Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Ujian Praktik SPNF SKB Sikka Angkat Ragam Budaya Nusantara dan Keterampilan Bahasa Inggris

40
×

Ujian Praktik SPNF SKB Sikka Angkat Ragam Budaya Nusantara dan Keterampilan Bahasa Inggris

Sebarkan artikel ini

Maumere-BreakingNewspost.id — Satuan Pendidikan Nonformal (SPNF) Sanggar Kegiatan Belajar (SKB) Sikka menggelar ujian praktik bagi peserta didik program pendidikan kesetaraan Paket A, B, dan C dengan pendekatan yang menggabungkan kreativitas, penguatan budaya, serta keterampilan bahasa. Kegiatan ini berlangsung di lingkungan SPNF SKB Sikka, Senin (20/4/2026).

Salah satu agenda yang menarik perhatian adalah ujian praktik dalam bentuk peragaan busana atau fashion show berbasis pengenalan busana adat Nusantara. Dalam kegiatan tersebut, peserta didik tampil mengenakan berbagai busana tradisional dari beragam daerah di Indonesia, lengkap dengan aksesori khas yang menyertainya.

Di hadapan tim penguji, yakni guru mata pelajaran Seni Budaya Novita Rosalia Bhara dan Theresia Nona Wisang, para peserta tidak hanya memperagakan busana, tetapi juga mempresentasikan asal daerah, makna, serta konteks penggunaan busana adat yang dikenakan. Pendekatan ini dinilai tidak hanya menguji aspek keterampilan, tetapi juga memperkuat pemahaman peserta terhadap keberagaman budaya nasional.

Suasana kegiatan berlangsung meriah. Setiap penampilan disambut antusias oleh sesama peserta dan para guru. Selain peragaan busana, sejumlah peserta juga memilih menampilkan tarian dan lagu daerah yang selaras dengan busana yang dikenakan, menambah kekayaan ekspresi seni dalam ujian praktik tersebut.

Di sisi lain, ujian praktik Bahasa Inggris dilaksanakan dalam bentuk pembuatan video prosedur. Peserta didik diminta menyiapkan video dari rumah yang berisi tahapan pembuatan kue, kemudian mempresentasikannya dalam bahasa Inggris secara sistematis.

Guru mata pelajaran Bahasa Inggris, Maria Fatima, menegaskan bahwa penilaian tidak hanya berfokus pada hasil akhir, tetapi juga pada kemampuan peserta dalam menjelaskan proses secara runtut dan komunikatif.

“Video prosedur sudah dibuat di rumah. Kami memastikan peserta mampu menjelaskan langkah-langkah pembuatan kue secara sistematis dalam bahasa Inggris,” ujarnya.

Model evaluasi ini mencerminkan upaya integratif dalam pendidikan kesetaraan, yakni menggabungkan keterampilan praktis dengan kemampuan komunikasi global. Hal ini menjadi penting dalam membekali peserta didik dengan kompetensi yang relevan di tengah perkembangan zaman.

Rangkaian ujian praktik masih akan berlanjut pada hari berikutnya. Pada Selasa (21/4/2026), peserta dijadwalkan mengikuti ujian Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK) yang meliputi senam, lari, lompat, dan lempar.

Adapun Ujian Pendidikan Kesetaraan (UPK) tahun ini diikuti oleh 12 peserta Paket A, 29 peserta Paket B, dan 78 peserta Paket C. Sebelumnya, ujian teori telah dilaksanakan pada 15–17 April 2026.

Melalui pelaksanaan ujian yang variatif ini, SPNF SKB Sikka berupaya menghadirkan proses evaluasi yang tidak hanya mengukur aspek akademik, tetapi juga mendorong pengembangan karakter, kreativitas, serta apresiasi terhadap budaya bangsa.

Penulis: Yuven Fernandez

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *