Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Lima Pemuka Agama Bersatu Doa di Paskah Nasional 2026, Sulut Tunjukkan Wajah Toleransi

4
×

Lima Pemuka Agama Bersatu Doa di Paskah Nasional 2026, Sulut Tunjukkan Wajah Toleransi

Sebarkan artikel ini

Manado,BreakingNewsPost.Id — Perayaan Paskah Nasional 2026 di kawasan Pohon Kasih, Megamas, Kota Manado, Sulawesi Utara, Rabu (8/4/2026), menghadirkan momen kuat tentang persatuan dan toleransi antarumat beragama di Indonesia.

Dalam suasana khidmat, lima pemuka agama dari latar belakang berbeda tampil bersama memimpin doa untuk bangsa. Kebersamaan lintas iman tersebut menjadi simbol nyata harmoni dan kerukunan yang selama ini menjadi ciri khas Sulawesi Utara.

Mengusung tema “Supaya Mereka Semua Menjadi Satu” (Yohanes 17:21), perayaan ini dihadiri puluhan ribu jemaat serta masyarakat dari berbagai latar belakang. Kehadiran lintas agama dalam satu panggung doa mempertegas semangat persatuan di tengah keberagaman bangsa.

Ketua panitia Paskah Nasional 2026, Recky Langie, mengatakan bahwa kegiatan ini tidak hanya bersifat seremonial keagamaan, tetapi juga membawa pesan damai bagi Indonesia.

“Momentum ini menjadi wujud nyata bahwa perbedaan bukanlah penghalang, melainkan kekuatan untuk bersatu dalam kasih dan persaudaraan,” ujarnya.

Selain doa bersama, perayaan juga diisi dengan rangkaian ibadah, pujian rohani, serta penampilan sejumlah tokoh dan artis nasional yang turut menyemarakkan kegiatan.

Paskah Nasional 2026 di Manado juga mendapat dukungan penuh dari pemerintah dan berbagai elemen masyarakat, serta pengamanan aparat guna memastikan acara berlangsung aman dan tertib.

Kegiatan ini sekaligus mempertegas posisi Sulawesi Utara sebagai daerah dengan tingkat toleransi yang tinggi, di mana kehidupan antarumat beragama berjalan harmonis dan saling menghormati.

Lebih dari sekadar perayaan keagamaan, Paskah Nasional menjadi momentum refleksi spiritual sekaligus penguatan nilai persaudaraan dalam kehidupan bermasyarakat, berbangsa, dan bernegara.

Penulis :
Ferdinand Sahempa

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *