Maumere-BreakingNewspost.id — Momentum perayaan Pesta Kerahiman Ilahi dimanfaatkan secara produktif oleh SMKS Santo Thomas Maumere untuk menebar kepedulian sosial. Dalam rangka menyongsong Dies Natalis ke-38, sekolah tersebut menggelar kegiatan berbagi kasih berupa pelayanan kesehatan gratis dan bazar produk siswa di Gereja Katolik Paroki Santa Maria Magdalena Nangahure, Minggu (12/4/2026).
Kegiatan ini berlangsung di tengah ribuan umat yang mengikuti ibadah, dengan jumlah devosan diperkirakan mencapai 3.000 orang. Kehadiran para siswa tidak hanya sebagai peserta, tetapi juga sebagai pelaku pelayanan langsung kepada masyarakat.
Layanan Nyata untuk Umat
Wakil Kepala Sekolah Bidang Kurikulum, Aloysius Lanang, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan bagian dari komitmen sekolah dalam menanamkan nilai kepedulian sosial kepada peserta didik.
“Kami ingin berbagi kasih dengan umat yang hadir, terutama melalui pelayanan kesehatan gratis dan bazar produk hasil karya siswa,” ujarnya.
Pelayanan kesehatan yang diberikan meliputi pemeriksaan dasar seperti tekanan darah dan kondisi kesehatan umum. Antusiasme masyarakat terlihat tinggi, bahkan jumlah penerima layanan melampaui target awal.
Willem Ladjar mengapresiasi langkah tersebut. Menurutnya, kegiatan ini sangat membantu umat, terutama dalam meningkatkan kesadaran akan pentingnya pemeriksaan kesehatan secara rutin.
“Jumlah yang harus dilayani awalnya sekitar 40 orang, namun ternyata melampaui. Ini menunjukkan kebutuhan masyarakat sangat besar,” ungkapnya.
Bazar Produk: Wadah Kreativitas dan Kemandirian
Tidak hanya layanan kesehatan, kegiatan ini juga diramaikan dengan bazar produk hasil karya siswa. Beragam produk ditampilkan, mulai dari kuliner hingga busana hasil jahitan siswa dari jurusan Tata Busana.
Produk makanan ringan yang dijual oleh siswa jurusan Tata Boga juga mendapat respons positif dari umat yang hadir. Selain menjadi sarana praktik, kegiatan ini juga membuka peluang ekonomi sekaligus melatih jiwa kewirausahaan siswa.
Salah satu umat, Ibu Maria, mengaku terbantu dengan adanya layanan kesehatan gratis.
“Kesibukan sehari-hari membuat kami sering lupa memeriksa kesehatan. Kegiatan ini sangat membantu,” ujarnya.
Pendidikan Vokasi yang Adaptif
Kepala sekolah Agustino Lameng menegaskan bahwa sebagai sekolah kejuruan, pihaknya tidak hanya fokus pada teori, tetapi juga menyiapkan peserta didik agar siap terjun ke dunia kerja.
“SMK harus mampu membaca peluang pasar tenaga kerja. Kami membekali siswa dengan keterampilan yang aplikatif,” tegasnya.
Ia menambahkan, sekolah yang dipimpinnya saat ini memiliki berbagai kompetensi keahlian, di antaranya Asisten Keperawatan, Teknik Laboratorium Medik, Farmasi Klinis dan Komunitas, Perhotelan, Usaha Perjalanan Wisata, Tata Busana, Kuliner, Manajemen Perkantoran, hingga Akuntansi.
Sinergi Pendidikan dan Kepedulian Sosial
Kegiatan ini menjadi contoh nyata bagaimana institusi pendidikan dapat berperan langsung di tengah masyarakat. Tidak hanya mencetak lulusan yang kompeten, tetapi juga menanamkan nilai empati dan kepedulian sosial.
Melalui kegiatan berbagi kasih ini, SMKS Santo Thomas Maumere menunjukkan bahwa pendidikan vokasi dapat berjalan seiring dengan pengabdian kepada masyarakat—menjadi jembatan antara ilmu, keterampilan, dan nilai kemanusiaan.
Reporter: Yuven Fernandez















