Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pristiwa

Anak 12 Tahun Tenggelam di Danau Ranamese, Tim SAR Lanjutkan Pencarian

17
×

Anak 12 Tahun Tenggelam di Danau Ranamese, Tim SAR Lanjutkan Pencarian

Sebarkan artikel ini

BORONG-BreakingNewspost.id — Seorang anak laki-laki bernama Greis (12), warga Desa Golo Loni, Kecamatan Rana Mese, Kabupaten Manggarai Timur, dilaporkan tenggelam di Danau Ranamese, Senin (4/5/2026). Hingga Selasa (5/5/2026), tim SAR gabungan masih melakukan pencarian terhadap korban.

Informasi kejadian diterima oleh Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere melalui Pos SAR Manggarai Barat. Kepala Kantor Pencarian dan Pertolongan Maumere, Fathur Rahman, yang bertindak sebagai SAR Mission Coordinator, menjelaskan bahwa peristiwa bermula saat korban bersama sejumlah temannya bermain di sekitar danau.

“Berdasarkan keterangan keluarga, sekitar pukul 13.00 Wita korban bersama teman-temannya bermain rakit bambu di Danau Ranamese. Korban kemudian melompat ke air dan tenggelam,” ujar Fathur Rahman.

Melihat kejadian tersebut, teman-teman korban segera melaporkan kepada petugas Konservasi Sumber Daya Alam (KSDA) Ranamese. Upaya pencarian awal sempat dilakukan secara mandiri oleh warga dan petugas setempat, namun korban belum ditemukan.

Setelah menerima laporan, tim Rescue dari Pos SAR Manggarai Barat langsung diberangkatkan menuju lokasi kejadian. Operasi pencarian resmi dimulai pada Selasa pagi sekitar pukul 07.00 Wita dengan melibatkan unsur SAR gabungan.

Pencarian dilakukan dengan metode penyelaman di titik yang diduga lokasi korban tenggelam, serta penyisiran permukaan danau menggunakan perahu karet (rubber boat). Hingga pukul 14.00 Wita, proses pencarian masih terus berlangsung.

Danau Ranamese yang memiliki kedalaman dan kondisi air tertentu menjadi tantangan tersendiri dalam proses pencarian. Tim SAR berupaya mengoptimalkan pencarian dengan memperhatikan faktor keselamatan personel di lapangan.

Peristiwa ini menjadi pengingat bagi masyarakat, khususnya orang tua dan anak-anak, untuk meningkatkan kewaspadaan saat beraktivitas di kawasan perairan terbuka. Pengawasan serta pemahaman terhadap risiko di lokasi wisata alam dinilai penting untuk mencegah kejadian serupa.

Hingga berita ini diturunkan, korban masih dalam pencarian, sementara keluarga korban dan warga setempat terus menunggu perkembangan dari tim SAR gabungan.

Penulis: Yuven Fernandez

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *