Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Pipa PDAM Bocor Bertahun-tahun di Abbanuange, Mengapa Tak Kunjung Diperbaiki?

12
×

Pipa PDAM Bocor Bertahun-tahun di Abbanuange, Mengapa Tak Kunjung Diperbaiki?

Sebarkan artikel ini

SOPPENG | BreakingNewspost.Id — Kebocoran pipa jaringan Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM) di Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng sabtu (12/9/2026), disebut telah berlangsung bertahun-tahun. Air terus keluar dari bagian jaringan yang rusak, sementara perbaikan permanen belum juga terlihat.

Kondisi tersebut disoroti aktivis Rudiandi C.BJ.,C.EJ.,C.In. Mereka mempertanyakan pemeliharaan serta pengawasan jaringan distribusi air bersih di wilayah tersebut.

Menurut mereka, persoalan kebocoran tidak semestinya berhenti pada kerusakan fisik pipa. Jika kondisi itu telah berlangsung lama, perlu diketahui apakah laporan masyarakat telah diterima pengelola, apakah petugas telah melakukan pemeriksaan, dan apa tindak lanjut yang telah dilakukan.

Di lokasi, air terlihat keluar dari bagian pipa yang mengalami kebocoran. Kondisi itu memerlukan pemeriksaan teknis untuk memastikan sumber kerusakan, tingkat kebocoran, serta bentuk perbaikan yang dibutuhkan.

Persoalannya kemudian menjadi lebih mendasar: sejak kapan kebocoran diketahui, siapa yang menerima laporan, dan mengapa kerusakan tersebut belum ditangani secara permanen?

Rudiandi dan rekan-rekannya meminta pihak terkait tidak hanya melihat kebocoran sebagai persoalan teknis, tetapi juga memeriksa mekanisme pengawasan jaringan. Menurut mereka, kerusakan fasilitas pelayanan publik perlu memiliki jalur pelaporan, pemeriksaan, penanganan, dan evaluasi yang jelas.

Kebocoran pipa juga berpotensi menyebabkan air hilang sebelum mencapai pelanggan. Karena itu, penanganan jaringan yang mengalami kerusakan menjadi bagian penting dari upaya menjaga efisiensi distribusi air.

Namun, lamanya kebocoran belum cukup untuk menyimpulkan adanya kelalaian dari pihak pengelola. PDAM perlu memberikan penjelasan mengenai kondisi teknis pipa, riwayat laporan, hasil pemeriksaan petugas, serta kendala yang menyebabkan perbaikan permanen belum dilakukan.

Jika laporan telah diterima sejak lama, publik patut mengetahui apa saja tindakan yang telah dilakukan PDAM.

Apakah petugas sudah memeriksa lokasi? Apakah pernah dilakukan perbaikan sementara? Apakah kerusakan telah masuk dalam daftar prioritas pemeliharaan? Dan kapan perbaikan permanen akan dilaksanakan?

Pertanyaan tersebut penting untuk memastikan persoalan tidak berulang tanpa penyelesaian.

Warga membutuhkan kepastian bahwa jaringan air bersih yang rusak mendapat penanganan sesuai tingkat kerusakannya. Di sisi lain, PDAM perlu memastikan sistem pemeliharaan dan pengawasan mampu mendeteksi serta menindaklanjuti kerusakan secara tepat waktu.

Dengan demikian, persoalan di Abbanuange bukan hanya tentang pipa yang bocor, melainkan tentang bagaimana sebuah kerusakan pada infrastruktur pelayanan publik ditemukan, dilaporkan, diperiksa, dan akhirnya diselesaikan.

Satu titik kebocoran mungkin terlihat sederhana. Namun, ketika berlangsung bertahun-tahun, pertanyaan yang muncul menjadi lebih besar: seberapa efektif sistem pemeliharaan dan pengawasan jaringan PDAM di lapangan?Kalau ingin dibuat lebih tajam lagi, lead dapat diarahkan langsung pada potensi pemborosan air dan dugaan lemahnya pengawasan, tetapi tetap menggunakan kata diduga, disebut, dan dipertanyakan agar aman secara jurnalistik.Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *