Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
BeritaDAERAH

Ketua Umum DPP APKAN RI: Lebaran Saat Tepat Perbaiki Relasi Sosial

30
×

Ketua Umum DPP APKAN RI: Lebaran Saat Tepat Perbaiki Relasi Sosial

Sebarkan artikel ini

MAKASSAR-BreakingNewspost.id — Perayaan Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah kembali menjadi momentum penting bagi masyarakat Indonesia untuk memperkuat nilai kebersamaan, mempererat silaturahmi, serta membangun kembali harmoni sosial usai menjalani ibadah Ramadan.

Di tengah suasana tersebut, Ketua Umum Dewan Pimpinan Pusat Aliansi Pemantau Kinerja Aparatur Negara Republik Indonesia (DPP APKAN RI), Dedy Setiadi Toding, menyampaikan ucapan selamat Hari Raya Idul Fitri kepada seluruh umat Muslim di Tanah Air.

Dalam keterangannya, Dedy menegaskan bahwa Idul Fitri tidak semata dimaknai sebagai perayaan keagamaan, tetapi juga sebagai titik balik untuk memperkuat hubungan sosial yang sempat renggang di tengah dinamika kehidupan masyarakat.

“Selamat Hari Raya Idul Fitri 1447 Hijriah, minal aidzin walfaidzin, mohon maaf lahir dan batin. Semoga kita semua kembali ke fitrah, mempererat silaturahmi, serta senantiasa diberikan keberkahan, kesehatan, dan kedamaian,” ujarnya.

Ia menilai, nilai-nilai yang dibangun selama Ramadan—seperti kesabaran, keikhlasan, dan kepedulian sosial—perlu dijaga dan diimplementasikan secara nyata dalam kehidupan sehari-hari. Hal ini penting untuk menjaga keseimbangan sosial di tengah masyarakat yang semakin beragam dan dinamis.

Lebih lanjut, Dedy menyoroti bahwa dalam beberapa waktu terakhir, masyarakat dihadapkan pada berbagai tantangan sosial, mulai dari perbedaan pandangan hingga potensi polarisasi. Dalam konteks tersebut, Idul Fitri dinilai memiliki makna strategis sebagai ruang rekonsiliasi sosial.

“Momentum Lebaran harus dimanfaatkan untuk meredam perbedaan, memperbaiki hubungan antarsesama, serta membangun kembali rasa saling percaya. Kebersamaan adalah fondasi utama dalam menjaga keutuhan bangsa,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan agar semangat kepedulian yang tumbuh selama Ramadan tidak berhenti setelah hari raya. Menurutnya, perhatian terhadap kelompok rentan dan masyarakat yang membutuhkan harus terus diperkuat sebagai bagian dari tanggung jawab sosial bersama.

“Nilai solidaritas dan kepedulian sosial harus terus hidup. Ini menjadi kunci dalam menciptakan masyarakat yang lebih adil, inklusif, dan berkeadaban,” tambahnya.

Di akhir pernyataannya, Dedy menyampaikan doa agar seluruh amal ibadah umat Muslim selama Ramadan diterima oleh Allah SWT, serta membawa keberkahan bagi kehidupan ke depan.

“Taqabbalallahu minna wa minkum, semoga Allah SWT menerima amal ibadah kita semua,” tutupnya.

Momentum Idul Fitri setiap tahunnya tidak hanya menjadi perayaan spiritual, tetapi juga refleksi kolektif tentang pentingnya menjaga persatuan dalam keberagaman. Di tengah berbagai tantangan sosial yang terus berkembang, pesan untuk saling memaafkan dan memperkuat silaturahmi menjadi semakin relevan dalam menjaga harmoni kehidupan berbangsa dan bernegara.Red

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *