Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pemerintah

Gubernur NTT Apresiasi Mahasiswa Amfoang, Aspirasi Santun Dinilai Berhasil Hadirkan Wapres Gibran

5
×

Gubernur NTT Apresiasi Mahasiswa Amfoang, Aspirasi Santun Dinilai Berhasil Hadirkan Wapres Gibran

Sebarkan artikel ini

KUPANG-BreakingNewspost.id — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, memberikan apresiasi kepada mahasiswa asal Amfoang yang dinilainya berhasil menyampaikan aspirasi secara santun hingga mendorong kunjungan Wakil Presiden RI, Gibran Rakabuming Raka, ke wilayah Amfoang.

Pernyataan tersebut disampaikan Melki Laka Lena saat memimpin Apel Bersama ASN Lingkup Pemerintah Provinsi NTT di Halaman Gedung Sasando, Kantor Gubernur NTT, Kupang, Senin (25/5/2026).

Menurut Melki, kehadiran Wakil Presiden di Amfoang bukanlah agenda awal kunjungan kerja pemerintah pusat. Kunjungan tersebut terjadi setelah mahasiswa asal Amfoang menyampaikan aspirasi mereka secara damai dan santun kepada Wapres Gibran di Bundaran Adipura Kupang pada Kamis (21/5/2026).

“Karena adik-adik mahasiswa itulah kemudian Pak Wapres ke Amfoang. Mereka santun menyampaikan aspirasi dan itu mengantarkan Wapres ke Amfoang,” ujar Melki.

Ia mengaku menyaksikan langsung bagaimana mahasiswa menyampaikan tuntutan mereka dengan tenang, terukur, dan tanpa tindakan anarkis. Sikap tersebut dinilai menjadi contoh positif dalam menyampaikan aspirasi di ruang publik.

“Saya menyaksikan dari dekat, adik-adik mahasiswa dari Amfoang menyampaikan dengan sangat santun kepada Wapres dan akhirnya beliau memutuskan menambahkan agenda kunjungannya ke sana,” katanya.

Melki menilai kunjungan Wakil Presiden ke Amfoang menjadi momentum penting bagi percepatan pembangunan di wilayah perbatasan tersebut. Menurutnya, pemerintah pusat kini dapat melihat langsung berbagai persoalan yang selama ini dihadapi masyarakat.

Sejumlah isu strategis yang disoroti antara lain pembangunan infrastruktur, akses pendidikan, layanan kesehatan, distribusi BBM, hingga penguatan ekonomi masyarakat.

“Beliau melihat langsung kondisi Amfoang dan kita berharap agar setelah kunjungan ini, percepatan pembangunan di Amfoang bisa segera dilakukan dengan baik,” ujar Melki.

Gubernur NTT itu menegaskan Pemerintah Provinsi NTT bersama seluruh jajaran akan menindaklanjuti hasil kunjungan tersebut melalui koordinasi dengan kementerian terkait agar berbagai kebutuhan masyarakat dapat segera ditangani.

“Nanti saya, Pak Wagub, dan seluruh jajaran harus memastikan bahwa kunjungan ini punya makna dan dampak nyata bagi masyarakat,” tegasnya.

Menurut Melki, kehadiran Presiden maupun Wakil Presiden di daerah memiliki dampak besar terhadap percepatan tindak lanjut pembangunan karena aspirasi masyarakat telah didengar langsung oleh pemerintah pusat.

“Kalau Wapres sudah hadir di NTT dan mendengarkan langsung aspirasi masyarakat, itu sangat memudahkan kita sebagai pimpinan daerah untuk memastikan dukungan dari pusat menjadi lebih mudah,” ujarnya.

Ia juga menyampaikan terima kasih kepada mahasiswa yang dinilai turut membantu pemerintah memperjuangkan pembangunan daerah melalui cara-cara yang konstruktif dan bermartabat.

“Bukan soal cara berekspresi yang keras, tetapi adik-adik dari Amfoang menunjukkan bahwa pesan yang lembut, terukur, tenang, dan santun justru berdampak besar,” kata Melki.

Dalam kesempatan tersebut, Gubernur juga mengajak seluruh jajaran pemerintah untuk terus membangun komunikasi yang baik dengan mahasiswa dan generasi muda agar budaya penyampaian aspirasi secara santun tetap terjaga di NTT.

Selain menyoroti kunjungan Wakil Presiden, Melki Laka Lena juga menyinggung dukungan pemerintah pusat terhadap pembangunan di NTT yang menurutnya terus mengalir di berbagai sektor strategis.

Ia menyebut kunjungan Wapres ke Rote dan Amfoang menjadi momentum penting untuk memperkuat perhatian pemerintah pusat terhadap pengembangan potensi daerah serta percepatan pembangunan di wilayah NTT.

“Kami berharap dengan dukungan yang baik dari pemerintah pusat, kita semua tetap semangat karena dukungan dari pusat tidak henti-hentinya untuk NTT,” ujarnya.

Di akhir arahannya, Gubernur kembali mengingatkan pentingnya disiplin aparatur sipil negara dalam menjalankan tugas dan pelayanan publik.

Ia menegaskan mulai Juni 2026, ASN yang terlambat masuk kerja tanpa alasan jelas akan dikenakan sanksi tegas sesuai aturan yang berlaku.

Menurutnya, kedisiplinan ASN menjadi salah satu kunci penting dalam meningkatkan kualitas pelayanan publik kepada masyarakat di Nusa Tenggara Timur.

Bergita abi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *