Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
PemerintahBerita

PSBM XXVI di Makassar Tekankan Kolaborasi Ekonomi dan Aksi Sosial, Perkuat Peran Saudagar Bugis-Makassar

15
×

PSBM XXVI di Makassar Tekankan Kolaborasi Ekonomi dan Aksi Sosial, Perkuat Peran Saudagar Bugis-Makassar

Sebarkan artikel ini

BreakingNewspost-MAKASSAR — Pertemuan Saudagar Bugis Makassar (PSBM) XXVI kembali digelar di Makassar pada 2026 sebagai ajang konsolidasi jejaring ekonomi sekaligus penguatan peran sosial komunitas diaspora Bugis-Makassar. Kegiatan yang berlangsung di Claro Hotel Makassar ini mempertemukan pengusaha, profesional, dan tokoh masyarakat dari berbagai daerah di Indonesia.

Forum tahunan tersebut tidak hanya menjadi ruang silaturahmi, tetapi juga wadah strategis untuk membahas peluang investasi, pengembangan usaha, serta kontribusi saudagar Bugis-Makassar dalam mendorong pertumbuhan ekonomi, khususnya di kawasan timur Indonesia.

Dalam pelaksanaannya, PSBM XXVI turut dirangkaikan dengan aksi peduli sosial sebagai bentuk komitmen terhadap masyarakat. Sejumlah kegiatan sosial dilakukan sebagai bagian dari nilai gotong royong yang telah lama menjadi identitas komunitas Bugis-Makassar.

Kehadiran Gubernur Maluku Utara, Sherly Tjoanda, menjadi salah satu sorotan dalam kegiatan tersebut. Dalam kesempatan itu, ia menekankan pentingnya kolaborasi antar daerah dalam memperkuat perekonomian nasional, terutama melalui peran aktif pelaku usaha daerah.

Menurutnya, jaringan saudagar Bugis-Makassar memiliki potensi besar dalam membuka akses investasi dan memperluas konektivitas ekonomi lintas wilayah.

“Kolaborasi menjadi kunci dalam menghadapi tantangan ekonomi ke depan. Peran saudagar sangat penting dalam menciptakan peluang dan memperkuat ketahanan ekonomi daerah,” ujarnya di hadapan peserta.

PSBM selama ini dikenal sebagai forum yang mampu menjembatani pertukaran gagasan dan pengalaman antar pelaku usaha. Dalam pertemuan kali ini, berbagai isu strategis turut mengemuka, mulai dari penguatan UMKM, digitalisasi usaha, hingga optimalisasi potensi daerah.

Sejumlah peserta menilai bahwa forum ini tidak hanya berorientasi pada kepentingan bisnis semata, tetapi juga memiliki dimensi sosial dan budaya yang kuat. Interaksi antar anggota komunitas dinilai mampu mempererat hubungan kekerabatan di antara perantau Bugis-Makassar yang tersebar di berbagai wilayah.

Meski demikian, beberapa kalangan juga mendorong agar hasil-hasil diskusi dalam PSBM tidak berhenti pada tataran wacana. Diperlukan langkah konkret dan tindak lanjut yang terukur agar gagasan yang dihasilkan dapat memberikan dampak nyata bagi pembangunan ekonomi daerah.

Selain itu, transparansi dan inklusivitas dalam forum juga dinilai penting agar manfaat PSBM dapat dirasakan lebih luas, termasuk oleh pelaku usaha kecil dan menengah.

Dengan menggabungkan agenda ekonomi dan aksi sosial, PSBM XXVI diharapkan mampu memperkuat posisi saudagar Bugis-Makassar sebagai salah satu kekuatan penting dalam pembangunan nasional. Forum ini juga menjadi pengingat bahwa keberhasilan ekonomi tidak terlepas dari kepedulian sosial dan nilai-nilai kebersamaan.

Ke depan, PSBM diharapkan terus berkembang sebagai platform kolaboratif yang tidak hanya memperkuat jaringan usaha, tetapi juga berkontribusi dalam menciptakan pertumbuhan ekonomi yang inklusif dan berkelanjutan.

Reporter:marnisto gula

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *