Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pemerintah

Jalan Rusak di Desa Lampuara Viral, Warga Desak DPRD Luwu Turun Lapangan dan Jangan Hanya Hadir Saat Pemilu

13
×

Jalan Rusak di Desa Lampuara Viral, Warga Desak DPRD Luwu Turun Lapangan dan Jangan Hanya Hadir Saat Pemilu

Sebarkan artikel ini

Luwu-Breakingnewspost.Id – Keluhan masyarakat terkait kondisi jalan rusak di Desa Lampuara, Kecamatan Ponrang Selatan, Kabupaten Luwu, Sulawesi Selatan, kembali mencuat dan menjadi sorotan publik setelah viral di media sosial. Warga secara terbuka menyampaikan kekecewaan mereka terhadap kondisi infrastruktur yang dinilai tak kunjung mendapat penanganan serius dari pihak terkait, termasuk anggota Komisi VIII DPRD Kabupaten Luwu.

Isu ini menguat setelah sejumlah unggahan warga memperlihatkan kondisi jalan yang rusak parah, disertai keluhan yang menyebut minimnya kehadiran wakil rakyat di lokasi terdampak. Masyarakat menilai, selama ini perhatian baru terasa ketika mendekati momentum politik, sementara pada masa lainnya aspirasi mereka seolah tidak mendapatkan tindak lanjut nyata.

Kondisi Jalan Semakin Memprihatinkan

Kerusakan jalan di Desa Lampuara disebut telah terjadi dalam waktu yang cukup lama dan terus mengalami penurunan kualitas. Di sejumlah titik, permukaan aspal mengelupas hingga menyisakan lubang besar yang tergenang air saat hujan turun. Kondisi ini membuat akses transportasi menjadi semakin sulit, terutama bagi kendaraan roda dua maupun roda empat.

Saat musim hujan, jalan berubah menjadi kubangan lumpur yang licin dan berbahaya. Sementara pada musim kemarau, debu tebal beterbangan dan mengganggu kenyamanan pengguna jalan serta warga yang bermukim di sepanjang jalur tersebut.

Warga Keluhkan Keselamatan dan Kerusakan Kendaraan

Sejumlah warga mengaku kondisi tersebut tidak hanya mengganggu aktivitas sehari-hari, tetapi juga membahayakan keselamatan pengguna jalan. Beberapa pengendara disebut hampir mengalami kecelakaan akibat harus menghindari lubang besar yang tersebar di badan jalan.

“Kalau malam lebih parah karena tidak ada penerangan. Lubang tidak terlihat jelas dan sangat berbahaya,” ungkap salah seorang warga.

Selain risiko kecelakaan, kerusakan jalan juga berdampak pada kondisi kendaraan warga. Tidak sedikit yang mengeluhkan biaya perbaikan kendaraan meningkat akibat sering melintasi jalan yang rusak setiap hari.

Akses Vital bagi Aktivitas Ekonomi dan Pendidikan

Jalan di Desa Lampuara diketahui merupakan akses utama yang menghubungkan berbagai aktivitas masyarakat. Jalur tersebut digunakan oleh pelajar menuju sekolah, petani untuk mengangkut hasil kebun, hingga pelaku usaha kecil yang mendistribusikan barang dagangan.

Akibat kondisi jalan yang tidak memadai, distribusi hasil pertanian menjadi terhambat. Waktu tempuh menjadi lebih lama, sementara biaya transportasi meningkat karena kendaraan cepat mengalami kerusakan.

Masyarakat menilai, kondisi ini secara langsung berdampak pada perlambatan roda ekonomi di tingkat desa, terutama bagi warga yang bergantung pada sektor pertanian dan perdagangan lokal.

Kritik terhadap Wakil Rakyat Menguat

Di tengah kondisi tersebut, kritik juga diarahkan kepada para wakil rakyat, khususnya anggota DPRD Kabupaten Luwu yang dinilai kurang responsif terhadap persoalan infrastruktur dasar di wilayah tersebut.

Warga menyuarakan kekecewaan mereka melalui media sosial, menyebut bahwa kunjungan ke daerah hanya intens dilakukan menjelang pemilihan umum, sementara setelah itu aspirasi masyarakat seolah tidak menjadi prioritas.

“Kalau mau pemilihan baru ramai datang cari suara. Setelah duduk nyaman di kursi, seolah tutup mata dengan kondisi rakyat di lapangan,” ungkap warga lainnya dengan nada kecewa.

Desakan Turun Lapangan dan Tindakan Nyata

Masyarakat Desa Lampuara kini mendesak agar Komisi VIII DPRD Luwu tidak hanya menerima laporan dari atas meja, melainkan turun langsung ke lapangan untuk melihat kondisi sebenarnya. Menurut mereka, kunjungan langsung sangat penting agar para pengambil kebijakan memahami dampak nyata yang dirasakan warga setiap hari.

Selain itu, warga juga meminta pemerintah daerah segera mengambil langkah konkret untuk perbaikan infrastruktur tersebut, mengingat jalan tersebut merupakan akses vital yang tidak bisa ditunda penanganannya lebih lama.

Harapan Perbaikan dan Pemerataan Pembangunan

Warga berharap agar perhatian terhadap pembangunan infrastruktur tidak hanya terfokus pada wilayah tertentu saja, melainkan merata hingga ke desa-desa yang masih mengalami keterbatasan akses jalan yang layak.

Mereka menegaskan bahwa pemerataan pembangunan sangat penting untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat, memperlancar distribusi ekonomi, serta menjamin keselamatan pengguna jalan.

Viral di Media Sosial

Keluhan warga ini semakin meluas setelah viral di media sosial, dengan berbagai tagar seperti #jalanrusak, #Lampuara, dan #viral digunakan untuk menyuarakan kondisi tersebut. Publik pun turut memberikan perhatian dan mendesak adanya respon cepat dari pemerintah daerah.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak DPRD Kabupaten Luwu maupun instansi terkait mengenai rencana penanganan jalan rusak di Desa Lampuara tersebut.

Liputan:Asl

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *