Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Uncategorized

Sentuhan Kemanusiaan di Wisma Emaus Atambua, Kunjungan Jurnalis Jadi Energi Baru bagi 10 Imam Sakit

71
×

Sentuhan Kemanusiaan di Wisma Emaus Atambua, Kunjungan Jurnalis Jadi Energi Baru bagi 10 Imam Sakit

Sebarkan artikel ini

Atambua-BreakingNewspost.id -— Di tengah keterbatasan fisik yang dialami para imam lanjut usia, suasana hangat justru terasa begitu kuat di Wisma Purna Bakti Emaus, Atambua. Kunjungan seorang jurnalis, Brigita Abi, menghadirkan energi baru, menghadirkan tawa, sekaligus mempertegas nilai kemanusiaan dan kepedulian dalam kehidupan sosial.

Kabiro Kabupaten TTU itu datang bukan sekadar menjalankan tugas jurnalistik, melainkan membawa semangat empati dan panggilan iman untuk berbagi dengan para imam projo yang tengah menjalani masa perawatan. Dalam kunjungan tersebut, Brigita menyapa langsung 10 imam yang saat ini dirawat di wisma tersebut.

Mereka adalah: Rm. Gerardus Sallu, Pr

Rm. Hery Fernandes, Pr

Rm. Yosep Nahak, Pr

Rm. Hironimus Kore, Pr

Rm. Roni Fenat, Pr

Rm. Makarius Molo, Pr

Rm. Kornelis Salem, Pr

Rm. Emanuel Hane, Pr

Rm. Yosep Ukat, Pr

Rm. Yakobus Nahak, Pr

Kedatangan Brigita Abi disambut penuh sukacita. Di ruang sederhana wisma, suasana berubah hangat. Tawa pecah, candaan mengalir, dan cerita-cerita ringan saling bersahutan. Momen itu bukan hanya menjadi perjumpaan biasa, tetapi juga menghadirkan ketenangan batin bagi para imam yang tengah berjuang dengan kondisi kesehatan mereka.

“Kadang yang dibutuhkan pasien bukan hanya obat, tetapi juga kebersamaan,” menjadi pesan tersirat dari suasana yang terbangun selama kunjungan berlangsung.

Sejumlah kisah ringan yang dibagikan Brigita Abi mendapat respons hangat dari para imam. Bahkan, Romo Gerardus Sallu dan Romo Hery Fernandes turut membalas dengan cerita-cerita jenaka yang membuat suasana semakin hidup. Interaksi tersebut menjadi bukti bahwa kehangatan emosional mampu menjadi bagian penting dalam proses pemulihan.

Di balik suasana kekeluargaan itu, aktivitas pelayanan di Wisma Emaus tetap berjalan dengan disiplin. Helen Tmaneak, perawat yang bertugas, menjelaskan bahwa dirinya bersama Bruder Sirilus diutus langsung oleh Keuskupan Atambua untuk merawat para imam secara intensif.

“Tugas kami setiap hari meliputi pemeriksaan tensi darah, terapi, serta memastikan pasien rutin mengonsumsi obat,” ujar Helen.

Selain tenaga perawat, dukungan juga datang dari dua suster Kongregasi Putri Maranatha, yakni Suster Mina dan Suster Yon. Keduanya bertanggung jawab menjaga kebersihan, kenyamanan lingkungan, serta mendukung kelancaran kegiatan rohani, termasuk perayaan Ekaristi.

Rutinitas spiritual menjadi bagian penting dalam kehidupan para imam di wisma tersebut. Setiap pagi, misa kudus dilaksanakan di kapela wisma, dipimpin secara bergiliran oleh empat imam: Rm. Gerardus Sallu, Rm. Yosep Ukat, Rm. Emanuel Hane, dan Rm. Yakobus Nahak.

Sementara itu, aktivitas harian para pasien juga telah terjadwal secara teratur. Dimulai dari terapi pagi pukul 08.00, dilanjutkan dengan snack pukul 10.00, makan siang pukul 12.00, hingga waktu istirahat. Jadwal kunjungan pun diatur guna menjaga kondisi pasien, yakni pukul 10.00–11.30 untuk pagi hari dan 15.00–17.30 pada sore hari.

Di akhir kunjungan, Brigita Abi menyampaikan apresiasi mendalam kepada para imam serta tenaga pelayanan yang dengan penuh kesabaran dan kasih merawat para pasien.

“Pelayanan ini adalah tugas mulia. Tetap semangat dan selalu diberkati dalam pengabdian,” ungkapnya.

Kunjungan tersebut mungkin berlangsung singkat, namun meninggalkan makna yang mendalam. Di tengah dinamika kehidupan, perjumpaan sederhana seperti ini menjadi pengingat bahwa empati, kepedulian, dan kebersamaan tetap menjadi fondasi utama dalam membangun kemanusiaan.

Reporter: Brigita Abi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *