Maumere-BreakingNewspost.id — Amukan si jago merah meluluhlantakkan sebuah rumah milik warga di Desa Kara Kabu, Kecamatan Nita, Kabupaten Sikka, Sabtu (18/4/2026) pagi. Rumah yang ditinggal pemiliknya ke kebun itu nyaris tak menyisakan harta benda.
Kebakaran tersebut menghanguskan pakaian, termasuk seragam sekolah anak, serta berbagai barang penting milik korban, Agnes Jere. Mesin obras dan mesin jahit yang menjadi penopang ekonomi keluarga juga tak luput dari kobaran api.

Rumah yang berada di Blidit RT 009/RW 001, Dusun Oring Koting itu mengalami kerusakan serius pada bagian dinding dan pintu. Meski tidak seluruh bangunan rata dengan tanah, kerugian material ditaksir cukup besar.
Penjabat Kepala Desa Kara Kabu, Laurensius P. Virma Yanto Lait, mengungkapkan pemerintah desa telah turun langsung ke lokasi untuk memastikan kondisi korban sekaligus melakukan langkah penanganan awal.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Camat Nita dan pihak kepolisian melalui Bhabinkamtibmas untuk penanganan lebih lanjut,” ujarnya, Minggu (19/4/2026).
Peristiwa ini bermula sekitar pukul 07.00 Wita saat seluruh penghuni rumah pergi ke kebun. Kondisi rumah yang berada jauh dari permukiman membuat kebakaran tidak segera diketahui.
Sekitar satu jam kemudian, seorang guru yang melintas menuju SD Kojamota melihat asap tebal mengepul dari dalam rumah. Ia berupaya memanggil pemilik rumah, namun tak mendapat jawaban.
Sendirian di lokasi, saksi tidak berani masuk ke dalam rumah yang sudah dilalap api. Ia hanya mampu berupaya memadamkan api secara sederhana sambil berteriak meminta bantuan warga.
Teriakan tersebut akhirnya mengundang perhatian warga sekitar. Mereka bergegas datang dan bersama-sama memadamkan api menggunakan air seadanya hingga kobaran berhasil dikendalikan.
Beruntung tidak ada korban jiwa dalam peristiwa ini. Namun, hampir seluruh isi rumah tidak dapat diselamatkan.
Hingga kini, penyebab pasti kebakaran masih menjadi misteri. Mengingat rumah tersebut belum memiliki sambungan listrik, aparat masih melakukan penyelidikan untuk mengungkap sumber api.
Pemerintah desa berharap adanya perhatian dari pemerintah daerah untuk membantu meringankan beban korban yang kehilangan harta bendanya akibat musibah tersebut.
Liputan:yuven fernandez















