Maumere-BreakingNewspost.id — ApkanNews.com — Sebanyak 27 putra-putri Katolik dari Ranting Ave Maria Bintang Laut Uwa Palue dan Ranting Keluarga Kudus Lei, Angkatan IV, mengikuti kegiatan pendadaran Tunggal Hati Seminari–Tunggal Hati Maria (THS-THM) selama empat hari, mulai Kamis (19/3/2026) hingga Minggu (22/3/2026).
Pendadaran merupakan salah satu program unggulan dalam organisasi THS-THM yang menjadi tahapan penting bagi calon anggota sebelum resmi dikukuhkan sebagai bagian dari organisasi. Kegiatan ini dilaksanakan oleh Distrik THS-THM Keuskupan Maumere dengan dukungan panitia lokal dari para senior THS-THM di Ranting Ave Maria Bintang Laut Uwa Palue.
Koordinator Distrik THS-THM Keuskupan Maumere, Indra Ladapase, menjelaskan bahwa materi yang diberikan dalam pendadaran mencakup pembinaan spiritual, organisasi, serta pelatihan fisik.
“Dalam kegiatan spiritual, peserta mengikuti ujian awal, prosesi memasuki Gerbang Yerusalem, serta melewati lima pos pembinaan mental dan rohani,” ujar Indra, Sabtu (21/3/2026).
Ia menjelaskan, prosesi “Gerbang Yerusalem” dimaknai sebagai simbol kesiapan calon anggota untuk memikul tanggung jawab, setia dalam iman, serta mengikuti teladan Yesus Kristus dalam perjalanan hidup mereka.
Selain pembinaan rohani, peserta juga dibekali pemahaman organisasi, mulai dari dasar-dasar organisasi, latihan dasar kepemimpinan, hingga studi kasus untuk melatih kemampuan berpikir dan pengambilan keputusan.
Di bidang fisik, peserta mendapatkan pelatihan pencak silat yang meliputi tata langkah, teknik dasar, tangkisan, hingga jurus dasar. Kegiatan ini juga diselingi dengan aktivitas rekreasi guna mempererat kebersamaan antar peserta.
Menurut Indra, sebagai organisasi bela diri berbasis iman Katolik, THS-THM tidak hanya menekankan kekuatan fisik, tetapi juga pembentukan karakter.
“Anggota THS-THM dituntut menjadi pribadi yang tangguh secara fisik, tetapi juga rendah hati, memiliki semangat berbela rasa, serta setia dalam pelayanan di Gereja dan masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, salah satu orang tua peserta, Selestinus Laba, mengaku bangga dan bersyukur anaknya dapat mengikuti kegiatan tersebut.
“Dalam organisasi ini, anak-anak tidak hanya belajar bela diri, tetapi juga mendapatkan pembinaan mental, rohani, dan iman secara khusus dari para pembina,” ungkapnya.
Ia pun mengajak para orang tua untuk memberikan dukungan kepada anak-anak yang bergabung dalam THS-THM, mengingat manfaat besar yang diperoleh dalam pembentukan karakter dan bekal kehidupan di masa depan.
“Kami berharap orang tua dapat terus mendukung anak-anak agar mereka berkembang menjadi pribadi yang disiplin, beriman, dan bertanggung jawab,” tutup Selestinus.Red















