Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDAERAH

Tradisi Nunjul Kuran Digelar di Masjid Sultan Tidore, Seruan Hidup Damai Menguat di Bulan Ramadan

73
×

Tradisi Nunjul Kuran Digelar di Masjid Sultan Tidore, Seruan Hidup Damai Menguat di Bulan Ramadan

Sebarkan artikel ini

TIDORE-Breakingnewspost.id — Pemerintah Kelurahan Soasio menggelar peringatan Hari Raya Nunjul Kuran di Masjid Sultan Tidore, Jumat sore sekitar pukul 16.00 WIT. Kegiatan keagamaan tersebut menjadi momentum mempererat kebersamaan sekaligus memperkuat nilai-nilai perdamaian di tengah masyarakat pada bulan suci Ramadan.

Acara yang dihadiri tokoh masyarakat, tokoh agama, serta warga setempat itu berlangsung khidmat. Dalam kegiatan tersebut, Ustaz Hidayat bertindak sebagai khatib dan menyampaikan pesan penting tentang pentingnya menjaga persaudaraan serta menghindari permusuhan di tengah kehidupan bermasyarakat.

Dalam khutbahnya, Ustaz Hidayat menekankan bahwa bulan suci Ramadan seharusnya menjadi momentum bagi umat untuk memperbaiki diri, memperkuat silaturahmi, serta menumbuhkan sikap saling menghargai di antara sesama.

“Kita harus hidup saling berdampingan dengan damai, tanpa menyimpan dendam ataupun permusuhan di antara kita. Ramadan adalah bulan yang membawa suka cita dan kedamaian bagi kehidupan yang lebih baik ke depan,” ujarnya di hadapan jamaah.

Sementara itu, dalam sambutan pembukaannya, Sultan Tidore, Haji Husain Alting Sjah, mengajak masyarakat untuk menjadikan momentum Nunjul Kuran sebagai titik awal perubahan menuju kehidupan yang lebih baik.

Ia menggunakan simbol “meninggalkan pakaian lama dan mengenakan pakaian baru” sebagai gambaran perubahan sikap dan perilaku dalam kehidupan sehari-hari.

“Makna dari meninggalkan pakaian lama dan mengenakan pakaian baru adalah meninggalkan sikap lama yang penuh iri hati, kebencian, dan permusuhan. Kita harus berubah menuju kehidupan yang lebih baik dengan berpedoman pada ajaran Al-Qur’an dan hadis,” ujar Sultan.

Menurutnya, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi Nunjul Kuran sejalan dengan semangat Ramadan yang mengajarkan umat Islam untuk memperkuat iman, meningkatkan akhlak, serta mempererat persaudaraan di tengah masyarakat.

Melalui kegiatan tersebut, masyarakat diharapkan dapat menjadikan Ramadan sebagai momentum refleksi diri untuk memperbaiki sikap, memperkuat persatuan, serta membangun kehidupan yang lebih harmonis di masa mendatang.

Tradisi Nunjul Kuran sendiri merupakan bagian dari kearifan lokal masyarakat Tidore yang sarat dengan nilai spiritual dan budaya, sekaligus menjadi wadah mempererat hubungan antara pemerintah daerah, tokoh adat, tokoh agama, dan masyarakat.

Dengan semangat kebersamaan yang terus dijaga, kegiatan ini diharapkan dapat menjadi pengingat bahwa nilai-nilai keagamaan dan budaya dapat berjalan beriringan dalam membangun kehidupan masyarakat yang damai dan harmonis.Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *