LUWU | BreakingNewsPost.id – Polemik dugaan pengaspalan jalan di Desa Tombang, Kecamatan Walenrang, Kabupaten Luwu, menjadi perhatian masyarakat setelah sebuah unggahan di media sosial memicu perbincangan luas. Sejumlah warga, khususnya dari Kaluku To Dengen, mempertanyakan dasar penentuan lokasi proyek yang dinilai diduga belum menyentuh ruas jalan yang selama ini dianggap lebih mendesak untuk diperbaiki.
Informasi yang beredar berasal dari unggahan media sosial yang menampilkan kondisi jalan yang telah diaspal disertai narasi bahwa pekerjaan tersebut diduga tidak berada pada ruas yang menjadi prioritas kebutuhan masyarakat. Hingga berita ini ditulis, informasi tersebut belum memperoleh klarifikasi resmi dari pemerintah desa maupun instansi teknis yang berwenang.
Bagi warga Kaluku To Dengen, persoalan ini tidak semata-mata menyangkut keberadaan proyek pengaspalan, melainkan menyangkut proses perencanaan dan pengambilan keputusan. Mereka berharap pemerintah dapat menjelaskan apakah lokasi pekerjaan telah ditetapkan berdasarkan hasil survei teknis, musyawarah perencanaan pembangunan (Musrenbang), usulan masyarakat, maupun ketentuan yang berlaku.
Menurut sejumlah warga, setiap pembangunan yang menggunakan anggaran negara merupakan bagian dari pelayanan publik sehingga masyarakat memiliki hak untuk mengetahui proses perencanaannya. Transparansi dinilai penting agar tidak muncul spekulasi yang dapat memicu kesalahpahaman di tengah masyarakat.
> “Tabe’, kami masyarakat Kaluku To Dengen tidak sedang mencari siapa yang salah. Kami hanya ingin penjelasan secara langsung. Kalau memang titik pengaspalan itu sudah sesuai dengan perencanaan dan ketentuan, jelaskanki kepada masyarakat supaya kami semua paham. Jangan sampai masyarakat hanya mendengar cerita dari sana-sini tanpa ada penjelasan resmi,” ujar salah seorang warga.
Viral di Media Sosial, Spekulasi Bermunculan
Perbincangan yang awalnya hanya muncul di media sosial kini berkembang menjadi diskusi di berbagai ruang publik, mulai dari warung kopi hingga pertemuan warga. Berbagai pendapat bermunculan, namun sebagian besar mengarah pada permintaan agar pemerintah memberikan informasi resmi mengenai proyek tersebut.
Warga menilai keterbukaan informasi menjadi langkah penting untuk mencegah berkembangnya asumsi maupun dugaan yang belum tentu sesuai fakta.
Beberapa warga juga mempertanyakan apakah ruas jalan yang selama ini dinilai rusak dan menjadi akses utama masyarakat telah masuk dalam daftar prioritas pembangunan atau masih menunggu tahapan berikutnya.
Jalan Menjadi Nadi Aktivitas Masyarakat
Bagi masyarakat pedesaan, kondisi jalan memiliki dampak langsung terhadap aktivitas ekonomi dan sosial. Jalan menjadi akses utama bagi petani mengangkut hasil panen, pelajar menuju sekolah, pedagang mendistribusikan barang, hingga masyarakat yang membutuhkan pelayanan kesehatan.
Karena itu, setiap proyek peningkatan jalan selalu mendapat perhatian besar dari warga. Mereka berharap pembangunan benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat serta dilaksanakan berdasarkan prinsip pemerataan dan skala prioritas.
> “Tabe’, masyarakat butuh kejelasan. Kalau memang pekerjaannya sudah sesuai, sampaikan secara terbuka. Kalau ada hal yang perlu diluruskan, jelaskan juga. Dengan begitu, masyarakat tidak lagi bertanya-tanya dan tidak muncul berbagai dugaan yang bisa memperkeruh suasana,” ujar warga lainnya.
Transparansi Dinilai Kunci Menjaga Kepercayaan Publik
Sejumlah warga menegaskan bahwa kritik yang disampaikan bukan bertujuan menghambat pembangunan ataupun menyudutkan pihak tertentu. Sebaliknya, mereka berharap seluruh program pembangunan berjalan secara transparan, tepat sasaran, dan dapat dipertanggungjawabkan kepada masyarakat.
Menurut mereka, keberhasilan pembangunan tidak hanya diukur dari selesainya pekerjaan fisik, tetapi juga dari keterbukaan pemerintah dalam menjelaskan dasar perencanaan, pelaksanaan, hingga penggunaan anggaran kepada publik.
Hingga laporan ini disusun, BreakingNewsPost.id belum memperoleh keterangan resmi dari Pemerintah Desa Tombang maupun instansi terkait mengenai dasar penentuan lokasi proyek pengaspalan yang menjadi perbincangan masyarakat. Karena itu, informasi yang beredar di media sosial masih memerlukan verifikasi dan klarifikasi dari pihak yang berwenang.
BreakingNewsPost.id memberikan ruang hak jawab dan hak klarifikasi kepada Pemerintah Desa Tombang, pemerintah kecamatan, dinas teknis terkait, maupun pihak pelaksana proyek untuk memberikan penjelasan atas berbagai pertanyaan yang berkembang di tengah masyarakat, sebagai bagian dari prinsip pemberitaan yang berimbang dan sesuai dengan Kode Etik Jurnalistik.
Tim/Red















