PALOPO-BreakingNewspost.id — Krisis air bersih melanda warga di Kelurahan Songka, Kecamatan Wara Selatan, Kota Palopo. Selama tiga hari terakhir, aliran air dari PDAM Kota Palopo dilaporkan terhenti total tanpa penjelasan resmi, memicu keluhan dan kekecewaan masyarakat.
Wilayah terdampak mencakup Songka Pantai 1, Perumahan Griyah Patimah, hingga Jalan Idrus Kambau. Warga menyebut kondisi ini bukan sekadar gangguan teknis biasa, melainkan sudah mengganggu aktivitas dasar sehari-hari.
Seorang warga, Irma, mengungkapkan bahwa sejak tiga hari tiga malam terakhir, air tidak mengalir sama sekali.
“Sudah tiga hari tiga malam air tidak mengalir. Bukan kecil, tapi benar-benar tidak ada. Kami ini pelanggan, tapi seperti tidak diperhatikan. Sangat menyulitkan,” tegasnya, Senin (13/4/2026).
Minim Informasi, Warga Semakin Resah
Kekecewaan warga tidak hanya dipicu oleh terhentinya pasokan air, tetapi juga minimnya komunikasi dari pihak PDAM Kota Palopo.
Hingga hari ketiga, tidak ada pemberitahuan resmi terkait penyebab gangguan maupun estimasi waktu pemulihan layanan.
“Yang lebih bikin kecewa, tidak ada penjelasan sama sekali. Harusnya ada informasi, jangan kami dibiarkan bertanya-tanya,” ujar Irma.
Terpaksa Cari Air, Beban Ekonomi Bertambah
Dampak krisis air mulai terasa di berbagai lini kehidupan warga. Untuk memenuhi kebutuhan dasar, masyarakat terpaksa mencari alternatif, mulai dari menumpang di rumah warga lain hingga membeli air bersih.
Sebagian warga bahkan harus berjalan cukup jauh demi mendapatkan air.
Kondisi ini turut meningkatkan beban ekonomi rumah tangga.
“Kalau harus beli air terus, tentu memberatkan. Belum lagi tenaga dan waktu yang terbuang. Ini jelas merugikan kami,” lanjutnya.
Aktivitas Terganggu, Risiko Kesehatan Mengintai
Terhentinya distribusi air juga berdampak langsung pada aktivitas harian. Sejumlah pekerjaan rumah tangga tertunda, seperti mencuci pakaian hingga menjaga kebersihan lingkungan.
Dalam jangka panjang, kondisi ini dikhawatirkan dapat memicu persoalan kesehatan, terutama jika kebutuhan air bersih tidak segera terpenuhi.
Warga menduga gangguan terjadi secara merata di kawasan tersebut. Namun, hingga kini belum terlihat adanya langkah penanganan darurat seperti distribusi air bersih melalui mobil tangki.
“Harusnya kalau ada gangguan besar, ada tindakan cepat. Minimal kirim mobil tangki air. Jangan hanya diam,” kata Irma.
Sorotan terhadap Pelayanan Publik
Ketiadaan respons cepat memunculkan pertanyaan serius terkait kesiapan dan kualitas pelayanan PDAM Kota Palopo dalam mengantisipasi gangguan distribusi air.
Sebagai layanan publik yang menyangkut kebutuhan dasar, distribusi air bersih seharusnya menjadi prioritas dengan standar pelayanan yang cepat, transparan, dan responsif.
Warga pun mendesak pemerintah daerah untuk turun tangan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja PDAM, sekaligus memastikan hak masyarakat tetap terpenuhi.
“Air ini kebutuhan dasar, bukan tambahan. Kami butuh perhatian serius,” tegas Irma.
Belum Ada Penjelasan Resmi
Hingga berita ini diturunkan, pihak PDAM Kota Palopo belum memberikan keterangan resmi terkait penyebab gangguan maupun langkah penanganan yang akan dilakukan.
Situasi ini menjadi ujian nyata bagi kualitas pelayanan publik di Kota Palopo—apakah mampu menjamin distribusi air bersih secara merata, cepat, dan transparan, atau justru sebaliknya.
Penulis: AsL















