Scroll untuk baca artikel
Example 325x300
Example floating
Example floating
Pemerintah

Gubernur Melki: Pariwisata Bahari Alor Harus Perkuat Ekonomi Warga dan Jaga Konservasi Laut

7
×

Gubernur Melki: Pariwisata Bahari Alor Harus Perkuat Ekonomi Warga dan Jaga Konservasi Laut

Sebarkan artikel ini

ALOR-BreakingNewspost.id — Gubernur Nusa Tenggara Timur, Emanuel Melkiades Laka Lena, menegaskan pembangunan pariwisata bahari di Kabupaten Alor tidak boleh hanya berorientasi pada kunjungan wisata semata, tetapi harus mampu memperkuat ekonomi masyarakat lokal sekaligus menjaga keberlanjutan konservasi laut.

Pernyataan itu disampaikan Melki saat berdiskusi bersama kelompok UMKM, peserta field trip muatan lokal konservasi kelautan, serta mitra Kementerian Kelautan dan Perikanan di kawasan Taman Suaka Alam Perairan (TSAP) Pantai Sebanjar, Desa Alor Besar, Kecamatan Alor Barat Laut, Senin (25/5/2026).

Dalam forum tersebut, Melki menyoroti besarnya potensi wisata bahari Alor yang dinilai mampu menjadi salah satu penggerak utama ekonomi baru di NTT. Menurutnya, karakter wisata Alor memiliki kekuatan emosional yang membuat wisatawan ingin kembali datang setelah berkunjung.

“Kalau orang datang ke Alor satu kali, biasanya selalu ingin datang lagi. Itu artinya Alor punya daya tarik wisata yang sangat kuat,” ujar Melki.

Menurut dia, sektor pariwisata memiliki efek berantai yang luas terhadap ekonomi masyarakat. Kehadiran wisatawan bukan hanya menghidupkan hotel dan penginapan, tetapi juga membuka ruang pertumbuhan bagi sektor kuliner, transportasi, ekonomi kreatif hingga UMKM lokal.

“Hotel membutuhkan bahan makanan, membutuhkan transportasi, membutuhkan tenaga kerja, membutuhkan produk ekonomi kreatif. Artinya pariwisata itu menggerakkan banyak sektor ekonomi masyarakat,” katanya.

Melki menilai Alor memiliki peluang besar mengikuti keberhasilan sejumlah daerah wisata lain di NTT yang mampu meningkatkan pendapatan asli daerah (PAD) melalui sektor pariwisata. Ia mencontohkan kontribusi sektor perhotelan di beberapa kawasan wisata Pulau Sumba yang disebut mampu menghasilkan puluhan miliar rupiah setiap tahun.

Namun demikian, ia mengingatkan pembangunan wisata Alor tidak harus sepenuhnya mengikuti pola wisata premium seperti di Labuan Bajo. Menurutnya, Alor masih memiliki ruang untuk mengembangkan model wisata yang lebih terbuka bagi berbagai segmen wisatawan.

“Kalau Labuan Bajo memang diarahkan pusat menjadi wisata premium dan tentu mahal. Tetapi Alor masih bisa menyiapkan konsep wisata yang dapat dijangkau semua kalangan,” ujarnya.

Selain mendorong pengembangan wisata, Melki juga menyoroti aktivitas kapal wisata dan kapal pinisi yang rutin masuk ke kawasan wisata bahari Alor. Ia mengungkapkan pemerintah daerah bersama pemerintah pusat tengah membahas skema agar aktivitas wisata tersebut memberikan kontribusi nyata terhadap daerah.

“Kita tidak ingin daerah hanya menerima dampak sampah atau beban lingkungan, tetapi tidak mendapatkan manfaat ekonomi yang jelas,” kata Melki.

Pernyataan itu menandai mulai menguatnya perhatian pemerintah daerah terhadap tata kelola wisata bahari yang selama ini dinilai belum sepenuhnya memberi dampak langsung bagi masyarakat lokal maupun PAD daerah.

Di sisi lain, Melki menekankan pentingnya menjaga keseimbangan antara konservasi laut dan kebutuhan ekonomi masyarakat pesisir. Menurutnya, konservasi lingkungan tidak akan berjalan efektif apabila masyarakat merasa ruang hidup dan sumber penghidupan mereka dibatasi tanpa manfaat ekonomi yang jelas.

“Konservasi harus berjalan bersama dengan penguatan ekonomi masyarakat lokal. Kalau masyarakat merasa hanya dibatasi tanpa manfaat, tentu akan muncul persoalan,” ujarnya.

Ia menilai pendekatan konservasi di kawasan pesisir perlu mengadopsi konsep yang lebih partisipatif dengan melibatkan masyarakat sebagai bagian dari sistem perlindungan lingkungan.

Melki juga meminta evaluasi terhadap berbagai program konservasi yang selama ini dijalankan oleh pemerintah maupun lembaga mitra, baik dari dalam maupun luar negeri. Menurutnya, setiap program harus memiliki dampak yang terukur terhadap pelestarian lingkungan sekaligus kesejahteraan masyarakat.

“Yang kita kerjakan harus jelas manfaatnya bagi lingkungan dan juga bagi ekonomi masyarakat lokal,” katanya.

Di sektor ekonomi rakyat, Melki turut mendorong penguatan pasar bagi produk-produk UMKM lokal Alor. Pemerintah Provinsi NTT, kata dia, saat ini sedang mengembangkan konsep hilirisasi produk daerah dan penguatan pemasaran melalui program NTT Mart.

Ia menilai produk tenun khas Alor, kuliner lokal, dan hasil ekonomi kreatif masyarakat harus mendapat ruang pasar yang layak agar memberikan nilai tambah bagi warga.

“Produk mama-mama dan anak muda Alor harus punya pasar yang baik. Pemerintah harus hadir memastikan produk lokal bisa dijual dengan harga yang layak,” ujarnya.

Dalam kesempatan itu, Melki juga menyoroti pentingnya menciptakan pengalaman positif bagi wisatawan yang datang ke Alor. Menurutnya, kesan baik dari wisatawan dapat menjadi pintu masuk bagi investasi baru di daerah.

“Kalau orang jatuh cinta dengan suatu daerah, dia bisa kembali lagi, bahkan membangun usaha di sana. Karena itu pelayanan terhadap wisatawan menjadi sangat penting,” katanya.

Gubernur memastikan Pemerintah Provinsi NTT akan terus memberikan dukungan pembangunan untuk Kabupaten Alor, termasuk penguatan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata serta pengembangan sektor pariwisata berbasis masyarakat.

“Walaupun anggaran terbatas, Alor tetap menjadi prioritas pembangunan pemerintah provinsi,” ujar Melki.

Sementara itu, Wakil Bupati Alor, Rocky Winaryo, mengatakan wisata bahari merupakan salah satu kekuatan utama Kabupaten Alor yang memiliki daya saing tinggi di tingkat internasional.

Menurutnya, kekayaan bawah laut Alor menjadi alasan utama banyak wisatawan datang dan ingin kembali berkunjung.

“Kalau melihat alam bawah laut Alor, itu luar biasa. Banyak wisatawan datang sekali lalu ingin kembali lagi. Itu menandakan Alor punya kekuatan wisata yang sangat besar,” ujar Rocky.

Ia juga mengapresiasi dukungan Pemerintah Provinsi NTT terhadap pembangunan infrastruktur jalan menuju kawasan wisata di Alor yang dinilai mulai memberikan dampak positif bagi aksesibilitas daerah.

Usai kegiatan diskusi, Gubernur bersama rombongan meninjau stan UMKM di kawasan Pantai Sebanjar. Dalam kunjungan tersebut, Melki membeli sejumlah kain tenun khas Alor serta produk makanan dan minuman lokal sebagai bentuk dukungan terhadap pelaku UMKM pesisir di Kabupaten Alor.

Bergita abi

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *