Kupang-BreakingNewspost.id — Upaya pembinaan kemandirian di Lapas Kelas II A Kupang, Nusa Tenggara Timur, menunjukkan hasil yang kian nyata melalui pengembangan sektor pertanian. Program ini tidak hanya menghasilkan komoditas pangan, tetapi juga membentuk keterampilan dan karakter warga binaan.
Salah satu warga binaan yang menonjol adalah Felix Afen Alleluya (46). Selama kurang lebih satu tahun, ia mengelola lahan di Kebun SAE (Sarana Asimilasi dan Edukasi) dengan menanam berbagai komoditas, mulai dari pepaya hibrida, jagung hibrida, kacang edamame, hingga sayuran seperti bayam, kangkung, terong, dan ketimun.
Hasil yang dicapai tidak diperoleh secara instan. Proses panjang mulai dari pengolahan lahan, penanaman, hingga perawatan dilakukan secara konsisten. Ketekunan tersebut menjadi faktor utama keberhasilan dalam menghasilkan tanaman yang produktif.
Felix menuturkan, kegiatan pertanian yang dijalani menjadi bagian dari persiapan dirinya menjelang masa asimilasi luar. Ia menilai, pengalaman dan keterampilan yang diperoleh selama di lapas dapat menjadi bekal penting untuk membangun kehidupan yang lebih mandiri setelah kembali ke masyarakat.
“Apa yang saya lakukan ini untuk kemandirian diri sendiri, agar nanti bisa bermanfaat setelah bebas,” ujarnya, Selasa (24/3/2026).
Selain memberikan manfaat bagi dirinya, hasil pertanian tersebut juga berdampak bagi lingkungan lapas. Sebagian hasil panen dimanfaatkan untuk konsumsi warga binaan, sementara sebagian lainnya dipasarkan guna mendukung kebutuhan bersama.
Program ini juga memiliki nilai edukatif. Aktivitas pertanian yang dilakukan di Kebun SAE menjadi sarana pembelajaran praktis, sekaligus contoh pemanfaatan lahan secara produktif. Pengalaman tersebut diharapkan dapat menginspirasi masyarakat luas, khususnya generasi muda, untuk mengembangkan sektor pertanian sebagai sumber penghidupan.
Pemanfaatan lahan tidur menjadi lahan produktif dinilai dapat membantu memenuhi kebutuhan pangan keluarga sekaligus meningkatkan pendapatan. Dalam konteks yang lebih luas, langkah ini juga berkontribusi terhadap penguatan ekonomi lokal berbasis pertanian.
Kepala Biro ApKannews Kabupaten Timor Tengah Utara, Bergita Abi, mengapresiasi kerja keras dan konsistensi yang ditunjukkan Felix. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi bukti bahwa program pembinaan di lapas dapat memberikan dampak nyata dalam membangun kemandirian warga binaan.
“Ini menunjukkan bahwa dengan ketekunan dan semangat, seseorang mampu menghasilkan sesuatu yang bermanfaat, tidak hanya bagi diri sendiri, tetapi juga bagi orang lain,” ujarnya.
Ke depan, program pertanian di Lapas Kelas II A Kupang diharapkan terus berkembang, tidak hanya sebagai sarana produksi, tetapi juga sebagai wadah pembinaan yang mampu mencetak individu yang mandiri dan siap kembali ke tengah masyarakat.
Reporter Bergita Abi















