuk mewakili pengurus koperasi.
Pembahasan berlangsung hampir satu tahun dengan melibatkan sejumlah pejabat daerah, di antaranya mantan Kepala Dinas Perindagkop Fredy Lepe, Asisten I Setda Kabupaten Sikka Fitri, Kabag Pemerintahan saat itu Edmon Bura, serta beberapa kepala bidang terkait.
Setelah posisi Kepala Dinas Perindagkop beralih kepada Valerius Samador, proses penyelesaian MoU dan PKS dipercepat hingga mencapai kesepakatan akhir, termasuk terkait pola pembagian hasil kerja sama dengan durasi pengelolaan selama lima tahun dan dapat diperpanjang.
Menurut Poli, pola kerja sama tersebut dirancang agar memberi manfaat timbal balik, baik bagi koperasi maupun pemerintah daerah.
“Tujuannya supaya koperasi berkembang, tetapi juga ada kontribusi terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD) Kabupaten Sikka,” ujarnya.
Rumah Kemasan Kabupaten Sikka Plea Puli berlokasi di Jalan Litbang, Kelurahan Kota Uneng, Kecamatan Alok, tepat di depan Kantor Dinas Pertanian Kabupaten Sikka. Penandatanganan resmi MoU dan PKS bersama Bupati Sikka direncanakan dilakukan bersamaan dengan peluncuran rumah kemasan pada Juni mendatang.
Saat ini, pengelola mulai melakukan uji operasional sekaligus survei pasar. Sasaran layanan tidak hanya UMKM di Kabupaten Sikka, tetapi juga pelaku usaha di berbagai wilayah Flores, termasuk sektor kafe dan usaha kuliner.
Poli mengakui, respons pelaku UMKM cukup tinggi. Antusiasme datang tidak hanya dari Maumere, tetapi juga dari Larantuka hingga Adonara.
Kondisi tersebut menunjukkan bahwa kebutuhan terhadap layanan pengemasan modern di Flores cukup besar. Selama ini, banyak pelaku UMKM masih mengandalkan kemasan sederhana sehingga produk lokal kesulitan bersaing di pasar retail modern maupun pemasaran digital.
Rumah Kemasan Plea Puli menargetkan diri menjadi pusat layanan kemasan yang mendukung UMKM, industri lokal, kafe, dan usaha kuliner melalui penyediaan desain kemasan inovatif dan ramah lingkungan.
Adapun misi yang diusung meliputi penyediaan solusi kemasan berkualitas dengan harga terjangkau, layanan desain dan konsultasi gratis, pengembangan kemasan berbasis teknologi, hingga menjaga keberlanjutan lingkungan melalui penggunaan material yang lebih ramah lingkungan.
Dalam struktur pengelolaan, koperasi menunjuk Ifan Parera sebagai Manager Operasional. Saat ini tim pengelola juga diperkuat dua desainer grafis, dua operator mesin, dan satu tenaga administrasi.
Menurut Poli, jumlah tenaga kerja akan terus ditambah menyesuaikan perkembangan permintaan pasar dan kapasitas produksi.
“Kalau permintaan terus meningkat, tentu kebutuhan tenaga kerja juga akan bertambah,” katanya.
Di sisi lain, keberhasilan program tersebut nantinya akan sangat ditentukan oleh konsistensi pendampingan pemerintah, kemampuan koperasi menjaga profesionalisme pengelolaan, serta sejauh mana pelaku UMKM lokal mampu memanfaatkan layanan rumah kemasan untuk meningkatkan kualitas dan daya saing produk mereka di pasar regional maupun nasional.
Yuven Fernandez
















