KEFAMENANU, TTU-BreakingNewspost.id — Suasana khidmat menyelimuti perayaan Misa 40 hari almarhum Bapak Paulus Alisiono yang digelar di Kefamenanu. Perayaan Ekaristi tersebut dipimpin langsung oleh Mgr Dominikus Saku, didampingi sekitar 12 imam dari wilayah Kabupaten TTU dan Kabupaten Belu, Atambua.
Dalam homilinya, Uskup Atambua menekankan makna kehidupan sebagai perjalanan iman menuju “Yerusalem Baru”, yakni kehidupan kekal yang dijanjikan Tuhan bagi umat-Nya. Ia mengajak umat untuk memaknai hidup sehari-hari sebagai bagian dari persiapan menuju kehidupan surgawi.

“Dalam hidup kita, Tuhan sudah menyiapkan Yerusalem baru. Itu menjadi tugas kita untuk dijalani setiap hari dengan iman, harapan, dan kasih,” ungkapnya.
Mengutip Mazmur, Uskup juga mengingatkan bahwa usia manusia pada umumnya berkisar 70 hingga 80 tahun, jika diberi kekuatan. Namun, ia menekankan pentingnya menjaga kesehatan sebagai bagian dari anugerah Tuhan.
“Dalam doa, mintalah agar seluruh organ tubuh kita berfungsi dengan baik, sehingga kita dapat menjalani hidup dengan sehat dan penuh berkat,” pesannya.
Lebih lanjut, ia mengajak umat untuk tidak berlebihan dalam menuntut hal-hal duniawi, melainkan fokus pada kehidupan rohani. Menurutnya, Yerusalem Baru adalah harapan iman yang hanya dapat diraih melalui kedekatan dengan Tuhan.
“Rajinlah mengikuti misa, perbanyak doa, dan jalin relasi dengan sesama, termasuk mengunjungi tetangga terdekat kita,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Uskup Dominikus juga membagikan refleksi pribadi terkait padatnya pelayanan pastoral yang ia jalani pada hari yang sama, mulai dari memimpin misa pagi Paskah kedua di Paroki Santa Theresia Kefamenanu, misa kematian seorang suster, hingga misa 40 hari almarhum Paulus Alisiono pada malam harinya.
Ia mengajak umat untuk senantiasa mempersiapkan diri menghadapi kematian dengan iman yang teguh. “Berdoalah agar saat kematian kita tiba, kita juga siap menyambut kebangkitan bersama Kristus,” katanya.
Uskup juga menegaskan bahwa nilai-nilai duniawi tidak memiliki arti dalam kehidupan kekal. “Harta dunia tidak kita bawa ke surga. Yang bernilai adalah iman dan perbuatan kasih kita,” tegasnya.
Dalam refleksi atas kehidupan almarhum, disebutkan bahwa Bapak Paulus Alisiono dikenal sebagai pribadi yang peduli dan gemar membantu sesama. Kesaksian hidupnya menjadi teladan bagi keluarga dan umat yang hadir.
Umat yang hadir diajak untuk percaya bahwa melalui iman akan Kristus yang bangkit, almarhum telah memperoleh tempat yang layak dalam “Yerusalem Baru”, kehidupan kekal bersama Tuhan.
Di akhir perayaan, Uskup Atambua menyampaikan ucapan Selamat Paskah kepada seluruh umat, sekaligus apresiasi kepada keluarga almarhum, para imam, dan seluruh umat yang turut hadir dalam perayaan tersebut.
Misa berlangsung dalam suasana penuh doa, haru, dan pengharapan akan kehidupan kekal.
Reporter: Bergita Abi















