JAKARTA | Breakingnewspost.id — Suasana kekeluargaan mewarnai pertemuan Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional Persatuan Pewarta Warga Indonesia (PPWI), Wilson Lalengke, dengan Presiden Komunitas Yaman di Indonesia, Muhamad Al-Jamri, Jumat (14/8/2026).
Pertemuan yang berlangsung sekitar pukul 13.30 WIB di Sekretariat PPWI Nasional, Jakarta, tersebut menjadi ruang silaturahmi sekaligus pembahasan peluang kerja sama antara PPWI dan komunitas masyarakat Yaman di Indonesia.
Wilson Lalengke dalam pertemuan itu didampingi Deputy Bidang PPWI Internasional, Abdul Rahman Dabboussi. Sementara Muhamad Al-Jamri hadir bersama jajaran pengurus Komunitas Yaman.
Pertemuan tidak berhenti pada agenda seremonial. Kedua pihak membahas peluang sinergi dalam bidang pemberdayaan masyarakat, kemanusiaan, komunikasi, serta penguatan hubungan sosial antara masyarakat Indonesia dan Yaman.
Bangun Jembatan Indonesia-Yaman
Hubungan masyarakat Indonesia dan Yaman memiliki akar sejarah, sosial, keagamaan, dan budaya yang panjang. Karena itu, komunikasi antarkomunitas dinilai penting untuk menjaga hubungan tersebut tetap tumbuh dalam suasana saling menghormati.
Dalam konteks itu, PPWI melihat jurnalistik warga dapat mengambil peran sebagai jembatan informasi.
Melalui citizen journalism, berbagai kegiatan sosial dan kemanusiaan dapat disampaikan kepada publik secara lebih luas, sekaligus membuka ruang pemahaman lintas budaya.
Kerja sama tersebut diharapkan tidak hanya menghasilkan kegiatan publikasi, tetapi juga mendorong program yang memberikan manfaat langsung bagi masyarakat.
Bahas Program Pemberdayaan dan Kemanusiaan
Dalam dialog yang berlangsung dalam suasana akrab, kedua pihak membicarakan sejumlah kemungkinan program bersama. Fokusnya antara lain pemberdayaan, penguatan hubungan sosial, kemanusiaan, serta komunikasi antara warga Indonesia dan masyarakat Yaman.
Ruang kerja sama juga terbuka bagi komunitas Yaman yang tinggal dan beraktivitas di Indonesia maupun jejaring masyarakat di Yaman.
Bagi PPWI, kemitraan semacam ini dapat memperluas jaringan pers warga sekaligus memperkuat peran media komunitas dalam menyampaikan informasi yang humanis dan berimbang.
Nilai kemanusiaan dan persaudaraan menjadi salah satu landasan penting dalam membangun kerja sama tersebut.
Pertukaran Cendera Mata
Pertemuan kemudian ditandai dengan pertukaran cendera mata sebagai simbol persahabatan dan penghormatan.
Muhamad Al-Jamri menyerahkan plakat resmi Komunitas Yaman kepada PPWI. Pemberian tersebut menjadi simbol apresiasi sekaligus penanda hubungan baik antara kedua lembaga.
Sebaliknya, Wilson Lalengke menyerahkan Kalender Khusus UN-PPWI serta sebuah buku karya yang berkaitan dengan aktivitasnya di bidang hak asasi manusia dan jaringan internasional.
Pertukaran tersebut menjadi bagian dari pesan bahwa silaturahmi tidak hanya membangun hubungan personal, tetapi juga dapat membuka ruang kolaborasi yang lebih luas.
Dari Silaturahmi Menuju Kerja Sama Nyata
Wilson Lalengke menyambut positif kunjungan Muhamad Al-Jamri beserta jajaran pengurus Komunitas Yaman.
Ia berharap pertemuan tersebut menjadi langkah awal bagi terbentuknya kerja sama yang lebih konkret antara PPWI dan komunitas Yaman di Indonesia.
Tantangannya kini adalah menerjemahkan hubungan baik tersebut ke dalam program yang terukur dan memberi manfaat bagi masyarakat.
Silaturahmi, dalam konteks ini, tidak berhenti pada pertemuan dan pertukaran cendera mata. Ia perlu dilanjutkan melalui komunikasi rutin, pertukaran informasi, program sosial, pemberdayaan masyarakat, serta kegiatan kemanusiaan.
Dengan komunikasi yang terbuka dan saling menghormati, hubungan antara masyarakat Indonesia dan Yaman diharapkan semakin kuat.
Pertemuan PPWI dan Komunitas Yaman tersebut akhirnya membawa satu pesan sederhana: persaudaraan dapat dirawat melalui perjumpaan, dialog, dan kerja nyata.
(TIM/Red)















