Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Darurat Sampah 188 Ton per Hari, Pemkab Pasbar Gaungkan “Gerakan Indonesia Asri” hingga Nagari

0
×

Darurat Sampah 188 Ton per Hari, Pemkab Pasbar Gaungkan “Gerakan Indonesia Asri” hingga Nagari

Sebarkan artikel ini

Pasaman Barat-BreakingNewspost.id —Pemerintah Kabupaten Pasaman Barat menghadapi kondisi darurat sampah dengan produksi mencapai 188 ton per hari. Namun, kemampuan pengangkutan ke tempat pemrosesan akhir (TPA) baru sekitar 48 ton per hari, sehingga lebih dari 140 ton sampah berpotensi menumpuk di lingkungan.

Merespons kondisi tersebut, Pemkab Pasbar menggelar aksi gotong royong massal bertajuk Gerakan Indonesia Asri yang dilaksanakan serentak di berbagai titik, Jumat (24/4/2026).

Bupati Pasaman Barat, Yulianto, menegaskan bahwa persoalan sampah tidak bisa ditunda dan membutuhkan keterlibatan semua pihak.

“Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Gerakan Indonesia Asri adalah ikhtiar bersama agar Pasbar bersih, sehat, dan asri,” tegasnya.

Sebagai bentuk keseriusan, bupati turun langsung memimpin aksi bersih-bersih di Masjid Agung Nurul Ilmi. Ia tampak terlibat langsung menyapu, memungut sampah, hingga membersihkan drainase bersama pegawai dan masyarakat.

Di lokasi berbeda, Sekretaris Daerah Pasbar, Doddy San Ismail, memimpin kegiatan serupa di jalur protokol, menyisir sampah dari kawasan simpang Bapelitbangda hingga Kantor Satpol PP.

“Jalan utama adalah wajah kabupaten. Harus bersih dan nyaman dipandang,” ujarnya.

Gerakan ini dilakukan serentak hingga ke tingkat nagari di 11 kecamatan. Seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi vertikal, BUMN/BUMD, sekolah, puskesmas, hingga masyarakat dilibatkan dalam aksi bersih-bersih lingkungan.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup Pasaman Barat, Afkar, menjelaskan bahwa kegiatan ini merupakan tindak lanjut arahan dari Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan.

Ia menegaskan, ASN diwajibkan melakukan kerja bakti rutin, sementara kegiatan Jumat difokuskan pada pembersihan fasilitas umum.

Afkar juga mengungkap data krusial terkait kondisi sampah di Pasbar. Dari total 188 ton sampah per hari, hanya 48 ton yang dapat diangkut ke TPA. Selisih sekitar 140 ton menjadi ancaman serius bagi lingkungan jika tidak ditangani dengan baik.

“Jika dibiarkan, sampah akan mencemari sungai, selokan, dan merusak estetika kota. Kapasitas TPA juga terbatas,” jelasnya.

Sebagai solusi, Pemkab Pasbar mendorong masyarakat untuk mulai memilah sampah dari rumah tangga. Sampah organik seperti sisa makanan dan daun dianjurkan untuk diolah menjadi kompos, sementara sampah anorganik seperti plastik dan kertas dapat didaur ulang atau dijual melalui bank sampah.

“Dengan pemilahan, hanya sampah residu yang dibawa ke TPA. Dampaknya besar—lingkungan lebih bersih dan memiliki nilai ekonomi,” tambah Afkar.

Pemkab menegaskan bahwa Gerakan Indonesia Asri tidak boleh berhenti sebagai kegiatan seremonial semata, melainkan harus menjadi budaya dalam kehidupan sehari-hari masyarakat.

“Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri. Dibutuhkan kolaborasi seluruh elemen masyarakat untuk mewujudkan Pasbar yang bersih, sehat, dan maju,” tutup Bupati Yulianto.

Ke depan, gerakan ini akan terus dimonitor dan dievaluasi. Dinas Lingkungan Hidup Pasbar juga menyiapkan program lomba kebersihan antar nagari dan sekolah untuk mendorong partisipasi aktif masyarakat.

(Eprizal)

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *