Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
PendidikanBerita

Petrus Yakobus Sorowea Nahkodai SMA Negeri 2 Maumere: Tegakkan Disiplin, Tingkatkan Mutu Pendidikan

55
×

Petrus Yakobus Sorowea Nahkodai SMA Negeri 2 Maumere: Tegakkan Disiplin, Tingkatkan Mutu Pendidikan

Sebarkan artikel ini

Maumere-Breakingnewspost.id –Pelantikan dan pengambilan sumpah/janji jabatan kepala sekolah jenjang SMA, SMK, dan SLB di lingkungan Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur tahun 2026 berlangsung pada Rabu, 25 Maret 2026, di Kupang, ibu kota Provinsi NTT.

Dari sejumlah kepala sekolah yang dilantik, salah satunya adalah Petrus Yakobus Sorowea, S.Fil, putra asal Maumere, Kabupaten Sikka, Flores, NTT.

Petrus mendapat kepercayaan dari Gubernur NTT untuk memimpin SMA Negeri 2 Maumere atau yang dikenal dengan sebutan Smandu Maumere.

“Saya bersyukur atas kepercayaan ini. Ke depan, saya berkomitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan di Kabupaten Sikka secara umum dan di Smandu Maumere secara khusus,” ungkap Petrus usai pelantikan.

Ia menegaskan akan berupaya maksimal meningkatkan prestasi sekolah, baik di bidang akademik maupun nonakademik. Menurutnya, disiplin merupakan “harga mati” yang menjadi fondasi utama dalam membentuk karakter, adab, dan martabat pendidikan.

“Disiplin bukan sekadar menaati tata tertib, tetapi merupakan wujud tanggung jawab dan keteladanan dalam menciptakan suasana belajar yang kondusif. Tanpa disiplin, proses pendidikan akan kehilangan jiwanya,” tegasnya.

Alumnus IFTK Ledalero tahun 1999 ini juga menekankan bahwa pendidikan tidak hanya berfokus pada kecerdasan intelektual semata, tetapi harus mencakup tiga aspek utama secara seimbang, yaitu kemampuan berpikir (kognitif), sikap dan karakter (afektif), serta keterampilan praktik (psikomotorik).

“Ketiga aspek ini menjadi fondasi agar peserta didik tidak hanya pintar secara teori, tetapi juga mampu menerapkan pengetahuan dalam kehidupan nyata,” jelas guru SMA Negeri 1 Maumere tersebut.

Ia juga mengakui bahwa dalam beberapa waktu terakhir, Smandu Maumere mengalami penurunan dalam berbagai aspek dibandingkan dengan sekolah lain di Kota Maumere.

“Peningkatan kualitas pendidikan di Smandu Maumere membutuhkan pendekatan holistik, melalui pengembangan kompetensi guru, pemanfaatan teknologi, perbaikan sarana dan prasarana, serta penguatan budaya sekolah yang kondusif,” pungkasnya.

Reporter:Yuven Fernandez

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *