Kefamenanu-BreakingNewspost.id —Umat Katolik Paroki Santa Theresia Kefamenanu merayakan Misa Malam Paskah pada Sabtu (4/4/2026) dalam suasana khidmat dan penuh sukacita. Perayaan yang dikenal sebagai Malam Suci Sabtu Alleluya ini dipimpin oleh Pastor Paroki, Romo Kanisius Oki, Pr.
Perayaan diawali dengan upacara cahaya melalui penyalaan api unggun sebagai simbol terang yang mengalahkan kegelapan. Makna liturgis ini menegaskan bahwa terang Kristus tidak pernah dikuasai oleh gelap, melainkan senantiasa hadir menerangi kehidupan manusia.
Dalam homilinya, Romo Kanisius Oki mengangkat tema “Tuhan Lewat” sebagai refleksi utama Malam Paskah. Ia mengajak umat untuk menyadari bahwa Paskah bukan sekadar perayaan kemenangan Kristus atas maut, tetapi juga momentum pengalaman pribadi akan kehadiran Tuhan yang melintasi kehidupan manusia.
“Setelah melewati masa puasa 40 hari, kini umat merayakan kemenangan atas maut, atas rasa putus asa, ketakutan, kecemasan, dan dosa,” ujarnya.
Ia mengisahkan pengalaman iman Maria Magdalena dan Maria yang lain yang datang dengan hati sedih ke kubur Yesus, namun mendapati kubur telah kosong dan batu telah terguling. Peristiwa itu, menurutnya, menjadi tanda nyata bahwa Tuhan bekerja melampaui kesedihan dan keputusasaan manusia.
Romo Kanisius menegaskan bahwa makna Paskah terletak pada pengalaman “Tuhan lewat” dalam hidup umat—melewati hati yang gelap oleh duka, dosa, dan kehampaan, lalu mengubahnya menjadi terang dan harapan.
“Tuhan mampu mengubah rasa takut menjadi keberanian, kesedihan menjadi sukacita, dan kehidupan lama menjadi kehidupan baru,” katanya.
Ia juga mengajak umat untuk bercermin pada Maria Magdalena yang bangkit dari kesedihan menuju harapan. Dalam refleksinya, ia mengajukan pertanyaan mendalam kepada umat: apakah mereka telah menyadari kehadiran Tuhan yang lewat dalam hidup mereka.
Menurutnya, titik balik Malam Paskah adalah kesediaan hati untuk dibarui. “Tuhan lewat untuk memanggil dan mengubah kita,” tegasnya.
Di akhir homili, Romo Kanisius mengajak umat untuk membuka hati dan siap menyambut kehadiran Tuhan dalam kehidupan sehari-hari, baik dalam keluarga, lingkungan, maupun dalam diri pribadi.
Sebelum berkat penutup dan perutusan, ia menyampaikan apresiasi kepada seluruh umat Paroki Santa Theresia Kefamenanu yang telah mengikuti perayaan Misa Malam Paskah dengan penuh iman dan kebersamaan.
Perayaan ini menjadi momentum penting bagi umat untuk memperbarui iman serta meneguhkan harapan akan kehidupan baru dalam terang kebangkitan Kristus.
Reporter: Bergita Abi















