Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDAERAH

Pertumbuhan Ekonomi Digelorakan, Pasar Rakyat Tetap Lesu dan Petani Mengeluh

17
×

Pertumbuhan Ekonomi Digelorakan, Pasar Rakyat Tetap Lesu dan Petani Mengeluh

Sebarkan artikel ini

SOPPENG-BreakingNewspost.id — Berbagai indikator pertumbuhan ekonomi daerah terus disampaikan dalam forum-forum resmi. Pembangunan infrastruktur, peningkatan investasi, serta berbagai program pemberdayaan ekonomi disebut menjadi pendorong utama bergeraknya roda perekonomian daerah.

Namun, di tengah optimisme yang dibangun melalui berbagai capaian tersebut, sebagian masyarakat mengaku belum merasakan dampak signifikan dalam kehidupan sehari-hari. Keluhan datang dari petani, pedagang pasar, hingga pelaku usaha kecil yang masih menghadapi berbagai persoalan ekonomi di tingkat akar rumput.

Bagi masyarakat pedesaan yang menggantungkan hidup pada sektor pertanian, ukuran pertumbuhan ekonomi bukan sekadar angka statistik yang diumumkan setiap tahun. Tolok ukurnya adalah kemudahan memperoleh sarana produksi, kestabilan harga kebutuhan pokok, meningkatnya pendapatan keluarga, serta ramainya aktivitas perdagangan di pasar rakyat.

Sejumlah petani mengaku masih menghadapi kesulitan memperoleh pupuk bersubsidi pada saat musim tanam. Di sisi lain, harga berbagai kebutuhan produksi pertanian terus mengalami kenaikan yang berdampak langsung terhadap biaya usaha tani.

“Kami sering mendengar ekonomi daerah meningkat. Tetapi yang kami rasakan justru biaya produksi makin tinggi. Pupuk subsidi kadang sulit didapat saat dibutuhkan, sementara harga kebutuhan lainnya terus naik,” ujar seorang petani yang meminta identitasnya tidak dipublikasikan.

Keluhan mengenai pupuk bersubsidi bukan persoalan baru. Dalam beberapa tahun terakhir, distribusi pupuk bersubsidi kerap menjadi perhatian petani di berbagai daerah. Ketersediaan pupuk yang tidak selalu sejalan dengan kebutuhan musim tanam membuat sebagian petani harus mencari alternatif dengan harga yang lebih mahal.

Kondisi tersebut dinilai berpotensi memengaruhi produktivitas pertanian. Padahal sektor pertanian selama ini menjadi salah satu penopang utama perekonomian masyarakat di pedesaan.

Tidak hanya petani, pedagang pasar rakyat juga mengaku menghadapi situasi yang tidak mudah. Sejumlah pedagang menyebut aktivitas transaksi di pasar tradisional belum menunjukkan peningkatan yang berarti. Daya beli masyarakat dinilai masih relatif lemah sehingga berdampak terhadap perputaran ekonomi di tingkat bawah.

“Kalau ekonomi benar-benar meningkat, biasanya pasar juga ikut ramai. Tetapi sekarang pembeli masih cenderung berhemat. Banyak pedagang mengeluhkan hal yang sama,” kata seorang pedagang pasar.

Pasar rakyat selama ini menjadi salah satu cermin kondisi ekonomi masyarakat. Ketika aktivitas jual beli berlangsung ramai, perputaran uang di tingkat bawah biasanya ikut meningkat. Sebaliknya, ketika pasar sepi, kondisi tersebut sering menjadi sinyal bahwa daya beli masyarakat sedang mengalami tekanan.

Pengamat ekonomi menilai pertumbuhan ekonomi memang penting sebagai indikator keberhasilan pembangunan daerah. Namun pertumbuhan tersebut perlu dilihat lebih jauh dari sekadar angka makro. Pertumbuhan yang berkualitas adalah pertumbuhan yang mampu menciptakan kesejahteraan secara merata dan dirasakan langsung oleh masyarakat.

Menurutnya, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari besarnya investasi yang masuk atau tingginya angka pertumbuhan ekonomi. Yang tidak kalah penting adalah bagaimana petani memperoleh akses terhadap pupuk dan sarana produksi, bagaimana pedagang kecil mampu meningkatkan omzet usaha, serta bagaimana masyarakat dapat memenuhi kebutuhan hidup dengan lebih baik.

Karena itu, sejumlah kalangan mendorong agar pemerintah tidak hanya berfokus pada capaian statistik ekonomi, tetapi juga memperkuat pengawasan distribusi pupuk bersubsidi, meningkatkan perlindungan terhadap sektor pertanian, serta menghidupkan kembali aktivitas ekonomi di pasar rakyat.

Pemerintah sendiri diharapkan dapat memberikan penjelasan mengenai berbagai keluhan yang berkembang di masyarakat, termasuk memastikan bahwa program-program ekonomi yang dijalankan benar-benar menjangkau kelompok yang paling membutuhkan.

Di tengah berbagai klaim pertumbuhan ekonomi yang positif, suara petani dan pedagang kecil menjadi pengingat bahwa keberhasilan pembangunan pada akhirnya diukur dari manfaat yang dirasakan masyarakat. Ketika pupuk masih sulit diperoleh, biaya produksi terus meningkat, dan pasar rakyat belum kembali bergairah, maka pertanyaan mengenai sejauh mana pertumbuhan ekonomi telah menyentuh kehidupan rakyat akan terus mengemuka.

Masyarakat berharap pertumbuhan ekonomi yang selama ini digelorakan tidak hanya tercermin dalam laporan dan presentase angka semata, tetapi juga terlihat nyata dalam kehidupan sehari-hari melalui meningkatnya kesejahteraan petani, menguatnya daya beli masyarakat, serta bangkitnya aktivitas perdagangan di pasar rakyat sebagai denyut utama ekonomi daerah.

@Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *