Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
DAERAH

Pekarangan Produktif di Kupang Jadi Inspirasi, Ketut Surahardja Ubah Lahan Rumah Jadi Pusat Edukasi

2
×

Pekarangan Produktif di Kupang Jadi Inspirasi, Ketut Surahardja Ubah Lahan Rumah Jadi Pusat Edukasi

Sebarkan artikel ini

Kupang-Breakingnewspost.id —Jumat, 24 April 2026, Pekarangan rumah milik Ketut Surahardja (60) di Jalan Melati No. 1B, Kupang, menjadi contoh nyata bagaimana lahan sederhana bisa disulap menjadi sumber pangan sekaligus pusat pembelajaran. Siapa pun yang melihatnya, kerap dibuat termotivasi untuk memanfaatkan pekarangan rumah secara lebih produktif.

Saat ditemui di kediamannya, Ketut menjelaskan bahwa berbagai tanaman yang ia budidayakan telah memberi dampak besar bagi kebutuhan keluarga sehari-hari. Di halaman rumahnya tumbuh beragam tanaman seperti asam manis, pepaya, petai, alpukat, sawo, srikaya, kelapa, dan sejumlah tanaman lainnya.

“Semua ini sudah saya tekuni selama bertahun-tahun,” ujarnya.

Tak hanya untuk konsumsi pribadi, pekarangan tersebut kini juga menjadi lokasi belajar. Ketut mengungkapkan, sejumlah sekolah telah merekomendasikan para siswa untuk datang langsung belajar praktik di tempatnya.

“Mulai dari cara membuat pupuk alami sampai teknik menanam yang baik agar tanaman tidak mudah rusak, semua bisa dipelajari di sini,” jelasnya.

Upaya Ketut ini mendapat apresiasi dari Kaperwil NTT Breakingnewspost, Bergira Abi, yang turut berkunjung langsung ke lokasi. Ia bahkan berencana menghadirkan Ketut ke kediamannya di Kompleks TDM Kupang untuk membagikan ilmu budidaya kepada masyarakat yang lebih luas.

“Kehadiran Bapak Ketut sangat menginspirasi. Ini contoh nyata pemanfaatan pekarangan yang bermanfaat bagi banyak orang,” ungkapnya.

Di akhir pertemuan, Ketut menyampaikan terima kasih atas kunjungan tersebut dan berharap kerja sama dalam pengembangan budidaya tanaman pekarangan dapat terus berjalan dengan baik.

“Semoga ke depan semakin banyak masyarakat yang memanfaatkan pekarangan rumahnya,” tutupnya.

Reporter: Bergira Abi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *