Sikka. Breakingnewspost.Id
Semangat pembaruan pendidikan terasa kental di pelosok Kabupaten Sikka saat ribuan siswa SMP memulai Asesmen Sumatif Akhir Jenjang (ASAJ) Tahun Pelajaran 2025/2026.
Di tengah hiruk-pikuk pelaksanaan ujian serentak yang berlangsung pada 6–9 Mei 2026 ini, hadir sosok Pengawas Sekolah, Ana Aprila, S.Pd., M.Pd., yang melakukan monitoring langsung untuk memastikan kualitas dan kelancaran proses evaluasi akhir bagi para siswa.
Dalam jadwal ujian utama hari pertama, Ibu Ana Aprila mengunjungi tiga sekolah dari sepuluh sekolah dampingannya, yakni SMPK MBC Ohe, SMPN 43 Wolomotong, dan SMPK Bank Saller.
“Saya hadir bukan sekadar mengawasi administratif, melainkan memberikan dukungan moril bagi guru dan siswa, ” tandas Ana Rabu ( 6/5/2026).
Ana lebih lanjut mengatakan Inovasi Soal dan Kemandirian Sekolah
Berdasarkan Panduan Operasional ASAJ SMP, ujian tahun ini memberikan ruang bagi sekolah untuk mengatur jadwal dan pengawasan secara mandiri.
Ibu Ana Aprila menjelaskan bahwa meskipun berbasis kertas dan pensil (UKP), standar kualitas tetap menjadi prioritas utama.
”Kami mengapresiasi kemandirian sekolah dalam mengelola asesmen ini. Kuncinya adalah integritas dan kesesuaian dengan panduan operasional yang ada,” ujar Ibu Ana di sela-sela kunjungannya.
Di SMPN 43 Wolomotong, Ketua Panitia, Pak Yanto, melaporkan bahwa ujian berjalan tanpa kendala berarti. Hal yang menarik pada ASAJ kali ini adalah penerapan soal berbasis Tes Kemampuan Akademik (TKA) dengan format pilihan ganda majemuk dan kompleks. Format ini dirancang untuk mengasah daya kritis dan nalar tinggi para siswa, melampaui sekadar hafalan.
Adaptasi Teknologi dan Ketulusan Pelayanan
Tantangan teknis justru melahirkan inovasi di SMPK Bank Saller.
Pak Jemy, guru Matematika setempat, mengungkapkan bahwa meski sekolah terbiasa dengan ujian berbasis komputer, mereka memilih kembali ke kertas pensil demi mengakomodasi kompleksitas soal pilihan ganda majemuk yang belum sepenuhnya terfasilitasi oleh aplikasi yang ada.
Namun, ada pemandangan berbeda yang menyentuh hati di sekolah ini. Kepala SMPK Bank Saller, Pak Paul Wisang, S.Pd., melakukan terobosan dengan menyediakan kudapan bergizi berupa telur, roti kukus, dan segelas susu bagi seluruh peserta ujian.
”Kami ingin anak-anak mengerjakan soal dengan perut kenyang dan hati yang senang. Nutrisi yang baik adalah bahan bakar utama bagi otak mereka untuk berkonsentrasi,” ungkap Pak Paul.
Inisiatif ini didukung melalui pemanfaatan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang dikelola secara tepat sasaran.
Harapan untuk Masa Depan
Kunjungan berakhir di SMPK MBC Ohe, di mana suasana ujian juga terpantau berjalan tertib dan lancar. Ibu Ana Aprila menutup kegiatan monitoring hari pertama dengan rasa optimis. Sinergi antara kecakapan akademik yang diuji melalui soal-soal kompleks dan kepedulian terhadap kesejahteraan siswa (well-being) menjadi potret cerah pendidikan di Kabupaten Sikka.
Kegiatan ASAJ ini diharapkan tidak hanya menjadi ajang penilaian nilai angka, tetapi juga momentum bagi sekolah untuk menunjukkan dedikasi dalam mencetak generasi tangguh yang sehat secara fisik dan cerdas secara pemikiran.
Yuven Fernandez















