Manado-BreakingNewspost.id — Dinamika menjelang peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Sulawesi Utara memunculkan sejumlah perbedaan pandangan di kalangan organisasi buruh. Menanggapi berbagai tudingan yang berkembang, Ketua Panitia May Day 2026 Sulut, Lucky Sanger, akhirnya menyampaikan klarifikasi tegas, terbuka, dan menyejukkan.Senin(20/4/2026).
Dalam keterangannya, Lucky membantah isu bahwa dirinya ditunjuk sepihak oleh pemerintah maupun bahwa panitia berupaya membatasi suara buruh. Ia menegaskan, seluruh proses pembentukan panitia dilakukan secara demokratis melalui musyawarah bersama antar konfederasi dan federasi serikat pekerja yang hadir.
Lucky menjelaskan bahwa pelaksanaan May Day di Sulawesi Utara dari tahun ke tahun selalu dibangun atas dasar kebersamaan. Tradisi itu, kata dia, tetap dijaga pada penyelenggaraan tahun 2026.
Rapat pembentukan panitia dilaksanakan di ruang rapat Kepala Dinas Tenaga Kerja Provinsi Sulawesi Utara. Dalam forum tersebut, Kepala Dinas Tenaga Kerja hanya memberikan arahan singkat terkait pentingnya pelaksanaan kegiatan yang tertib, aman, dan bermartabat. Setelah itu, forum sepenuhnya diserahkan kepada unsur serikat buruh untuk menentukan struktur kepanitiaan.
> “Setiap tahun May Day dilaksanakan melalui kesepakatan bersama semua konfederasi. Tahun ini juga sama. Jadi jangan dibangun opini seolah-olah panitia dibentuk sepihak,” tegas Lucky.
Ia memaparkan, dari lima konfederasi yang hadir dalam rapat, hanya KSPI yang tidak mengajukan nama calon ketua. Sementara KSPSI AGN, KSBSI, SBSI, dan KASBI memberikan dukungan kepada dirinya. Dukungan tambahan juga datang dari KPBI yang sebelumnya telah melakukan audiensi terkait kepengurusan baru.
Dengan dasar itu, Lucky menilai tudingan bahwa dirinya ditetapkan oleh pemerintah sebagai ketua panitia tidak sesuai fakta.
> “Saya bukan ditunjuk pemerintah. Saya dipercaya oleh kawan-kawan serikat buruh sendiri melalui forum rapat,” ujarnya.
Ia juga menegaskan bahwa Jack Andalangi dari KSBSI disepakati sebagai sekretaris panitia.
Menjawab narasi yang menyebut “suara buruh dibungkam”, Lucky menyatakan tuduhan tersebut sama sekali tidak berdasar. Menurutnya, panitia justru menyiapkan ruang seluas-luasnya agar seluruh organisasi buruh dapat menyampaikan aspirasi, tuntutan, maupun kritik secara terbuka dalam agenda resmi May Day 2026.
Panitia, kata dia, telah menyusun sesi khusus agar setiap konfederasi memperoleh kesempatan yang adil untuk berorasi di atas panggung utama.
> “Panitia tidak pernah melarang siapa pun berbicara. Kami siapkan waktu, panggung, dan ruang resmi untuk semua konfederasi menyampaikan aspirasi,” katanya.
Lucky menilai esensi May Day bukan hanya turun ke jalan, tetapi bagaimana tuntutan buruh benar-benar sampai dan didengar oleh para pemangku kebijakan.
Meski membantah tudingan tersebut, Lucky menegaskan panitia tetap menghormati hak demokratis setiap kelompok yang ingin menggelar aksi unjuk rasa. Namun ia meminta semua pihak tetap menjaga etika perjuangan dan tidak mengganggu jalannya agenda utama di lokasi pelaksanaan.
Menurutnya, kegiatan di kawasan TKB telah disusun secara terencana agar seluruh rangkaian acara berjalan tertib, aman, dan memberi manfaat maksimal bagi pekerja.
> “Kalau ada yang ingin demo, itu hak yang dilindungi. Tapi mari saling menghargai. Jangan sampai kegiatan bersama yang sudah disiapkan justru terganggu,” tegasnya.
Ia menambahkan, sesama organisasi buruh semestinya saling menguatkan, bukan saling menjatuhkan.
Lucky menjelaskan, salah satu keunggulan konsep May Day 2026 adalah dibukanya ruang dialog langsung antara pekerja dan pemerintah daerah. Dalam rancangan acara, aspirasi buruh akan didengar langsung oleh Gubernur Sulawesi Utara, unsur Forkopimda, serta pihak terkait lainnya.
Menurutnya, model seperti ini justru memberi nilai strategis karena tuntutan buruh tidak berhenti sebagai seruan di jalan, tetapi masuk langsung ke telinga para pengambil keputusan.
> “Kalau aspirasi didengar langsung oleh gubernur dan para pemangku kepentingan, bukankah itu juga kemenangan gerakan buruh?” ujarnya.
Dalam keterangannya, Lucky juga menyinggung dinamika yang menyeret nama Partai Buruh. Ia menekankan bahwa setiap organisasi memiliki struktur kepemimpinan yang wajib dihormati.
Menurutnya, segala keputusan dan langkah organisasi sebaiknya ditempuh melalui mekanisme resmi, sehingga perjuangan tetap berjalan tertib, terukur, dan bertanggung jawab.
> “Setiap organisasi punya pimpinan dan tata kelola. Semua pihak harus menghormati mekanisme yang berlaku,” katanya.
Meski situasi sempat memanas, Lucky memilih menutup keterangannya dengan pesan persaudaraan. Ia menegaskan bahwa perjuangan buruh hanya akan kuat jika dijalankan dalam semangat persatuan.
Ia bahkan menyatakan kesiapannya mendukung penuh bila pada penyelenggaraan May Day 2027 kepemimpinan panitia dipercayakan kepada unsur KSPI/FSPMI.
> “Kalau tahun depan dari KSPI/FSPMI yang jadi ketua, saya dan SBSI Sulut siap mendukung.”
Menurutnya, kepemimpinan panitia bukan soal siapa paling hebat, melainkan soal kebersamaan dalam memperjuangkan nasib pekerja.
Lucky menegaskan, bila pelaksanaan May Day 2026 berjalan sukses, maka keberhasilan itu bukan milik individu, bukan milik satu organisasi, dan bukan milik satu kelompok tertentu. Keberhasilan tersebut adalah hasil kerja kolektif seluruh elemen buruh yang terlibat.
> “Kalau acara ini sukses, itu bukan keberhasilan satu orang. Itu keberhasilan kita semua.”
Di akhir pernyataannya, ia juga menyampaikan permohonan maaf apabila ada kata-kata yang dianggap menyinggung pihak tertentu. Ia berharap seluruh organisasi buruh di Sulawesi Utara dapat kembali duduk bersama, merajut solidaritas, dan menjadikan May Day sebagai momentum persatuan, bukan perpecahan.
Sebab pada akhirnya, musuh buruh bukan sesama buruh — melainkan ketidakadilan yang harus diperjuangkan bersama.
Penulis : Ferdinand Sahempa















