PASAMAN BARAT-BreakingNewspost.id — Memasuki usia ke-24, Partai Keadilan Sejahtera (PKS) mengusung tema “Milad Berdaya: Bersama Rakyat, Menguatkan Ketahanan Indonesia.” Momentum ini dimaknai sebagai pengingat bahwa politik pelayanan harus diwujudkan melalui kerja nyata, bukan sekadar retorika.
Hal itu ditegaskan Anggota DPRD Kabupaten Pasaman Barat dari Fraksi PKS, Sulaiman, S.Sos, usai menghadiri syukuran Milad PKS bersama kader dan tokoh masyarakat di Simpang Empat, Senin (20/4/2026).
“Dua puluh empat tahun PKS melangkah. Ini bukan euforia, tapi alarm. Berdaya artinya hadir di tengah rakyat, menjadi solusi, dan berani mengambil keputusan yang berpihak,” ujar Sulaiman.
Berdaya Dimulai dari Nagari
Sulaiman menilai, konsep Milad Berdaya harus diwujudkan dari tingkat paling dasar, yakni nagari. Ia menyebut ada tiga isu utama yang menjadi fokusnya di DPRD Pasaman Barat.
Pertama, ketahanan sosial keagamaan. Ia menyoroti wacana penghapusan insentif bagi Da’i Nagari, guru TPA/TPQ, gharim, dan imam masjid. Menurutnya, kebijakan tersebut berpotensi melemahkan fondasi pembinaan umat.
“Visi daerah kita berbasis iman dan taqwa. Kalau ujung tombak pembinaan di nagari tidak diperkuat, kita mau bangun ketahanan dari mana? APBD harus berpihak. Ini investasi, bukan beban,” tegasnya.
Kedua, penegakan perda tanpa tebang pilih. Menanggapi razia gabungan di kafe karaoke Jambak Selatan, Kecamatan Luhak Nan Duo, ia mengapresiasi langkah tersebut, namun menekankan pentingnya konsistensi.
“Penindakan itu bagus, tapi jangan musiman. Kalau masih ada pelanggaran di tempat lain yang dibiarkan, publik bisa menilai ini hanya pencitraan. Ketegasan harus merata,” ujarnya.
Ketiga, penguatan ekonomi rakyat. Ia mendorong peningkatan anggaran untuk sektor pertanian, irigasi, dan UMKM nagari sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan ekonomi daerah.
“Ketahanan Indonesia itu dimulai dari dapur rakyat dan sawah petani. Kalau ekonomi dasar kuat, daerah juga akan kuat,” katanya.
24 Tahun, Momentum Kembali ke Khitah
Menurut Sulaiman, Milad ke-24 menjadi momentum bagi seluruh kader PKS untuk kembali pada jati diri partai sebagai pelayan masyarakat. Ia mendorong struktur partai dari tingkat DPC hingga DPRa memperbanyak kerja konkret di lapangan.
Mulai dari mendukung rumah tahfidz, advokasi petani, pendampingan UMKM, hingga mengawal aspirasi masyarakat di parlemen.
“PKS lahir dari masjid dan kampung. Ukurannya sederhana: apakah kebijakan yang kita dorong benar-benar memudahkan hidup rakyat atau tidak,” tegasnya.
Ajak Kolaborasi, Bukan Polarisasi
Di akhir pernyataannya, Sulaiman mengajak seluruh elemen masyarakat untuk membangun kolaborasi dalam merumuskan kebijakan daerah. Ia menekankan pentingnya sinergi antara pemerintah daerah, tokoh adat, ulama, dan generasi muda.
“Selamat Milad PKS ke-24. Mari berdaya bersama rakyat untuk Pasaman Barat yang beriman, maju, dan bermartabat,” pungkasnya.
Sekilas Sulaiman
Sulaiman merupakan Anggota DPRD Pasaman Barat periode 2024–2029 dari Fraksi PKS. Ia dikenal aktif dalam kegiatan sosial keagamaan serta pendampingan komunitas pemuda di tingkat nagari, dan saat ini bertugas di komisi yang membidangi kesejahteraan rakyat.
(Eprisal)















