Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Jagung Menguning di Abbanuange, Petani Harap Penyuluh dan POPT Segera Turun ke Lapangan

3
×

Jagung Menguning di Abbanuange, Petani Harap Penyuluh dan POPT Segera Turun ke Lapangan

Sebarkan artikel ini

Soppeng-Breakingnewspost.id – Kekhawatiran mulai menyelimuti para petani jagung di Desa Abbanuange, Kecamatan Lilirilau, Kabupaten Soppeng. Dalam beberapa pekan terakhir, sejumlah lahan jagung milik warga dilaporkan mengalami perubahan warna daun menjadi kuning disertai pertumbuhan tanaman yang dinilai tidak normal.

Kondisi tersebut memicu kecemasan petani terhadap potensi penurunan hasil panen di tengah tingginya ketergantungan masyarakat desa terhadap sektor pertanian jagung sebagai sumber penghasilan utama.

Di sejumlah areal pertanian, daun tanaman terlihat menguning sejak usia muda. Sebagian petani mengaku belum mengetahui secara pasti penyebab utama kerusakan tanaman tersebut, apakah dipicu faktor cuaca, kekurangan unsur hara, serangan hama, atau indikasi penyakit tanaman tertentu.

“Awalnya hanya beberapa batang, tetapi sekarang mulai banyak yang menguning. Kami khawatir kalau terlambat ditangani bisa memengaruhi hasil panen,” ujar Rudy petani di Abbanuange.

Keluhan petani kini mengarah pada harapan agar penyuluh pertanian dan petugas Pengendali Organisme Pengganggu Tumbuhan (POPT) dari Balai Penyuluhan Pertanian (BPP) Kecamatan Lilirilau segera turun langsung ke lapangan melakukan pemeriksaan dan pendampingan teknis.

Bagi petani, kehadiran penyuluh tidak sekadar memberikan saran, tetapi juga menjadi penentu langkah penyelamatan tanaman sebelum kerusakan meluas.

Petani menilai pendampingan lapangan penting dilakukan untuk memastikan sumber persoalan secara ilmiah, mulai dari kemungkinan serangan penyakit daun, kondisi tanah, pola pemupukan, hingga dampak perubahan cuaca yang belakangan tidak menentu.

Di tengah naiknya biaya produksi pertanian, kondisi tanaman yang mulai terganggu juga berpotensi menambah beban petani. Sebagian warga mengaku sudah mengeluarkan biaya pupuk, benih, dan perawatan yang tidak sedikit, sehingga ancaman gagal panen menjadi kekhawatiran serius.

“Kalau dibiarkan terus, petani bisa rugi besar. Kami berharap ada pendampingan cepat supaya tahu langkah penanganannya.

Fenomena daun jagung menguning sebenarnya dapat dipengaruhi berbagai faktor. Dalam praktik pertanian, kondisi tersebut sering dikaitkan dengan kekurangan unsur nitrogen, serangan jamur atau virus, drainase lahan yang buruk, hingga serangan hama tertentu seperti ulat dan kutu daun. Namun, penentuan penyebab utama tetap memerlukan identifikasi lapangan oleh tenaga teknis pertanian.

Karena itu, masyarakat berharap Dinas Pertanian Kabupaten Soppeng bersama BPP Lilirilau segera melakukan monitoring langsung agar penanganan dapat dilakukan lebih cepat dan tepat sasaran.

Selain pendampingan teknis, petani juga berharap adanya edukasi berkelanjutan mengenai pola tanam, penggunaan pupuk yang sesuai dosis, pengendalian hama terpadu, hingga langkah antisipasi menghadapi perubahan cuaca.

Bagi warga Desa Abbanuange, persoalan pertanian bukan hanya menyangkut hasil panen semata, tetapi juga berkaitan langsung dengan keberlangsungan ekonomi keluarga dan ketahanan pangan masyarakat desa.

Karena itu, mereka berharap pemerintah tidak menunggu kondisi semakin parah sebelum turun tangan.

“Pertanian adalah sumber hidup masyarakat di sini. Kalau tanaman terganggu, ekonomi warga juga ikut terdampak,” ujar seorang warga.

Hingga kini, para petani masih menunggu langkah konkret dari penyuluh pertanian dan petugas terkait untuk melakukan pemeriksaan lapangan serta memberikan solusi terhadap kondisi tanaman jagung yang mulai mengkhawatirkan tersebut.

@Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *