Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pemerintah

Lima Arahan Tegas Wabup Simon Saat Pimpin Apel ASN: Tertibkan Pasar, Genjot PAD hingga Tegakkan Disiplin

28
×

Lima Arahan Tegas Wabup Simon Saat Pimpin Apel ASN: Tertibkan Pasar, Genjot PAD hingga Tegakkan Disiplin

Sebarkan artikel ini

Maumere-BreakingNewspost — Bupati Sikka, Ir. Simon Subandi Supriadi, menegaskan komitmen penataan pemerintahan dan pelayanan publik melalui sejumlah arahan strategis saat memimpin Apel Kekuatan ASN lingkup Pemerintah Kabupaten Sikka di Lapangan Kantor Bupati Sikka, Jalan El Tari No 2 Maumere, Senin 27/4/2026.

Apel tersebut plh Sekda Rudolfus Ali, para pimpinan perangkat daerah, pejabat struktural, serta seluruh ASN, sebagai momentum konsolidasi dan penguatan kinerja birokrasi di awal triwulan kedua tahun anggaran 2026.

Dalam arahannya, Wabup Simon menekankan beberapa hal penting yang harus menjadi perhatian serius seluruh aparatur.

Wabup meminta seluruh perangkat daerah bersikap proaktif dan kooperatif dalam menindaklanjuti hasil audit lanjutan.

Ia juga menegaskan bahwa penyelesaian temuan bukan sekadar kewajiban administratif, tetapi bagian dari upaya membangun tata kelola pemerintahan yang akuntabel dan transparan.

Wabup Sikka mengapresiasi kinerja Inspektorat Kabupaten Sikka yang dinilai telah menunjukkan hasil cukup baik, namun tetap perlu ditingkatkan secara berkelanjutan.

“Hasilnya sudah lumayan bagus, tetapi harus terus kita tingkatkan agar ke depan semakin berkualitas,” ujarnya.

Sehubungan dengan penertiban pasar ilegal juga menjadi perhatian serius Pemkab Sikka. Setelah penertiban Pasar Wuring, pemerintah kembali menertibkan aktivitas di eks Pasar Geliting sejak pukul 04.00 WITA dan memindahkan para pedagang ke Pasar Wair Koja.

Wabup menegaskan bahwa tidak boleh ada lagi aktivitas pasar liar yang mengganggu ketertiban umum, lalu lintas, dan estetika kota. Ia meminta seluruh ASN menjadi contoh dengan tidak berbelanja di pasar ilegal.

“Jangan sampai siapa pun bisa membuat pasar di mana saja. Saya dan Bapak Bupati tidak ingin melihat ASN berbelanja di lokasi yang sudah dilarang,” tegasnya.

Ia memastikan bahwa Pasar Alok dan Pasar Wair Koja dalam kondisi layak dan siap menampung seluruh aktivitas perdagangan. ASN yang memiliki keluarga pedagang juga diminta berperan aktif memberikan edukasi agar berpindah ke pasar resmi. Pemkab Sikka akan terus melakukan koordinasi lintas sektor guna memastikan eks Pasar Geliting tidak lagi digunakan sebagai lokasi pasar ilegal, sehingga tercipta ketertiban dan kelancaran arus lalu lintas.

Wabup juga mengungkapkan bahwa realisasi Pendapatan Asli Daerah hingga akhir triwulan pertama baru mencapai sekitar 24 persen. Ia menilai capaian tersebut masih perlu didorong secara maksimal dengan menggali potensi-potensi pendapatan daerah. Menurutnya, optimalisasi PAD sangat krusial untuk mendukung berbagai program prioritas, termasuk pembangunan infrastruktur penunjang ekonomi masyarakat.

“Saat ini kita dihadapkan pada pembangunan Koperasi Nelayan Merah Putih. Anggaran dari kementerian sudah ada, tetapi pemerintah daerah harus menyiapkan infrastruktur jalan. Itu membutuhkan biaya, dan solusinya adalah memperkuat PAD,” jelasnya.

Dalam hal kedisiplinan, Wabup Simon menyoroti masih adanya ASN yang datang terlambat saat apel berlangsung. Ia menegaskan bahwa disiplin merupakan fondasi utama profesionalisme aparatur.

“Disiplin itu harus lahir dari kesadaran, bukan karena takut pimpinan. Kita semua sudah dewasa. Kalau terlambat, lebih baik tidak usah masuk daripada mengganggu ketertiban apel,” tegasnya.

Ia juga mengingatkan pentingnya kerja bakti rutin setiap hari Jumat sebagai bagian dari upaya menjaga kebersihan lingkungan kantor dan ruang publik. Bagian Umum diminta memastikan kesiapan lokasi dan peralatan kerja sehari sebelum pelaksanaan, sehingga kegiatan berjalan efektif dan tidak sekadar formalitas.

“Jangan sampai kita sudah di lokasi baru sibuk mencari alat. Kerja bakti harus benar-benar dikerjakan, bukan hanya hadir lalu pulang,” pesannya.

Menutup arahannya, Wabup Simon mengajak seluruh ASN untuk bekerja dengan penuh tanggung jawab, menjaga integritas, dan terus meningkatkan kualitas pelayanan kepada masyarakat.

Wabup Simon menegaskan bahwa keberhasilan pembangunan daerah sangat bergantung pada kinerja birokrasi yang disiplin, responsif, dan berorientasi pada kepentingan publik.

“ASN harus hadir sebagai pelayan masyarakat, bukan sebaliknya. Mari kita bekerja dengan semangat, komitmen, dan tanggung jawab,” pungkasnya.

Yuven Fernandez

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *