BITUNG-BreakingNewspost.id – Gelombang tinggi yang dipicu datangnya musim angin utara menghantam wilayah pesisir Batuputih, Bitung, Kota Bitung, Sulawesi Utara pada Minggu (15/3/2026). Peristiwa tersebut mengakibatkan sejumlah perahu nelayan mengalami kerusakan parah, bahkan beberapa di antaranya dilaporkan tenggelam bersama peralatan dan mesin yang digunakan untuk melaut.
Informasi yang dihimpun dari warga dan nelayan setempat menyebutkan bahwa gelombang besar mulai datang secara bertahap sejak pagi hari. Kondisi cuaca yang memburuk membuat perahu-perahu yang ditambatkan di pesisir tidak mampu menahan kuatnya hantaman ombak.
Beberapa nelayan dilaporkan kehilangan alat tangkap serta mesin perahu akibat terseret gelombang. Kerugian diperkirakan cukup besar karena sebagian besar perahu yang rusak merupakan sumber utama mata pencaharian masyarakat nelayan setempat.
Salah seorang warga pesisir Batuputih mengatakan bahwa fenomena tersebut kerap terjadi ketika memasuki musim angin utara.
“Kalau sudah musim utara seperti sekarang, ombak di pantai Batuputih memang sering besar. Tapi kali ini cukup kuat sampai merusak beberapa perahu nelayan,” ujar warga setempat.
Fenomena gelombang tinggi ini juga sejalan dengan peringatan cuaca yang sebelumnya disampaikan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) melalui BMKG Stasiun Meteorologi Sam Ratulangi Manado. Dalam peringatannya, BMKG mengimbau masyarakat pesisir dan para nelayan di wilayah Sulawesi Utara agar mewaspadai potensi gelombang tinggi akibat pengaruh angin muson utara.
BMKG menjelaskan bahwa pada periode tertentu, khususnya saat musim angin utara, kecepatan angin di perairan sekitar Kota Bitung dan wilayah pesisir lainnya di Sulawesi Utara dapat meningkat sehingga memicu terbentuknya gelombang tinggi di laut.
Karena itu, para nelayan diminta untuk lebih berhati-hati sebelum melaut dengan memperhatikan perkembangan informasi prakiraan cuaca maritim yang disampaikan secara resmi oleh BMKG.
Sementara itu, masyarakat dan tokoh warga setempat turut menyampaikan doa dan dukungan bagi para nelayan yang terdampak musibah tersebut.
“Semoga para nelayan yang mengalami kerugian diberikan ketabahan dan kekuatan. Kiranya Tuhan Yesus Kristus memberkati dan memulihkan kembali mata pencaharian mereka,” ujar salah satu tokoh masyarakat Batuputih.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada laporan korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Namun kerugian material akibat kerusakan perahu dan hilangnya peralatan melaut masih terus didata oleh masyarakat setempat.
Reporter: Ferdinand Sahempa















