Luwu–BreakingNewspost.id — Semangat gotong royong kembali terlihat di Kelurahan Noling, Kecamatan Bupon, Kabupaten Luwu, saat personel TNI bersama warga menggelar kerja bakti membersihkan lingkungan, Rabu (15/4/2026).
Kegiatan ini melibatkan personel Koramil 1403-04/Padang Sappa, pemerintah kecamatan, aparat kelurahan, kepala lingkungan, tokoh masyarakat, hingga warga setempat. Sejak pagi hari, warga telah berkumpul dengan membawa peralatan masing-masing, seperti cangkul, sekop, dan karung untuk mengangkut sampah.
Fokus pada Saluran Air dan Bahu Jalan
Sasaran utama kerja bakti adalah membersihkan tumpukan sampah di pintu saluran irigasi serta di sepanjang bahu jalan. Selama ini, kondisi tersebut dinilai cukup mengganggu karena berpotensi menghambat aliran air dan menurunkan kualitas lingkungan.
Personel TNI terlihat terlibat langsung dalam kegiatan tersebut, bersama warga membersihkan saluran, mengangkat sampah, hingga merapikan area sekitar. Keterlibatan berbagai elemen masyarakat menciptakan suasana kebersamaan yang kuat.
Salah seorang warga menyebutkan, kegiatan semacam ini penting untuk menjaga kebersihan lingkungan sekaligus mencegah dampak yang lebih besar, seperti genangan air atau penyumbatan saluran.
“Kalau rutin dilakukan, lingkungan tetap bersih dan tidak ada lagi sampah yang menumpuk di saluran,” ujarnya.
Peran TNI dalam Kegiatan Sosial
Pihak Koramil 1403-04/Padang Sappa menyampaikan bahwa kegiatan kerja bakti merupakan bagian dari pembinaan teritorial, sekaligus upaya membangun kedekatan antara aparat dan masyarakat.
Kehadiran TNI di tengah kegiatan sosial dinilai tidak hanya membantu secara fisik, tetapi juga mendorong partisipasi warga untuk lebih peduli terhadap lingkungan sekitar.
“Melalui kegiatan seperti ini, kebersamaan tetap terjaga dan masyarakat merasa didampingi,” ujar salah satu perwakilan Koramil.
Upaya Menjaga Kebersihan Berkelanjutan
Pemerintah kecamatan mengapresiasi keterlibatan seluruh pihak dalam kegiatan tersebut. Mereka menilai, kerja bakti tidak hanya menyelesaikan persoalan kebersihan secara sementara, tetapi juga membangun kesadaran kolektif masyarakat.
Namun demikian, tantangan ke depan adalah menjaga konsistensi. Tanpa perubahan perilaku dalam pengelolaan sampah, potensi penumpukan di saluran air dapat kembali terjadi.
Karena itu, selain kerja bakti, diperlukan edukasi dan sistem pengelolaan sampah yang lebih terstruktur di tingkat lingkungan.
Gotong Royong sebagai Modal Sosial
Kegiatan di Noling menunjukkan bahwa nilai gotong royong masih menjadi kekuatan utama masyarakat dalam menyelesaikan persoalan bersama. Kolaborasi antara warga, pemerintah, dan aparat menjadi faktor penting dalam menciptakan lingkungan yang bersih dan sehat.
Dengan saluran air yang kembali lancar dan lingkungan yang tertata, warga diharapkan dapat beraktivitas dengan lebih nyaman. Di sisi lain, kegiatan ini juga menjadi pengingat bahwa menjaga kebersihan lingkungan merupakan tanggung jawab bersama yang perlu dilakukan secara berkelanjutan.
Penulis: AsL















