Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Uncategorized

Program Pangan Nasional Terus Digenjot, GARDA 08 Nilai Petani Masih Dihimpit Fluktuasi Harga dan Persoalan Pupuk Subsidi

5
×

Program Pangan Nasional Terus Digenjot, GARDA 08 Nilai Petani Masih Dihimpit Fluktuasi Harga dan Persoalan Pupuk Subsidi

Sebarkan artikel ini

SOPPENG- BreakingNewspost.id – Pemerintah terus berupaya meningkatkan ketahanan pangan nasional melalui berbagai program strategis yang digulirkan dari pusat hingga daerah. Upaya ini dilakukan guna menjamin ketersediaan pangan, meningkatkan produksi pertanian, serta mewujudkan kedaulatan pangan bagi masyarakat.

Namun, di balik upaya maksimal yang terus digenjot tersebut, Founder DPP LSM GARDA 08 menilai masih terdapat kesenjangan yang perlu menjadi perhatian serius. Menurutnya, di lapangan masih banyak petani yang menghadapi tantangan berat, mulai dari fluktuasi harga hasil panen yang tidak menentu hingga persoalan distribusi pupuk bersubsidi yang belum sepenuhnya lancar.

Di atas kertas, program pangan terus berjalan dan target terus ditingkatkan. Namun kita tidak bisa menutup mata pada realitas yang dialami petani. Mereka saat ini masih terhimpit oleh berbagai persoalan yang mengancam keberlangsungan usaha tani,” ujar Founder DPP GARDA 08.

Harga Tak Menentu, Biaya Terus Naik

Salah satu persoalan utama yang disoroti adalah ketidakstabilan harga komoditas. Seringkali terjadi fenomena di mana saat panen raya tiba, harga di tingkat petani justru mengalami penurunan.

Di sisi lain, beban biaya produksi seperti harga benih, pestisida, hingga upah tenaga kerja justru terus mengalami kenaikan. Kondisi ini membuat keuntungan yang diperoleh petani menjadi sangat tipis, bahkan dalam beberapa kondisi hanya cukup untuk menutupi modal.

Petani bekerja dengan risiko yang sangat besar, mulai dari cuaca, hama, hingga ketidakpastian pasar. Sangat tidak adil jika di akhir masa tanam, mereka justru tidak mendapatkan kepastian harga yang layak,” tegasnya.

Meski diakui bahwa harga pasar dipengaruhi oleh berbagai faktor ekonomi, perlindungan terhadap pendapatan petani dinilai harus menjadi prioritas dalam setiap kebijakan yang diambil.

Distribusi Pupuk Masih Menjadi Pekerjaan Rumah

Selain masalah harga, persoalan pupuk bersubsidi juga masih menjadi sorotan tajam.

Bagi petani, pupuk adalah nyawa produksi. Namun, keluhan mengenai keterlambatan penyaluran, ketersediaan stok yang tidak menentu, hingga mekanisme distribusi yang dianggap masih perlu diperbaiki, masih sering terdengar di berbagai sentra pertanian.

Pupuk bersubsidi adalah hak petani yang dialokasikan dengan uang negara. Karena itu, sistem distribusinya harus transparan, tepat waktu, dan benar-benar menjangkau mereka yang berhak. Jangan sampai program bantuan ini justru menjadi sumber keresahan baru,” tambahnya.

Ketahanan Pangan Harus Berdampingan dengan Kesejahteraan

GARDA 08 berpandangan bahwa keberhasilan program pangan nasional tidak boleh hanya diukur dari besarnya anggaran atau tingginya angka produksi semata.

Ukuran keberhasilan yang sesungguhnya terletak pada sejauh mana kebijakan tersebut mampu melindungi dan menyejahterakan petani sebagai pelaku utama.

Ketahanan pangan yang kokoh tidak bisa dibangun di atas penderitaan petani. Produksi yang tinggi harus diimbangi dengan harga yang stabil dan pendapatan yang layak, agar sektor ini tetap menjadi harapan masa depan,” ujarnya.

Atas dasar itu, GARDA 08 mendorong pemerintah untuk terus melakukan evaluasi menyeluruh. Kritik dan masukan yang disampaikan bukan bermaksud meremehkan upaya yang telah dilakukan, melainkan sebagai dorongan agar kebijakan yang dijalankan dapat memberikan manfaat yang lebih nyata dan merata bagi masyarakat.

Hingga berita ini diturunkan, pemerintah terus menjalankan berbagai program di sektor pertanian. Namun harapan besar kini tertuju pada adanya langkah nyata yang lebih solutif demi melindungi nasib para petani.

Redaksi senantiasa membuka ruang hak jawab dan tanggapan dari seluruh pihak terkait guna menjaga prinsip pemberitaan yang akurat, berimbang, dan objektif.

 

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *